Apa pun bentuknya, berbohong adalah sebuah tindakan atau sikap yang tidak sesuai fakta sebenarnya. Ada banyak faktor yang melatarbelakangi seseorang memilih untuk berbohong dan banyak di antaranya bisa dilihat dari tingkah laku atau bahasa tubuhnya.
Berikut ini, tujuh bahasa tubuh yang biasa dilakukan ketika seseorang sedang menyembunyikan kebenaran atau berbohong. Dengan mengetahui ciri-ciri orang yang berbohong, kamu bisa mendeteksi lawan bicaramu yang sedang jujur atau tidak.
1. Merapikan penampilan
Perilaku merapikan penampilan biasanya terlihat pada wanita ketika merasa tidak nyaman untuk menjawab suatu pertanyaan. Mereka akan membetulkan pakaian atau make up mereka di area mata. Gestur ini memungkinkan mereka merasa aman dan tampil lebih percaya diri atas kebohongan kecil yang akan mereka sampaikan.
2. Menyentuh leher
Ketika lawan bicaramu menggosokkan lehernya mungkin terlihat seolah-olah ia benar-benar memikirkan pertanyaan yang kamu berikan. Dalam bahasa tubuh, gerakan ini dapat diartikan bahwa ia tidak sepenuhnya setuju denganmu atau sedang menyembunyikan sesuatu.
3. Memiringkan kepala
Menurut Charles Darwin, manusia akan memiringkan kepala mereka ketika merasa tertarik pada sesuatu. Pembohong juga mungkin akan memiringkan kepala sebagai bahasa tubuhnya saat mencoba mengulur-ulur waktu untuk menjawab suatu pertanyaan yang tidak bisa mereka jawab dengan jujur.
4. Berpegangan pada suatu benda
Ketika seseorang sering berbohong, ia akan berada dalam kondisi rentan atau tertekan sehingga membutuhkan pegangan agar lebih stabil. Dia kemungkinan akan berpegangan pada benda-benda di sekitar mereka yang dapat membantu perasaan mereka lebih stabil.
5. Kedua matanya tetap terbuka lebar
Psikologi mengatakan bahwa pembohong tidak akan dapat mempertahankan kontak matanya untuk waktu yang lama. Namun, jika seseorang berbohong dan mencoba untuk memanipulasi untuk percaya pada mereka, maka ia akan mencoba menatapmu tepat di mata untuk membuat diri mereka sendiri tampak dapat dipercaya.
6. Menggigit bibir
Menggigit bibir menjadi bahasa tubuh yang kerap diperlihatkan oleh seseorang yang sedang berbohong. Orang yang terpaksa berbohong sulit berbicara karena mulut mereka menjadi sangat kering. Saat seseorang merasa tertekan, sistem saraf otonom akan menurunkan produksi air liur. Orang yang sedang mengalami hal demikian akan meminum air dengan sangat cepat.
7. Mendongakkan dagu
Orang yang sedang berbohong akan berusaha membuat kata-katanya terdengar kuat sehingga dagunya akan tampil mendongak secara otomatis. Selain keenam bahasa tubuh di atas, mendongakkan kepala juga kerap diperlihatkan seseorang yang tengah berbohong padamu.
Itulah tujuh bahasa tubuh yang menandakan seseorang tengah berbohong padamu. Tujuh perilaku di atas mungkin pernah kamu lihat pada lawan bicaramu atau mungkin saja pernah kamu lakukan ketika kamu berbohong. Jika lawan bicaramu menunjukkan bahasa tubuh seperti di atas, dapat disimpulkan bahwa kemungkinan besar ia sedang berbohong.
Baca Juga
-
Fakta Menarik dari 'Smugglers', Film Baru Korea yang Penuh Bintang Korea
-
Disney Rilis 'Haunted Mansion' Tayang Juli di Bioskop, Moviegoer Merapat!
-
Film 'Galaksi' Adaptasi Wattpad Tayang di Bioskop Agustus 2023, Sudah Siap?
-
Rumbling Lanjut, Attack on Titan Final Season Tayang Musim Gugur Mendatang!
-
Doraemon Nobita's Sky Utopia Hadir di Bioskop Indonesia Bulan Juli Ini!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong