hestika ya
hestika ya
Ilustrasi seseorang sedang menggunakan teknologi XR (Unsplash/XR Expo)

Wah, tak terasa beberapa hari lagi kita akan menjumpai tahun 2022. Bagaimana, nih, 2021 kalian? Apakah kalian salah satu pengikut tren-tren yang ada? Membahas mengenai tren, yuk, kita bahas kira-kira tren digital apa saja yang akan berkembang di 2022.

Tren digital tentunya harus diperhatikan, terutama bagi mereka yang memiliki bisnis di bidang apa pun. Tren seperti ini akan membantu kalian dalam mengembangkan target pasar kalian.

Merangkum dari laman Forbes, yuk, kita langsung saja bahas 7 tren digital yang akan semakin berkembang di tahun 2022!

1. Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR)

Tren digital pertama yang diprediksi semakin berkembang di tahun 2022, yakni Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR). Augmented Reality (AR) adalah sebuah teknologi di mana menempatkan gambar, teks, atau suara di dunia nyata. Sementara Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang membuat pengguna mampu berinteraksi baik dengan dunia nyata atau dunia buatan.

Kalian sempat ingat dengan permainan Pokemon Go yang sempat viral pada tahun 2016? Permainan tersebut merupakan salah satu bentuk pengimplementasian teknologi AR. Contoh lain penggunaan AR yaitu museum virtual yang menampilkan museum secara nyata melalui sebuah website atau aplikasi.

Sephora, retailer kosmetik, mengeluarkan Sephora Virtual Artist, di mana konsumen bisa mencoba melakukan makeover secara virtual. Hal tersebut tentunya akan membantu konsumen dalam menyesuaikan kosmetik mana yang sekiranya cocok dengan skin tone mereka.

Perusahaan besar seperti Meta (Facebook) juga kini telah meluncurkan teknologi VR untuk Horizon Worlds, sebuah platform game di mana orang-orang dapat bermain bersama. Begitu pula dengan Microsoft yang telah mengembangkan Mesh, platform Mix Reality yang memanfaatkan VR dan AR untuk membuat kolaborasi atau pembuatan aplikasi agar menjadi lebih mudah. Tren AR dan VR kemungkinan akan semakin berkembang di kalangan B2B pada tahun 2022

2. Voice Search (Pencarian Suara)

Beberapa voice search yang saat ini terkenal yaitu Google Voice Search, Alexa, dan Siri. Penggunaan voice search memang sangatlah memudahkan kita. Tidak perlu terlalu banyak effort dalam penggunaannya.

Menyadur dari laman Forbes, pada tahun 2020, penjualan smart speakers secara global mencapai 150 juta unit. Diketahui bahwa 71 persen konsumen lebih menyukai voice search dibandingkan typing.

Google Voice Search yang merupakan produk Google ini telah memiliki lebih dari 100 bahasa dalam penggunaannya. Domino, perusahaan makanan, telah lama menggunakan di Amazon Echo.

Pada tahun 2022 diperkirakan akan ada banyak perusahaan maupun brand yang akan memanfaatkan voice search dalam website maupun konten mereka untuk mengarahkan konsumen menuju situs mereka dan bertujuan untuk meningkatkan SEO mereka.

3. eSports

Forbes mengungkapkan bahwa pengguna eSport sampai akhir 2021 ini telah mencapai 474 juta pengguna. Didukung dengan perkiraan data yang dimiliki Markets and Markets, dari tahun 2017 hingga 2023 diperkirakan pasar eSports akan meningkat sebanyak USD 1.480,6 juta. Artinya, pada tahun 2022, tren digital satu ini juga akan turut semakin berkembang.

Bidang eSports semakin berkembang sejak pandemi yang dimulai pada tahun 2019 lalu. Didukung pula dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat seperti meningkatnya popularitas video game. Menjadi salah satu alasan mengapa eSport semakin banyak diminati. Hal ini dapat dijadikan pertimbangan bagi kalian yang ingin terjun ke dunia eSport.

4. Digital Payment

Wah, kalau teknologi digital yang satu ini sudah tidak perlu diragukan lagi dong, ya? Pasti banyak dari kalian yang sudah mulai beralih dari uang cash ke digital payment, bukan? Apalagi ketika kita melakukan pembayaran untuk transaksi di e-commerce, pasti kebanyakan dari kita menggunakan digital payment, bukan?

Melalui data yang dikeluarkan oleh Statista, digital payment di Indonesia semakin tahunnya terus mengalami peningkatan. Begitupun pada tahun 2022, yang diprediksi akan terus mengalami peningkatan. Pada segmen Digital Commerce sendiri telah terjadi proses transaksi sebesar USD 50.391 juta pada tahun 2021.

Selain memudahkan kita dalam penggunaannya, biasanya beberapa perusahaan digital payment akan memberikan banyak cashback ataupun diskon dan tentunya berhasil menggiurkan konsumen. Di Indonesia, digital payment yang paling banyak digunakan sampai pertengahan tahun 2021 yaitu OVO, Gopay, LinkAja, ShopeePay, dan DANA (Mandiri Institute, 2021). Kalau kalian penikmat digital payment yang mana, nih?

5. Micro-Videos

Micro-videos diprediksi akan menjadi tren digital berikutnya di tahun 2022. TikTok salah satu platform yang menggunakan format micro-videos berhasil meraih lebih dari 1 miliar pengguna hanya dalam 5 tahun sejak perilisannya pada tahun 2016. Pencapaian ini lebih cepat dibandingkan Facebook yang baru berhasil memperoleh 1 miliar pengguna dalam 8,8 tahun, YouTube 8 tahun, dan Instagram 7,8 tahun.

Kesuksesan TikTok ini, membuat YouTube membuat inovasi baru dengan memanfaatkan format micro-videos pada YouTube Shorts dan Instagram mengeluarkan Instagram Reels sebagai pengimplementasian micro-videos.

Durasinya yang tidak terlalu lama juga terlalu pendek membuat pengguna merasa nyaman dalam menikmati video dalam format micro-videos ini. Oleh sebab itu, para pebisnis dapat memanfaatkan format micro-videos dalam mempromosikan produk kalian.

6. Nano-Influencer Marketing

Melakukan endors kepada mereka yang termasuk ke dalam golongan nano-influencer dirasa mampu menumbuhkan kepercayaan yang lebih kepada konsumen. Tidak ada patokan berapa followers yang harus dimiliki oleh seorang nano-influencer. Beberapa studi mengungkapkan bahwa nano-influencer adalah mereka para influencer yang memiliki followers kurang lebih 5.000.

Melalui lamannya, Forbes mengungkapkan bahwa para nano-influencer maupun mikro-influencer dirasa mampu menjangkau para pengikutnya lebih sering dibandingkan para selebriti. Hal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi para pebisnis untuk menggunakan nano-influencer dalam mempromosikan produk kalian. Berkaitan dengan hal ini, maka nano-Influencer marketing menjadi tren digital selanjutnya yang dipredeksi akan semakin berkembang di tahun 2022.

7. Privacy Regulation

Terakhir ada privacy regulation, salah satu tren digital yang juga diprediksi semakin berkembang di tahun 2022. Beberapa dari kita pasti merasa kurang nyaman dengan privasy regulation atau biasa yang kita tau dengan persetujuan cookies. Persetujuan tersebut biasanya akan digunakan untuk memberikan beberapa referensi atau iklan bagi kita untuk situs web tertentu.

Untuk perusahaan besar seperti Google akan menghentikan penggunaan cookie pada tahun 2023. Apple di iPhone juga selalu yang meminta izin pengguna pelacakan aplikasi. Facebook juga mengumumkan bahwa teknisinya sedang dalam tahap pengerjaan solusi untuk menayangkan iklan yang relevan kepada pengguna tanpa memanfaatkan data pribadi.

Itu dia ketujuh tren digital yang akan semakin berkembang di tahun 2022. Bagaimana menurut kalian?

Komentar