Ketika pengaruh lingkungan sangat mudah mempengaruhi perilaku anak, apa yang dapat kita andalkan untuk menyelamatkan anak-anak? Jawabannya adalah hubungan yang erat.
Hubungan yang kuat dan saling percaya dapat menyelamatkan anak dari pengaruh luar yang negatif, sebab anak cenderung untuk kembali kepada kita. Anak merindukan tempat yang aman dan nyaman untuk berbagi, mendapatkan cinta dan kehangatan.
Bayangkan jika anak tidak lagi mau mendengar kata-kata, masukan, pendapat, saran, dan nasihat kita. Anak semakin jauh dari sikap patuh da hormat kepada orang tua. Kesalahpahaman dan perbedaan yang tajam akan menciptakan hubungan yang retak. Hubungan yang dingin dan rasa asing satu sama lain justru akan menyeret anak semakin jauh dari orang tua.
Lalu, apa yang harus dilakukan untuk menciptakan hubungan yang erat dengan anak?
Berikut 7 cara mempererat hubungan orang tua dengan anak, yaitu:
1. Pahami perbedaan anak memandang dunia ini
Orang tua tidak dapat memaksakan pendapat dan menginginkan anaknya berpikir seperti dirinya. Setiap anak memiliki kepribadian, perasaan, dan kesukaan yang berbeda antara yang satu dengan lainnya.
2. Libatkan diri dengan kehidupan anak
Tunjukkan ketertarikan dan perhatian kita pada kegiatan anak, teman-temannya, serta hobi, musik dan film yang digemarinya, termasuk perkembangannya di sekolah. Anak-anak butuh kehadiran pikiran dan perasaan orang tua dalam kehidupannya sehari-hari, bukan sekadar kecukupan materi.
3. Bicaralah dengan anak
Berbincang-bincang merupakan aktivitas utama untuk menghangatkan komunikasi dengan anak. Topik perbincangan bisa apa saja, yang penting anak merasa nyaman berbincang dengan orang tuanya.
4. Buatlah acara bersama
Pilih waktu bersama dan ciptakan kegembiraan bersama anak, di luar kegiatan rutin yang sudah terjadwal. Jalan-jalan ke taman, ke mall, jalan pagi, nonton di bioskop, makan es krim di kedai, bisa dinikmati bersama.
5. Dengarkan mereka
Ketika anak mengajak kita bicara, turunkan dulu koran atau buku yang sedang kita baca, bahkan jika perlu matikan ponsel jika kita sedang menonton Youtube. Lalu dengarkan anak bicara sambil menatap matanya. Berikan perhatian kita sepenuhnya.
6. Katakan cinta
Sampaikan rasa sayang melalui kata-kata dan sentuhan kepada anak. Pelukan, ciuman ringan, serta sekadar tepukan hangat di bahu, mampu menambah keyakinan pada anak bahwa mereka dicintai.
7. Ajak bekerja sama
Ajaklah anak untuk bekerja sama membuat makanan, membersihkan kamar, membersihkan akuarium, dan sebagainya di akhir pekan. Dengan melakukan beberapa tugas bersama-sama, anak akan merasa dibutuhkan dan menjadi bagian penting dari keluarga di rumah.
Inilah tujuh macam cara agar hubungan antara anak dan orang tua semakian erat dan akrab. Intinya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, selalu sediakan waktu luang untuk anak, dan sebagainya, dan seterusnya.
Baca Juga
-
Buku Hakim Sarmin Presiden Kita: Membaca Politik Lewat Tawa dalam Dua Lakon
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
-
HONOR Pad V9 Resmi Hadir: Tablet Tipis dengan Layar 144Hz dan Baterai Jumbo 10.100 mAh
-
HUAWEI MatePad Air 2026: Tablet Tipis dengan Layar OLED 144Hz dan AI untuk Kerja Lebih Cerdas
-
iQOO Pad Ultra Segera Rilis: Bawa Kipas Pendingin Internal dan Touch Sampling 5.000Hz
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Masker Rambut Berbahan Mint yang Ampuh Usir Rambut Lepek dan Ketombe
-
AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan
-
Hapus Makeup Waterproof! 4 Cleansing Balm Tube Mini Anti-Ribet Buat Liburan
-
MediaTek C10 Max Bawa Performa AI 55 TOPS, Siap Jadi Penantang Snapdragon X
-
Intip Spek Huawei Mate 90 RS Ultimate: Kamera Periskop 200 MP dan Zoom Optik 12x Jadi Sorotan
Terkini
-
Sinopsis Irreplaceable, Dracin Terbaru Zhao Jin Mai dan Wei Da Xun di Youku
-
Good Talk GNFI di UAD: Pendidikan RI Dianggap Hanya Cetak Tenaga Kerja
-
Salma Rilis Lagu 'maha benar', Sindiran Keras Buat Netizen Julid dan Si Paling Paham Hidup Orang!
-
Korea Selatan Libatkan Warga Lawan Deepfake, Indonesia Bisa Belajar Apa?
-
Korps Kadet RI di Sekolah: Perlukah Bela Negara Jadi Ekstrakurikuler?