Mengutip dari The Conversation, sebagian besar perhitungan waktu yang kita lakukan berpedoman pada pergerakan planet-planet, bulan, dan bintang. Satu hari setara dengan satu kali rotasi bumi terhadap porosnya.
Satu tahun, setara dengan revolusi bumi mengelilingi matahari, yang memakan waktu selama 365 ditambah seperempat hari. Oleh karenanya, setiap 4 tahun dalam tahun kabisat, kita diberikan 1 hari tambahan pada bulan Februari. Akan tetapi, perhitungan lama bulan dan pekan agak lebih rumit dari ini.
Beberapa peradaban paling awal mengamati angkasa dan merekam pergerakan planet, bulan, dan matahari. Bangsa Babylonia, yang hidup di Mesopotamia – kini Iraq, adalah pengamat dan penafsir langit yang cerdik. Berkat hasil pengamatan merekalah, sepekan kita berjumlah 7 hari.
Kalender Gregorian yang kita gunakan sekarang ini berpedoman pada fase bulan (month diambil dari kata moon). Fase bulan ini, tidak persis bersesuaian dengan kalender (berdasar) matahari.
Bulan mengorbit selama 29,5 hari untuk menyelesaikan satu kali fase. Jumlah ini, kemudian oleh bangsa Babylon diturunkan menjadi 28 hari, yang kemudian dibagi menjadi 4. Dengan masing-masing bagian terdiri dari 7 hari.
Alasan pemilihan angka 7 adalah karena mereka mengobservasi tujuh benda angkasa, yaitu matahari, bulan, Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus (disebut juga sebagai planet klasik). Angka 7 memegang makna khusus bagi bangsa Babylon. Sistem 7 hari ini, kemudian diadopsi oleh peradaban-peradaban setelah Babylon, termasuk kita hari ini.
Sementara itu, penamaan hari, disepakati para sejarawan sebagai pengaruh dari peradaban Roma. Merekalah yang menamai hari-hari dalam sepekan berdasarkan nama dewa-dewa Pagan, yang juga berasosiasi dengan planet-planet klasik. Saturday (Saturnus), Thursday (Jupiter), Tuesday (Mars), Sunday (Sun), Friday (Venus), Wednesday (Mercury), Monday (Moon).
Observasi bangsa Roma juga menyimpulkan bahwa objek langit yang paling cepat bergerak memiliki jarak terdekat dengan bumi, begitupun sebaliknya. Beginilah urutan jarak planet berdasarkan pengamatan mereka, berurutan dari yang terdekat: Bulan, Merkurius, Venus, Matahari, Mars, Jupiter, dan yang terjauh adalah Saturnus.
Selain penamaan pada hari, bangsa Roma, dengan metode penghitungan khusus, menemukan sistem planetary hours, yang berkontribusi pada urutan hari-hari dalam sepekan. Tidak berhenti sampai di situ, melalui dekrit Kaisar Konstantin, Roma jugalah yang menetapkan libur bersama jatuh pada hari Minggu.
Baca Juga
-
5 Tips Memilih Rekomendasi Klinik dan Dokter Hewan
-
Kim Sejeong Comeback Melalui Drama Korea A Business Proposal, Ini 6 Faktanya!
-
BTS Berhasil Shooting di Grand Central Station, Berikut 3 Rahasia yang Harus Kamu Ketahui!
-
HyunA dan DAWN Resmi Tunangan, Ini 7 Fakta Perjalanan Asmara Mereka Selama 6 Tahun
-
5 Fakta Drama Korea 'All of Us Are Dead,' Variasi Zombie hingga Latihan Fisik
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Cara Mudah Download Video di TikTok: Tanpa Watermark, Aman, dan Tetap HD
-
4 HP Murah Baru 2026 yang Layak Dibeli: Baterai Besar, Kamera Tajam, dan Harga Bersahabat
-
Samsung Galaxy S27 Pro! Flagship dengan Body Compact Segera Hadir?
-
4 Cushion dengan Allantoin untuk Hasil Flawless Sekaligus Menenangkan Kulit
-
5 HP 1 Jutaan Terbaik Mei 2026, Speknya Bikin Kaget
Terkini
-
Review Film Ladies First: Adaptasi yang Menarik dari Konsep Gender Swap!
-
Paylater dan Normalisasi Utang Kecil-Kecil: Kebiasaan Baru Generasi Digital?
-
Renjun NCT Umumkan Debut Solo Lewat Mini Album Spesial, Echoes Between Us
-
Dibalik Wajah Sempurna: Mengupas Ain, Horor Psikologis Tentang Bahaya Menjadi Pusat Perhatian
-
Petualangan Lima Sekawan yang Ikonik di Buku Enid Blyton