Mencari sensasi sering sekali kita lihat di televisi maupun di dunia selebriti. Apalagi di dunia selebriti, sering para artis-artis melakukan sensasi dengan berbagai cara. Tujuannya adalah untuk membuat dirinya makin terkenal dan masyarakat memandang sensasi sebagai sebuah prestasi.
Padahal, sensasi bukanlah prestasi dan tak seharusnya untuk ditiru dan dibanggakan. Untuk apa membanggakan sesuatu yang tak perlu. Oleh sebab itu, alangkah baiknya kita menolak sensasi dan tahu dampak buruknya.
Berikut 4 dampak buruk dari cari sensasi:
1. Menjadi bahan bully-an publik
Orang yang suka cari sensasi akan jadi bahan bully-an publik. Silahkan kita lihat bagaimana artis-artis yang suka cari sensasi jadi bahan bully-an para netizen.
Artis yang cari sensasi bukan dipuji malah dipermainkan dan diolok-olok oleh netizen. Karena itu, jangan sampai kita cari sensasi tetapi harus menunjukkan prestasi.
2. Hilangnya kepercayaan
Orang yang suka cari sensasi akan menimbulkan ketidakpercayaan seseorang kepadanya. Apapun yang dilakukannya tak akan dianggap dan dirasakan sebagai kebohongan saja.
Kita harus memahami bahwa menjadi seorang entertainer maupun influencer bukan untuk cari sensasi tetapi jadi panutan bagi banyak orang.
3. Menjadi musuh masyarakat
Telah banyak orang yang cari sensasi apalagi artis-artis yang cari sensasi jadi dimusuhi masyarakat. Masyarakat tidak suka dengan aksinya karena hanya untuk meningkatkan pamor semata.
Padahal masyarakat butuh sajian yang nikmat, menghibur dan edukasi tetapi yang datang hanya cari sensasi.
4. Hilangnya rezeki
Dampak buruk terakhir adalah hilangnya rezeki seseorang. Orang yang suka cari sensasi tak akan dipercaya. Pekerjaan-pekerjaan penting pun tak akan diberikan kepadanya karena semua hanya untuk cari sensasi.
Akhirnya rezeki pun hilang karena sensasi tersebut. Kalau seperti ini, lebih baik tidak perlu cari sensasi tetapi carilah prestasi.
Dengan adanya 4 (empat) dampak buruk cari sensasi tersebut, semoga saja tidak ada lagi orang-orang yang cari sensasi. Semoga saja yang ditonjolkan itu adalah sebuah prestasi bukan sensasi.
Masyarakat pun harus mengejar prestasi bukan sensasi. Alangkah baiknya, untuk kedepannya kita bisa memahami bahwa cari sensasi hanya membawa keburukan saja.
Baca Juga
-
Pentingnya Sebuah Kesadaran: Menilik Teguran Kepada Konten Kreator di IKEA
-
Sisi Gelap Internet: Ketika Privasi Menjadi Ruang Nyaman bagi Para Predator
-
Pendidikan Gratis dan Perspektif Salah Soal Sekolah Gratis
-
Berjuang untuk Pendidikan Anak, Meski Tanpa Sekolah Gratis
-
Ketika Sekolah Gratis Hanya Wacana: Catatan Keprihatinan yang Belum Usai
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Sunscreen SPF 35 Proteksi Kulit dari Sinar UV, Harga Ekonomis Rp30 Ribuan
-
Acer Iconia iM11: Tablet 5G Rp 4 Jutaan dengan Layar 2K yang Menggoda
-
Wanginya Bikin Nagih! 5 Parfum Daily Wear Remaja Perempuan yang Affordable
-
nubia Neo 5 Series Siap Masuk RI, HP Gaming dengan Kipas Pendingin Aktif
-
Raja Antioksidan! 4 Masker Astaxanthin untuk Lawan Penuaan dan Flek Hitam
Terkini
-
Percabulan di Pati: Pak, Anjing Saya Saja Tidak Seperti Itu
-
Bia dan Kapak Batu: Kisah Inspiratif Perempuan Papua di Tengah Arus Zaman
-
Ketika Rupiah Melemah, Kelas Menengah Dipaksa Bertahan Lebih Keras
-
'Berpikir dan Bertindak Kreatif for Gen Z': Senjata Bertahan di Era Digital
-
Esensi Lagu 'Dance No More' Milik Harry Styles Punya Makna Lebih Energik