Rasa cinta yang terlalu dalam, terkadang membuatmu sulit menggunakan akal sehat. Akibat takut kehilangan, kamu jadi mewajarkan banyak sikap buruk pasangan, yang sebenarnya toksik.
Cinta yang seharusnya bukan seperti begitu. Tapi, bisa membawa manfaat bagi kedua belah pihak. Bukan hanya menguntungkan atau membuat bahagia salah satunya saja.
Demi kebaikanmu, terutama untuk menjaga kondisi psikismu, ada beberapa sikap toksik yang perlu kamu ketahui. Tak semestinya dianggap wajar!
1. Selalu menyalahkan
Dalam hubungan asmara, pasti kalian berdua akan mengalami berbagai konflik. Hal itu sangatlah wajar. Dari situlah ikatan cinta kalian diuji.
Hal yang keliru, ketika pasangan selalu merasa menjadi pihak paling benar. Tiap kali ada masalah, kamu yang senantiasa disalahkan. Padahal, sebagian besar, konflik itu terjadi karena ulahnya.
Sikap seperti ini jangan dianggap wajar, lho. Pasalnya, malah bisa bikin dia besar kepala, dan memandang remeh kamu. Bila kamu yakin di pihak yang benar, perlu juga bersikap tegas. Supaya dia nggak sembarangan menunjukmu terus.
2. Sikap abai pasangan
Salah satu ciri hubungan asmara yang sehat adalah terjadi keseimbangan. Masing-masing dari kalian, menganggap penting hubungan yang sedang dijalani sekarang.
Bila pasangan sering bersikap abai, jangan didiamkan. Itu termasuk toksik juga, lho. Misalnya, dia sering membatalkan acara kencan kalian, betah nggak menghubungimu berhari-hari, tak pernah berinisiatif untuk melakukan pertemuan bareng.
Sikap-sikap tadi, bisa jadi pertanda kalau yang memprioritaskan hubungan cinta kalian cuma di pihak kamu semata. Sementara dia tak cukup peduli. Bisa jadi, hal itu disebabkan perasaan cintanya ke kamu dangkal!
3. Melakukan kekerasan verbal
Kekerasan, apapun bentuknya itu, tetaplah nggak baik dan berbahaya dampaknya. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap enteng kekerasan verbal. Misalnya, perilaku membentak, memarahi di depan umum, meremehkan, mengkritik dengan keras, dan berbagai ucapan menyakitkan lainnya.
Bila hal tersebut terjadi padamu, jangan dianggap wajar. Karena hal tersebut bisa menggoreskan luka teramat dalam pada psikologismu. Menyebabkan kamu rendah diri, merasa tak berarti dan tak layak dicintai, dan berbagai anggapan buruk lain.
Semoga uraian tadi cukup membuka matamu, bahwa sikap toksik itu nggak semestinya dimaklumi. Kamu mesti berani tegas!
Tag
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mau Tampil Gentle? Intip 4 OOTD Dandy Smart Casual ala Kang Hoon
-
5 Coffee Shop 24 jam untuk Kamu yang Bosan Nugas di Kos
-
Bye Bekas Luka! 4 Brightening Body Lotion Ini Bikin Kulit Cerah dan Lembap
-
5 Pilihan Body Scrub Ekstrak Green Tea untuk Merawat Kulit Cerah dan Halus
-
Bebas Bahan Iritan, 4 Pilihan Body Lotion Fragrance-Free untuk Kulit Eksim
Terkini
-
Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan
-
Kirsten Dunst Gabung Sekuel The Housemaid, Intip Sinopsis dan Jadwal Tayang
-
Buku Sibling Rivalry, Mengurai Trauma Masa Kecil dan Persaingan Antarsaudara
-
Yurizal, BPJS, dan Harga Sebuah Empati
-
Dear Muslim Child: Buku Inspiratif untuk Tumbuhkan Percaya Diri Anak Muslim