Salah satu budaya yang mengakar sejak lama yaitu menganggap bahwa lelaki itu lebih superior daripada wanita. Semua hal-hal yang berat harus dilakukan oleh lelaki. Wanita lebih baik diam saja, jangan ikut campur. Budaya ini biasa kita kenal dengan istilah patriarki. Jelas, budaya tersebut haruslah segera dihapus.
Tidak hanya soal pekerjaan atau hal-hal yang berat saja, bahkan untuk urusan menyatakan cinta pun, biasanya lelaki lah yang memulai duluan. Jika wanita mendekati atau mengungkapkan perasaan lebih dulu biasanya akan dianggap murahan atau tidak biasa. Padahal tidak ada larangan sama sekali untuk wanita mengungkapkan perasaannya duluan.
Beberapa wanita enggan untuk mengungkapkan perasaan (confess) duluan memang mempunyai alasan tertentu. Seperti malu, tidak berani, kurang percaya diri, atau takut dengan kenyataan yang akan diterimanya. Namun tidak sedikit ada juga wanita yang memberanikan diri untuk ‘menembak’ lelaki yang dicintainya.
Wanita yang berani mengungkapkan perasaannya secara langsung mungkin bisa dibilang cukup langka. Karena kelangkaannya tersebut, maka keberadaan mereka itu sangat spesial. Nyali mereka patut diacungi jempol di tengah stereotip yang berkembang di masyarakat.
Berikut beberapa alasan wanita menembak duluan itu spesial. Apakah kamu termasuk di antaranya?
1. Bukan Wanita Sembarangan
Alasan pertama mengapa wanita yang berani mengungkapkan perasaannya itu dianggap spesial karena mereka bukanlah tipe wanita yang sembarangan. Tentunya mereka melakukan hal tersebut dengan segala pertimbangan dan keyakinan yang tinggi. Mereka juga siap dengan risiko yang akan diterimanya nanti.
2. Tidak Banyak Wanita yang Melakukannya
Seperti yang kita tahu, sangat jarang wanita bisa ‘menembak’ lelaki yang dicintainya. Kebanyakan wanita akan selalu menunggu lelaki untuk mengungkapkan perasaannya. Cukup banyak alasan yang mendasarinya. Tentunya wanita yang berani to the point dengan perasaannya adalah wanita yang sangat spesial.
3. Sulit Ditemui di Zaman Sekarang
Berhubungan dengan alasan kedua, wanita gentle sangat sulit ditemui di zaman sekarang ini. Rata-rata dari mereka sulit untuk menabrak “pagar pembatas” yang selama ini sudah berkembang dalam budaya patriarki di masyarakat. Maka dari itu, wanita-wanita spesial tersebut keberadaannya cukup langka karena sudah sulit ditemui.
4. Dikenal sebagai wanita yang setia
Wanita dikenal sebagai makhluk yang setia, meskipun ada juga beberapa yang ketahuan bermain kotor atau selingkuh dari pasangannya. Salah satu wanita yang dikenal setia di antaranya adalah mereka yang mengungkapkan perasaannya secara langsung. Hal tersebut bisa dilihat dari perjuangannya untuk jujur terhadap perasaannya sendiri pada pujaan hatinya.
5. Mampu Mematahkan Stereotip yang Berkembang di Masyarakat
Wanita yang dengan gagahnya mengungkapkan perasaan pada lelaki yang dicintainya menunjukkan bahwa ia sudah mematahkan stereotip yang berkembang di masyarakat. Mereka mampu membuktikan, bahwa menjadi wanita tidak melulu harus selalu menunggu lelaki. Mereka juga bisa untuk memulainya sendiri. Wanita seperti mereka adalah wanita yang sangat spesial dan tentunya elegan.
Nah, seperti itulah beberapa alasan mengapa wanita yang berani ‘nembak’ atau confess duluan adalah wanita yang sangat spesial. Mereka mampu membuktikan bahwa sebagai wanita pun dapat mengungkapkan perasaannya tanpa harus takut dan gengsi.
Baca Juga
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
-
5 Sunscreen Korea untuk Kulit Sensitif: Aman, Tanpa Alkohol dan Parfum
Terkini
-
Hwang Minhyun Diincar Gantikan Lee Jong Suk dalam Drama Iseop's Romance
-
Review Serial The Gentlemen Season 2: Pengkhianatan Berdarah Keluarga Glass
-
Jung Chaeyeon Perankan 3 Karakter di Drakor M: Reboot, Siap Tayang 2027
-
UlasanA Bona Fide Killer: Ketika Ibu Rumah Tangga Menyimpan Identitas sebagai Pembunuh
-
Petualangan ke Dunia Tanpa Titik Akhir di Buku Princess, Bajak Laut & Alien