Membiarkan anak tidur pisah kamar dengan kita memang bukan hal yang mudah. Seringkali kita merasa tidak tega, bahkan kepikiran sampai tidak bisa ikut tidur. Itu adalah hal yang wajar karena sebelumnya sejak anak bayi, dia selalu ada di samping kita.
Namun, anak tetap harus tumbuh dan berproses. Salah satunya adalah dengan tidur sendiri. Siapa sangka, hal ini ternyata memberikan banyak manfaat untuk anak.
Berikut ini adalah beberapa manfaat anak tidur sendiri yang merangkum dari id.theasianparent.com:
1. Melatih Kemandirian
Cara menjadikan anak tumbuh mandiri yang paling sederhana adalah dengan membiasakannya untuk tidur di kamarnya sendiri. Hal tersebut adalah hal yang berat bagi anak maupun orang tua.
Awalnya anak mungkin akan sering menangis karena mencari orang tuanya. Begitupun orang tua yang mengkhawatirkan keadaan anak. Tapi seiring berjalannya waktu, anak juga akan terbiasa dan berani tidur dikamarnya sendiri.
2. Memiliki Kualitas Tidur yang Lebih Baik
Anak yang pisah tidur dengan orang tuanya maka akan terhindar dari kebisingan yang dibuat oleh orangtua yang bercerita atau berdiskusi. Dengan begitu anak akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik.
Hal ini pun dibenarkan oleh seorang Psikolog Anak Jovita Maria, yang dikutip dari Kompas.com, bahwa anak yang tidur di kamarnya sendiri akan lebih pulas dan terjaga.
3. Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak
Membiasakan anak tidur di kamarnya sendiri akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Rasa percaya diri ini akan sangat penting bagi pertumbuhannya. Baik untuk dalam hal pergaulan dengan teman sebaya maupun ketika berada di sekolah.
4. Mengenalkan Kedisiplinan dan Membuatnya Memahami Privasi
Membiasakan anak tidur di kamarnya sendiri akan melatih kedisiplinannya. Misalnya anak akan memahami jam tidur dan bangun tidurnya sendiri. Kita juga bisa mengajarkan kepada anak untuk membereskan kamarnya sendiri dan menjaga kebersihannya. Dengan begitu anak akan tumbuh menjadi anak yang disiplin.
Selain itu, membiarkan anak memiliki kamar sendiri juga membuatnya memahami privasi yang dibutuhkan setiap orang. Layaknya dia sendiri yang juga membutuhkan privasi. Misalnya dia merasa tidak nyaman jika kita sebagai orangtua tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya.
Jadi, kita harus membiasakan untuk mengetuk pintu sebelum menemui anak. Hal ini akan ditiru oleh anak ketika dia memasuki kamar orang lain. Perlahan, dia akan memahami privasi yang dibutuhkan oleh setiap orang.
5. Menumbuhkan Kemampuan Beradaptasi yang Baik
Ketika anak sudah terbiasa untuk tidur terpisah dari orangtua, maka ia akan bisa mengatasi segala perasaannya dan berusaha membuat dirinya nyaman. Kemampuan beradaptasi ini akan sangat berguna ketika nanti kita melepaskan mereka ke lingkungan sosial yang lebih luas.
6. Melatih Keberanian
Tidur di kamarnya sendiri memberi tantangan tersendiri untuk melatih keberaniannya. Berani memejamkan mata tanpa dipeluk orangtua, serta berusaha mengatasi ketakutan-ketakutan mereka sendiri.
Itu dia 6 manfaat membiarkan anak tidur di kamarnya sendiri yang sangat berpengaruh kepada pertumbuhannya.
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Cegah Kusam! Ini 5 Night Cream Vitamin C untuk Kulit Tampak Cerah Merata
-
Elegan! Ini 7 Rekomendasi Merk Handuk yang Cocok Jadi Souvenir dan Hampers
-
4 Gaya OOTD Y2K Chic ala Juun Hearts2Hearts, Manis tapi Tetap Edgy!
-
7 HP RAM 8/256 GB Harga Rp2 Jutaan, Speknya Bikin Kaget!
-
4 Milky Toner Squalane Tingkatkan Hidrasi Kulit untuk Perkuat Skin Barrier
Terkini
-
Belajar dari Iblis dan Maling? Seni Menang di Buku Jadilah yang Terbalik!
-
Review Serial The Hawk: Ketika Ambisi dan Ego Berbenturan di Lapangan Golf
-
Review Juno: Kisah Kehamilan Remaja yang Hangat dan Penuh Pelajaran Hidup
-
Magic Cat Leave the Trees, Please: Puisi Indah untuk Menyelamatkan Bumi
-
Waktu untuk Tidak Menikah dan Alasan yang Menyertainya