Scroll untuk membaca artikel
Hernawan | Zulfah Ariyani
Ilustrasi pernikahan. (Freepik/senivpetro)

Menikah merupakan salah satu goals yang ingin dicapai setiap orang, terlebih bagi yang telah memiliki pasangan. Namun, sebagian orang cenderung terburu-buru untuk menikah tanpa memikirkannya dengan matang.

Ada beberapa alasan yang mendasari orang untuk terburu-buru menikah, di antaranya adalah adanya tuntutan untuk segera menikah dari banyak pihak. Selain itu, juga minimnya pengetahuan tentang pernikahan sehingga yang dibayangkan hanya hal yang manis-manis saja.

Jika kamu memiliki pemikiran yang sama untuk segera menikah, sebaiknya kamu perlu berpikir dua kali. Kamu perlu mempertimbangkan juga dampak buruk menikah terlalu cepat.

Berikut 4 dampak buruk menikah terlalu cepat, yuk simak!

1. Kecewa dengan Pasangan

Meskipun kamu dan pasangan telah mengenal dan berpacaran cukup lama, bukan berarti kamu telah mengetahui semua hal tentang pasanganmu. Ketika masih pacaran, pasangan akan selalu berusaha memperlihatkan sisi baik dari dirinya dan berusaha menutupi sisi buruk yang dimilikinya.

Namun, berbeda halnya jika kalian telah menikah maka kalian akan hidup bersama setiap harinya. Kamu akan mengetahui sikap dan sifat yang dimiliki pasanganmu. Kemungkinan juga pasanganmu memiliki sifat yang tidak sesuai dengan ekspektasimu. Hal ini tentu akan membuatmu merasa tertipu dan kecewa. Jadi, kamu tak perlu terburu-buru untuk segera menikah, pikirkan dengan matang terlebih dulu keputusan tersebut.

2. Ekonomi yang Terbatas

Menikah membutuhkan beragam persiapan, termasuk kondisi perekonomian. Kamu dan pasangan perlu menyiapkan secara matang kondisi finansial yang kalian miliki. Karena nantinya, setelah menikah kalian berdualah yang bertanggung jawab terhadap hidup kalian. Tak sepatutnya kalian meminta bantuan lagi kepada orangtua. Jika kamu dan pasangan merasa belum siap secara finansial, maka sebaiknya tunda dulu keinginan untuk menikah tersebut.

3. Masalah Tempat Tinggal

Setelah menikah, ada baiknya kamu dan pasangan hidup mandiri berdua. Hal ini bertujuan untuk menghindari campur tangan orang lain dalam kehidupan rumah tangga kalian. Jika pasangan mengajakmu untuk tinggal serumah dengan orangtua setelah menikah, maka sebaiknya kamu perlu memikirnya kembali. Karena hal tersebut tak semudah dan tak seindah yang kamu bayangkan. Sebaiknya tunda dulu keinginan untuk menikah hingga kamu dan pasangan siap untuk memiliki tempat tinggal sendiri, baik itu membeli rumah ataupun menyewanya.

4. Belum Cukup Dewasa

Kedewasaan perlu dimiliki oleh pasangan yang hendak menikah. Karena dengan kedewasaan, maka pasangan dapat melalui segala konflik yang terjadi dalam rumah tangga. Namun, jika pasangan belum memiliki kedewasaan, maka yang terjadi setiap harinya adalah pertengkaran. Setiap terjadi konflik atau perselisihan, pasti akan berujung pertengkaran. Sebaiknya kamu dan pasangan berusaha untuk memupuk kedewasaan tersebut sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah.

Itulah beberapa dampak buruk yang akan kamu rasakan jika terburu-buru untuk menikah. Menikah bukanlah hal yang main-main, sehingga perlu persiapan yang matang untuk menuju ke jenjang tersebut.

Zulfah Ariyani