Teka-teki masa depan penyerang muda Timnas Indonesia, Rafael Struick sampai saat ini belum terlihat kejelasannya. Pasca tak lagi berkongsi dengan Brisbane Roar pada tanggal 1 Juli 2025 kemarin, pemain berusia 22 tahun tersebut terpantau masih belum mendapatkan pelabuhan baru hingga saat ini.
Maka tak heran, banyak rumor yang beredar dan menyangkut-pautkan pemain yang memiliki 23 caps bersama Timnas Indonesia tersebut, termasuk di antaranya adalah kabar pendekatan intensif yang dilakukan oleh salah satu klub paling progresif di Indonesia, Dewa United.
Menyadur laman Suara.com (30/6/2025), dalam dinamika pendekatan yang dilakukan oleh kedua pihak, Dewa United memiliki setidaknya tiga modal untuk bisa mendatangkan pahlawan Indonesia U-23 di laga melawan Korea Selatan tahun lalu tersebut.
Namun kali ini, tentu saja kita tak akan membahas mengenai modal yang dimiliki oleh Dewa United untuk bisa menarik minat Struick bergabung ke klub, melainkan kita akan membahas tiga modal yang akan membuat Struick sukses, jika nantinya sang pemain benar-benar jadi bergabung dengan Dewa United.
Modal apa sajakah itu? Mari kita ulas bersama!
1. Pengalaman Bermain di Kompetisi Luar Negeri
Tanpa bermaksud untuk meremehkan kualitas sepak bola dalam negeri, sejatinya salah satu modal berharga yang bisa membuat Struick bisa sukses di pentas Liga Indonesia adalah karena pengalaman yang telah didapatkannya di kompetisi dalam negeri.
Seperti kita ketahui bersama, pada faktanya untuk saat ini, gelaran kompetisi sepak bola domestik, masih memiliki kualitas yang masih jauh dari apa yang kita harapkan, serta cukup tertinggal dari negara-negara lain, termasuk di negara yang pernah disinggahi oleh Struick.
Pengalamannya saat berada di ADO Den Haag di liga Belanda maupun Brisbane Roar di liga Australia, tentunya sedikit banyak akan membantu sang pemain untuk bisa melewati tantangan yang ada di Liga Indonesia, jika nantinya Struick memutuskan untuk berlabuh di Dewa United.
2. Bermain dengan Deretan Pemain yang Familiar
Alasan kedua yang membuat Struick bisa bersinar di Liga Indonesia nanti adalah, karena sang pemain bersama beberapa pemain yang cukup familiar.
Selain bakal bermain bersama dengan Egy Maulana Vikri dan Ricky Kambuaya yang sampai saat ini menjadi andalan di Timnas Indonesia seperti dirinya, Struick juga akan bermain dengan pemain-pemain yang sempat mengisi daftar panggil Timnas Indonesia seperti Septian Bagaskara, Stefano Lilipaly, Wahyu Prasetyo, hingga Edo Febriansyah.
Tentunya, dengan bermain bersama para pemain yang familiar, bakal membuat proses adaptasi dan chemistry dari Struick ini akan lebih solid bukan?
3. Faktor dari Pelatih Jan Olde Riekerink
Faktor ketiga yang bisa membuat Struick bisa sukses di Liga Indonesia jikalau sang pemain bergabung dengan Dewa United ada dalam diri sang pelatih, Jan Olde Riekerink.
Alasannya cukup logis, karena pelatih yang menjadi nakhoda Dewa United semenjak 1 Januari 2023 lalu ini berasal dari Belanda, sehingga akan membuat komunikasi yang terjalin antara keduanya menjadi jauh lebih efektif dan membuat miskomunikasi terminimalkan.
Alasan lainnya adalah, dengan berasal dari negara yang sama, maka sudah pasti pandangan umum keduanya terhadap sepak bola memiliki benang merah yang sama, termasuk mungkin filosofi, gaya bermain dan visi misi bermain.
Nah sekarang kita tinggal menunggu, apakah nantinya pemain berjuluk El Klemer ini bakal benar-benar pindah ke Dewa United, ataukah justru akan memilih klub lain? Karena yang jelas, jika kita melihat kondisi yang ada di tim Dewa United, Struick memiliki setidaknya tiga modal untuk bisa sukses bersama mereka di gelaran Liga Indonesia.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
-
Surat Terbuka untuk Ketua DPR: Jangankan Ngopi, ASN Guru Mau Liburan Saja Serba Salah!
-
Bukan Kebetulan! Ternyata Ini Bukti 'Semesta' Sudah Mengatur Spanyol Juara Piala Dunia 2026
-
Final Piala Dunia 2026 dan Lionel Messi: Akhir yang Penuh Nestapa bagi sang Legenda
-
Piala Dunia 2026: 4 Alasan Pertarungan Spanyol vs Argentina Patut Disebut Final Ideal
Artikel Terkait
-
Siapa Takeyuki Oya? Bawa Liga Jepang Melesat Kini Jadi GM Urus Liga Indonesia
-
5 Pemain Timnas Indonesia U-23 Dicoret Gerald Vanenburg, Siapa Saja?
-
Pemain 1,91 Meter Gagal Dinaturalisasi Timnas Indonesia, Kini Bela Tim di Bawah Ranking FIFA Garuda
-
Efek Buruk Jordi Amat ke Persija: Jalan Terjal Kembali ke Skuad Garuda?
-
Pemain Keturunan Yogyakarta Bisa Langsung Gabung Timnas Indonesia U-20 Tanpa Naturalisasi
Hobi
-
Tak Gentar! Davide Tardozzi Yakin Ducati Bisa Raih Gelar Juara Dunia
-
Toprak Razgatlioglu Masih Terpuruk sampai Paruh Musim MotoGP, Salah Jalan?
-
FC Barcelona 4-1 CE Europa: Sinyal Era Baru Hansi Flick Mulai Terlihat
-
Preview Semifinal VNL Putri 2026: 4 Tim Terbaik Berebut Tiket Final
-
Bongkar Tuntas Final Piala Dunia 2026: Kenapa Tudingan Konspirasi Argentina Mengalah Itu Konyol?
Terkini
-
Review Film Smile: Drama Horor Psikologis dengan Kejutan Maut yang Nyata!
-
The Black Lizard: Duel Kecerdasan Detektif dan Ratu Kriminal yang Menegangkan
-
Derita Selisih Stock Opname Toko, saat Karyawan Jadi Samsak Omelan Bos
-
Ulasan Novel Lara Rasa, Menata Ulang Masa Depan Sebelum Usia Tiga Puluh
-
Buku Ayah, Ini Arahnya ke Mana, Ya?: Teman Anak-Anak yang Kehilangan Ayah