Kualitas hidup kamu ditentukan dari kualitas otot kamu. Namun, otot yang dimaksud di sini bukan otot bisep, trisep, atau otot-otot di tubuh, melainkan otot emosional dan otot spiritual kamu. Hidup itu sama halnya dengan nge-gym, jika kita menginginkan otot-otot fisik itu terbentuk, berarti kita harus latihan. Latihannya juga tidak hanya sekali, tapi terus-menerus.
Kita harus terus mendorong diri sendiri, mendisiplinkan diri untuk terus berlatih agar otot-otot itu bisa berkembang dan bisa tumbuh seperti yang kamu mau. Komitmen, itu kata kuncinya. Seiring berjalan waktu, kekuatan dan kemauan kamu itulah yang akan menghasilkan perubahan. Pada saat kamu melihat ke cermin suatu hari nanti, kamu akan bangga terhadap perubahan fisik yang sudah kamu peroleh.
Nah, hidup juga sama seperti itu. Jika kita ingin otot emosional, otot kebahagian, otot kedamaian dan kegembiraan, haruslah bisa mengusahakannya setiap hari untuk bisa membentuknya. Contohnya, baca buku, latih rasa syukurmu, perhatikan dengan siapa kamu bergaul, isi pikiran dengan hal-hal positif setiap waktu.
Tidak hanya itu, kamu juga perlu memperhatikan apa yang kamu tonton, dengar, dan baca setiap harinya. Lakukan semua hal yang membuatmu bahagia. Semakin banyak kamu berlatih untuk mengembangkan diri, maka akan semakin berkembang menjadi lebih baik lagi.
Semakin banyak kamu melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia, maka kamu akan semakin bahagia. Begitulah cara hidup ini bekerja, jika kamu menginginkan otot keuangan kamu lebih kuat, berarti kamu juga harus memiliki komitmen untuk bisa melatih otot-otot keuangan kamu.
Seperti disiplin dalam pengeluaran, cermat dalam mencari penghasilan, dan kamu bisa melakukan semua ini dengan belajar lebih banyak setiap hari dari orang-orang hebat. Sama seperti otot keuangan, jika kamu menginginkan otot spiritual, berarti kamu harus menjadikan pertumbuhan spiritual kamu sebagai sebuah prioritas dan sebuah keharusan. Bukan hanya sekadar rutinitas, tapi itu harus menjadi prioritas.
Berlatihlah setiap hari, selalu bersyukur dan pastikan bahwa hubungan kamu dengan Tuhan menjadi lebih baik. Kamu juga harus memastikan hubungan antara diri sendiri dan orang-orang lain juga berjalan dengan seimbang. Nah, lakukan sesuatu yang membuat kamu lebih dekat antara dirimu dengan Tuhan. Bukan hanya saat kamu menyukainya, tapi kamu harus bisa menjadikan itu gaya hidup setiap harinya.
Walaupun tantangan dalam hidup kamu ada, tapi itu bukan alasan untuk kamu merasa menderita. Namun sebaliknya, walaupun terkadang kamu harus melewati tantangan, kamu tetap berhak untuk bahagia. Ingatlah bahwa kualitas hidupmu ditentukan oleh kualitas ototmu. Jadi, apakah yang kamu lakukan selama ini telah membentuk otot-otot itu?
Baca Juga
-
3 Film dan Drama Korea yang Diperankan Jeon Do-Yeon, Ada Kill Boksoon
-
3 Rekomendasi Anime yang Berlatar pada Abad ke-20, Kisahkan tentang Sejarah
-
3 Rekomendasi Anime Bertema Mafia, Salah Satunya Spy x Family
-
3 Rekomendasi Anime Gore Tayang di Netflix, Mana yang Paling Sadis?
-
3 Rekomendasi Film Bertema Bom Atom, Gambarkan Dampak Buruk Perang Nuklir
Artikel Terkait
-
Sparkling Ramadan Ngabuburit di Taman Kota Peruri: Paduan Acara Spiritual, Harmoni Musik, dan Bazaar
-
Kisah Spiritual Sang Pro Player Mobile Legends RRQ Skylar Yang Pilih Jadi Mualaf
-
Agar Ibadah Ramadan Lancar, Begini Cara Menjaga Kesehatan Tulang, Sendi, dan Otot
-
Mengapa Kecerdasan Emosional Lebih Penting dari IQ?
-
Memperbaiki Kualitas Spiritual Melalui Buku Perbaiki Diri, Perbarui Hati
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Jadi Penulis Itu Pilihan, Bukan Pelarian
-
Review Film Holland: Misteri yang Gagal Mengembang dan Meledak
-
4 Drama dan Film China Garapan Sutradara Guo Jingming, Semuanya Booming!
-
Sentilan Luhut dan Demokrasi Sopan Santun: Ketika Kritik Dianggap Ancaman
-
Bisnis Musiman Pasca-Lebaran: Peluang yang Masih Bisa Digali