Banyak yang mengtakan kalau cinta dapat membuat seseorang merasa bahagia. Akan tetapi pada penerapannya tak sedikit cinta yang membutuhkan kesabaran, pengorbanan, rasa sakit dan sebagainya. Memang sangat wajar bila hubungan asmara yang dijalin mengalami pasang surut, tetapi bukan berarti kamu harus menderita sepanjang waktu.
Sayangnya, tak banyak orang yang menyadari bahwa dirinya sudah menderita karena cinta. Nah, supaya kamu tidak ikut terjebak dalam hal tersebut, segera sadari beberapa tanda berikut ini yang menunjukkan kalau kamu menderita karena cinta.
Berikut 4 tanda kamu sudah menderita karena cinta:
1. Selalu Mencoba Membaca dan Memahami Pikiran Pasanganmu
Bukannya berkomunikasi untuk menyelesaikan suatu masalah, kekasihmu justru lebih sering memberikan silent treatment agar kamu bisa menebak apa yang dia inginkan. Sikap seperti ini secara tak langsung hanya akan meningkatkan kecemasanmu.
Bahkan, sikapnya tersebut dapat membuat kamu merasa gagal sebab tak bisa menebak dengan benar apa yang dia mau. Kamu semakin merasa bersalah dan tidak berguna ketika dia tidak kunjung berbaikan denganmu.
Sebenarnya hal ini adalah bentuk perilaku untuk mengendalikan yang telah dia perbuat, sekaligus awal dari pelecehan yang mungkin akan kamu terima dalam waktu yang cukup lama. Yakin kamu masih mau mengalah terus-terusan?
2. Selalu Berlawanan dalam Segala Hal
Katanya perbedaan memang dapat disatukan bila sudah dibumbui dengan rasa cinta dan kasih sayang. Awalnya hubungan semacam ini memang terasa menarik untuk dijalani.
Akan tetapi bila kamu dan kekasih tidak berhasil melakukannya, salah satu di antara kalian justru akan bersikap dominasi. Di mana dia akan berusaha untuk mengubah yang lainnya hingga menjadi seperti yang dia harapkan, begitu pun dengan sebaliknya.
Oleh karenanya dalam menjalin hubungan kamu perlu mencari pasangan yang punya banyak kesamaan denganmu, sependapat dengan kamu tentang banyak hal, dan juga mempunyai tujuan yang sama terhadap hubungan yang dimiliki.
3. Kamu Selalu Disalahkan
Kalau kamu terus-terusan merasa bertanggung jawab untuk setiap masalah yang ada dalam hubungan, ini termasuk tanda kalau kamu mulai menderita karena cintamu sendiri.
Sadarilah bahwa membiarkan diri sendiri memikul semua tanggung jawab merupakan perilaku manipulatif yang telah dia berikan.
Hal tersebut memicu munculnya rasa takut, bersalah, cemas, atau justru merasa malu dan tidak layak.
4. Menghabiskan Banyak Waktu untuk Memikirkan Dia
Jika kamu terobsesi ataupun selalu menggunakan waktu untuk memikirkan orang yang kamu cintai, ini justru akan menyiksa perasaanmu. Sebenarnya terlalu fokus kepada kebahagiaan orang lain hanya akan mengalihkan duniamu sendiri, di mana kamu tidak bisa lebih peka dan memperhatikan dirimu sendiri.
Hal ini akan mengganggu aktivitas karena pikiranmu juga tidak bisa berkonsentrasi. Bahkan, kalau terus-terusan terobsesi begini, bisa jadi kedepannya kamu akan lebih banyak mengorbankan diri.
Apabila kamu mulai merasakan adanya tanda-tanda ini, sebaiknya segera berubah. Lakukan evaluasi diri sehingga kamu tidak terjerumus semakin dalam!
Baca Juga
-
Suara.com Harus Terus Terbaca hingga Pelosok Nusantara
-
Berkat Suara.com dan Yoursay, Kini Mencari serta Berbagi Informasi Tak Sulit Lagi
-
3 Tips Menghemat saat Bekerja, Pengeluaran Jadi Gak Membengkak
-
Perlu Dicoba! Ini 4 Cara Memulai Usaha Jus Buah supaya Laris
-
3 Cara Jualan Makanan Secara Online, Dijamin Banyak Untungnya!
Artikel Terkait
Lifestyle
-
iPhone Versi Android? Honor 600 Pro Viral karena Iklan di Depan Apple Store
-
Murah Tapi Gak Murahan! 7 HP Samsung Terbaik 2 Jutaan
-
4 HP Flagship Dimensity 9500: Spek Dewa, Siap Libas Game Berat
-
OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa
-
4 Brightening Serum dengan Glycolic Acid Solusi Wajah Lebih Cerah dan Halus
Terkini
-
Overworked tapi Underpaid: Realita Dunia Kerja yang Diam-diam Dinormalisasi
-
Park Ji Hyun Jadi Idol K-Pop di Film Wild Sing, Intip Detail Karakternya
-
Kalau Jelek Gak Boleh Marah? Maaf Sal Priadi, Saya Tidak Setuju
-
Mortal Kombat II: Kembalinya Scorpion dengan Dendam yang Lebih Kuat!
-
Bukan Sekadar Isekai: Mengapa Mushoku Tensei Dianggap Pelopor Genre Modern?