Bersikap tenang memang sangat dibutuhkan di dalam segala kondisi. Apalagi ketika sedang dalam keadaan yang genting. Kadang kala ketika diri kita dihadapkan dengan situasi yang menekan, tanpa disadari kita akan merasa panik dan tegang.
Hal ini dipicu karena emosi kita terpengaruh oleh suasana yang sedang dialami. Saat dalam tekanan atau dalam kondisi yang genting otak secara otomatis akan langsung mencari solusi bagaimana untuk bisa keluar dalam kondisi yang tidak nyaman.
Tentu kita semua tahu, mengambil sebuah keputusan di dalam keadaan yang panik adalah tindakan yang kurang tepat. Karena bisa mengakibatkan risiko, bahkan bisa berujung fatal. Maka dari itu, sebuah keputusan harus dipertimbangkan terlebih dahulu secara matang.
Kemungkinan apa saja kah yang bakal terjadi apabila mengambil sebuah keputusan, apakah cukup tepat, atau bahkan tidak tepat sama sekali. Tindakan yang grasak-grusuk dan tidak menimbang terlebih dahulu konsekuensinya harus dihindari, karena hanya akan merugikan diri sendiri.
Oleh karena itu, untuk bisa mengambil keputusan yang tepat di dalam kondisi yang genting kuncinya adalah ketenangan, agar pikiran-pikiran jernih bisa muncul untuk mencari jalan keluar di dalam suatu masalah. Inilah 3 tips agar mampu mengendalikan diri dengan tenang dan membuat keputusan yang tepat di dalam situasi yang genting;
Umumnya ketika sedang berada di dalam kondisi yang genting napas akan cepat karena jantung memompa aliran darah ke tubuh sesuai dengan adrenalin yang kita alami. Mengatur napas sangat penting sekali ketika akan menenangkan diri. Karena aktivitas menarik napas dalam-dalam melalui hidung dan mengeluarkannya dari mulut bisa membantu membuat rileks otot dan otak dalam kondisi yang genting.
Di dalam olahraga yoga pun untuk bisa mencapai sebuah ketenangan kuncinya adalah pernapasan. Aturlah pernapasan senyaman mungkin sampai kamu merasa tenang untuk bisa berpikir dengan jernih.
2. Berpikir Dua Arah
Setelah bisa mengontrol diri agar tenang, tahap selanjutnya adalah fokuskan diri kepada permasalahan yang terjadi dan cari tahu inti permasalahannya. Dalam tahap ini sebab akibat harus benar-benar dipikirkan. Mulai reka ulang deretan kejadian apa saja yang sampai bisa membuatmu berada di dalam kondisi yang genting.
Bisa jadi tanpa disadari hal yang membuatmu berada di dalam kondisi yang genting adalah dirimu sendiri. Untuk itu berpikir dua arah sangat diperlukan untuk bisa keluar di dalam kondisi genting tersebut. Dengan berpikir dua arah, kamu akan mengetahui celah-celah solusi, karena kamu tidak hanya berpikir kondisi dirimu saja, kamu juga harus berpikir mengenai kondisi sekitar.
3. Pilih Solusi Secara Bijaksana
Tahapan terakhir adalah memilih solusi terbaik setelah mereka ulang kejadian dan berpikir secara dua arah. Membuat solusi atas permasalahan yang terjadi memang tak mudah, tetapi ketika sudah memahami permasalahannya secara mendalam setidaknya kamu tahu apa yang harus kamu lakukan untuk memberikan solusi yang terbaik.
Kebanyakan orang bingung memilih solusi karena inti permasalahannya belum benar-benar ditemukan, atau melewati tahapan bagian ke dua yaitu berpikir dua arah. Untuk memilih solusi setelah mendapatkan opsi, pilihlah yang menurutmu paling bijaksana dan netral, tidak menguntungkanmu dan tidak juga merugikan yang lain. Kenapa jangan memilih solusi yang menguntungkanmu? Ingat! Solusi itu jalan keluar bukan pembelaan dan bukan juga kemenangan.
Jika solusi menguntungkan salah satu pihak, maka akan ada pihak lain yang tidak terima, maka akan terjadi lagi permasalahan baru. Namun, ketika mencari solusi yang tidak ada sangkutpautnya dengan orang lain, maka pilihlah solusi yang membuatmu tidak ragu. Solusi sejatinya bukan sugesti, melainkan kegigihan hati dan diri untuk mampu menjalani.
Tag
Baca Juga
-
Pentingnya Berfilsafat di Tengah Kondisi Demokrasi yang Carut-Marut
-
Film A Moment to Remember: Menggugah Hati dan Syarat akan Antropologis
-
Menguak Misteri: Kecerdasan Tidak Didasarkan pada Kehebatan Matematika
-
Antara Kecerdasan Emosional dan Etika dalam Bermain Media Sosial
-
Ini yang Akan Terjadi jika Kuliah atau Pendidikan Tinggi Tidak Wajib!
Artikel Terkait
-
Solusi Top Up DANA Gagal di Alfamidi
-
OVO PIN Error? Begini Cara Mudah Mengatasi Invalid OVO PIN dengan Cepat
-
Persija Harus Segera Benahi Permasalahan Internal, Jakmania: Khususnya Manajer dan Manajemen
-
Doa Ampuh Meluluhkan Hati Atasan, Agar Lebih Bijaksana dan Berpihak pada Karyawan
-
Blusukan Gibran ke Lokasi Banjir di Bekasi Tuai Kritik, Dinilai Tak Bawa Solusi
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop