Berbicara mengenai olahraga paling populer di Indonesia, pastinya banyak pihak yang akan menyebut nama sepakbola sebagai olahraga paling populer di negeri ini. Hal ini memanglah tidak berlebihan dikarenakan animo masyarakat terhadap olahraga satu ini memang cukup tinggi dan menyasar banyak kalangan.
Namun, olahraga lain yang sejenis dengan sepakbola seperti futsal ternyata juga cukup digemari oleh banyak kalangan di Indonesia. Bahkan, tidak jarang olahraga futsal di Indonesia dianggap jauh lebih berprestasi dibandingkan dengan ‘kakaknya’ yakni sepakbola lapangan. Hal ini jika ditelusuri bisa berakar pada pembinaan dan pengelolaan futsan di Indonesia yang terbilang cukup masif.
Melansir dari laman futsalindonesia, walaupun bukan asli Indonesia, tetapi sejarah futsal di negeri ini termasuk panjang. Induk federasi futsal Indonesia atau FFI sendiri berdiri pada tahun 2014 silam. Dulunya, induk federasi futsal Indonesia ini berada di dalam komando secara langsung dari PSSI sebagai induk sepakbola Indonesia. Namun, kini tata kelola federasi futsal Indonesia (FFI) lebih dikelola secara mandiri kendati masih menjadi bagian dari PSSI.
Pengelolaan Futsal di Indonesia Dimulai Sejak Level Paling Rendah
Jika berbicara prestasi futsal di Indonesia, prestasi tertinggi timnas futsal putra Indonesia adalah sukses menjuarai ajang ASEAN Futsal Championship pada edisi 2010 dan 2024 silam. Selain itu, di level Asia futsal Indonesia di kategori putra sudah berpartisipasi di ajang AFC Futsal Asian Cup sebanyak 10 kali dan sukses menembus babak perempat final pada edisi 2022 silam.
Raihan prestasi di futsal Indonesia ini sendiri ternyata tak terlepas dari adanya sistem manajemen liga dan pembinaan yang cukup baik dari level paling rendah atau istilahnya akar rumput. Di level profesional, FFI memiliki sistem liga yang terbagi terhadap 2 kasta, yakni kasta utama atau Pro Futsal League yang digelar setiap tahunnya dengan sistem kompetisi dan juga Liga Futsal Nusantara yang menjadi kasta ke-2 liga futsal profesional di Indonesia.
Bahkan, dua level kasta liga futsal di Indonesia tersebut juga terbagi dengan 2 kategori, yakni putra dan putri. Selain level liga futsal reguler, FFI juga menyelenggarakan 2 kompetisi selingan semacam Piala Nasional Futsal Indonesia dan Piala Super Futsal Indonesia. Kedua kompetisi selingan ini juga dikelola secara profesional setiap tahunnya, baik di kategori putra maupun putri.
Di level liga futsal profesional di Indonesia, Pro Futsal League dianggap sebagai salah satu liga futsal terbaik di kawasan ASEAN. Bahkan, ada beberapa klaim yang menyebut jika liga futsal Indonesia juga menjadi salah satu yang terbaik di Asia. Hal ini dianggap menjadi salah satu daya tarik banyaknya pemain kelas dunia yang mau berkarir di liga futsal Indonesia.
Jika di level paling profesionalnya sudah memiliki kompetisi yang berjenjang dan dikelola dengan baik, maka di level dasar sendiri olahraga futsal juga tak kalah baik dalam segi pengelolaan. Banyak kompetisi di level junior hingga amatir juga kerap diselenggarakan di berbagai daerah. Mulai dari level regional hingga bertaraf nasional. Bahkan, banyak sekolah-sekolah mulai tingkatan Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengan Atas (SMA) yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler futsal.
Kondisi ini sendiri secara tidak sadar juga membentuk adanya atmosfir kompetisi futsal dari usia dini di Indonesia dengan cukup terstruktur. Bahkan, pengelolaan kompetisi tersebut beberapa dikelola secara profesional kendati masih di level junior maupun amatir.
Kehadiran kompetisi-kompetisi futsal dari level paling bawah ini sendiri yang tentunya menjadi penopang dari kemajuan olahraga futsal di Indonesia yang kian tahun kian berkembang.
Salah satunya, kompetisi futsal antar-SMA se-Indonesia, yakni AXIS Nation Cup. Kompetisi yang digagas oleh AXIS ini, menjadi salah satu penopang majunya olahraga futsal di Indonesia.
Tentunya diharapkan kondisi atmosfir pengembangan futsal di Indonesia ini bisa kian maju dari waktu ke waktu dan kelak melahirkan prestasi-prestasi di level internasional.
Tag
Baca Juga
-
Piala Presiden 2026: PSSI Rajin Garap Turnamen "Hura-Hura", Lupa Prioritas Piala Indonesia
-
Performa Gacor di Persib, Eliano Reijnders Berpeluang Kembali Merumput di Eropa
-
Karier Tak Menentu, Bali United Bakal Pinjamkan Jens Raven Musim Depan?
-
Dean Zandbergen dan Skandal Paspoortgate: Mengapa Striker VVV-Venlo Ini Tetap Ingin Bela Indonesia?
-
Menanti Debut Tim Geypens di Timnas: Terganjal Polemik Paspor atau Kalah Saing dari Calvin Verdonk?
Artikel Terkait
-
Ketika Futsal Jadi Ruang Ekspresi Anak Muda Urban
-
Futsal di Indonesia: Perjalanan Panjang Menuju Popularitas dan Prestasi
-
Tak Perlu Bersusah Payah, 3 Timnas Indonesia Sudah Pasti Lolos ke Putaran Final Piala Asia
-
Tips Menguasai Teknik Dasar Futsal: Kunci Bermain Efektif di Lapangan Kecil
-
Lebih Dekat Mengenal Futsal, Lapangan Kecil Penuh Strategi
Hobi
-
Wow! Yamaha XMAX Disulap Jadi Motor Cyberpunk dari Serial Tokyo Override
-
Bukan Vespa, Scomadi Technica 200i Hadir dengan Gaya Adventure Klasik Retro
-
Bukan Hanya Pembalap, Tim Tech3 Juga Tentukan Nasib untuk Tahun 2027
-
Kepala Pundak Kerja Lagi, Karya Sal Priadi Jadi OST Monster Pabrik Rambut
-
Kesabaran Mulai Habis, Fabio Quartararo Tak Temukan Titik Terang di Yamaha
Terkini
-
Ketika Chat Mesra Ternyata Salah Sasaran: Manisnya Sweety Anatomi
-
Bikin Khawatir di Baeksang, Ini Alasan Mata Choo Young Woo Ditutup Perban
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Gentala Arasy, Simbol Kejayaan Islam Kebanggaan Negeri Sepucuk Jambi
-
Intip Peran Lee Jun Young di Reborn Rookie, Mantan Atlet yang Bertukar Jiwa