Persaingan mungkin sudah dianggap banyak orang hal yang wajar terjadi. Bagaimanapun juga, persaingan bisa meningkatkan motivasi yang ada dalam diri kita. Namun, bagaimana kalau kondisinya bahwa temanmu sendiri menganggap dirimu sebagai saingannya?
Pastinya kamu jadi tidak tenang dan tidak nyaman bila berinteraksi dengannya. Oleh karena itu, kenali 4 tanda di bawah ini ketika temanmu menganggap dirimu sebagai saingannya.
1. Merasa iri melihatmu memperoleh pencapaian
Ketika seseorang menganggap temannya sebagai saingan, mungkin saja dia akan tidak senang saat melihatnya baru saja berhasil memperoleh pencapaian. Hal ini terjadi karena dia ingin lebih baik dibandingkannya.
Maka dari itu, saat temanmu menganggapmu sebagai saingannya dapat kamu lihat bagaimana dia bersikap. Misalnya saja dia berinteraksi denganmu dengan sikap yang judes, atau bahkan marah-marah tanpa ada alasan yang jelas.
2. Berani membicarakan kejelekanmu di belakangmu
Disaat orang yang seperti ini tidak mampu mencapai keberhasilannya, dia tidak segan untuk membicarakan kejelekanmu di belakangmu, lho. Itu terjadi karena dia merasa iri dan berharap kamu dapat terlihat buruk di hadapan orang lain.
Namun lebih bahaya ketika kamu sudah menaruh kepercayaan padanya tentang aib dalam hidupmu, secara tidak langsung dia bisa saja menyebarkannya lagi ke orang lain.
3. Mencoba mengikuti apa yang kamu lakukan dan berani mencuri idemu
Biasanya persaingan bisa kamu lihat dengan jelas ketika ada teman mencoba mengikuti keputusanmu, dan bahkan dia berani mencuri ide atau gagasan yang kamu miliki.
Bukannya dia mengajakmu berdiskusi atau meminta bimbingan darimu, justru dia berharap kamu dapat merasa kalah atas dirinya. Akhinya pun dia selalu ingin menjatuhkanmu dengan berbagai cara yang tidak sehat.
4. Selalu ingin lebih unggul ketika ngobrol
Memiliki teman yang menganggapmu sebagai saingannya justru akan sulit diajak ngobrol santai. Topik apapun yang sedang dibahas, justru dia mengalihkannya dengan berbagai pencapaiannya biar dianggap lebih hebat dibandingkan dirimu.
Parahnya lagi, dia berani memotong pembicaraanmu dengan cara menyombongkan diri atas semua pencapaiannya tersebut. Alhasil, tentu saja siapa yang tidak kesal kalau diperlakukan seperti itu?
Kenyataannya, persaingan memang memberikan motivasi yang membantu kita memperoleh tujuan yang ingin dicapai. Namun, persaingan yang tidak sehat dengan teman sendiri justru sebaiknya tidak kamu lakukan.
Baca Juga
-
3 Alasan Orang Selingkuh dalam Hubungan yang Perlu Kamu Ketahui
-
5 Cara Bijak untuk Menerima Fakta Bahwa Cinta Tak Selalu Berbalas
-
5 Kelebihan dan Kekurangan Punya Pacar yang Romantis!
-
5 Hal Buruk Jika Terlalu Bersikap Baik dengan Pasangan
-
4 Kesulitan yang Suka Dialami oleh para Pegawai Kontrak, Pernah Merasakan?
Artikel Terkait
-
Tasya Farasya Buktikan Kesuksesan Tanpa Kontroversi, Disebut Beda dengan Kembarannya
-
Brand Value Meningkat, BRI Jadi Merek No.1 di Indonesia dan Urutan 323 Dunia dalam Daftar Brand Finance Global 500 2025
-
Memperbaiki Kualitas Spiritual Melalui Buku Perbaiki Diri, Perbarui Hati
-
Ulasan Novel Pasta Kacang Merah: Narasi tentang Diterima dan Memaafkan
-
Apa yang akan Terjadi dengan Kehidupan Manusia Jika Tidak Ada Ilmu Fisika?
Lifestyle
-
4 Moisturizer dengan Cooling Effect, Segarkan Wajah di Cuaca Panas!
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
Terkini
-
Review Anime My Stepmoms Daughter Is My Ex: Ketika Mantan Jadi Saudara Tiri
-
Novel Four Aunties and A Wedding: Pesta Pernikahan Berubah Menjadi Mencekam
-
Kembali Naik Peringkat, Timnas Indonesia Berpotensi Tempel Ketat Vietnam di Ranking FIFA
-
Review Film Broken Rage: Ketika Takeshi Kitano Menolak Bertele-tele
-
Hidup Itu Absurd, Jadi Nikmati Saja Kekacauannya