Memiliki rasa percaya diri yang bagus, akan mampu melindungi diri sendiri pada saat menghadapi rintangan. Tidak hanya itu, dengan memiliki rasa percaya diri, seseorang akan mudah menghadapi bermacam konflik dan tahan terhadap hal-hal negatif yang mengusik dirinya.
Selain itu, rasa percaya diri juga dapat membuat seseorang menikmati hidup, bersikap realistis, ber-positive thinking, dan selalu hidup optimis. Situasi beginilah yang dapat memaksimalkan kerja otak sehingga memiliki tingkat kecerdasan, daya hafal, dan daya ingat yang bagus. Bila berkaitan dengan anak, terdapat lima tips yang bisa dilakukan orang tua dalam menumbuhkan rasa percaya diri anak.
1. Ucapkan perkataan yang membesarkan hati anak
Perlu kita sadari bahwa setiap anak memiliki sensitivitas yang cukup tinggi terhadap perkataan orangtuanya. Maka, tidak heran jika terdapat anak yang mengalami kelainan mental akibat pengaruh kata-kata yang diucapkan orangtuanya.
Oleh sebab itu, jika anak berhasil mendapatkan sebuah prestasi, berilah mereka pujian dan hiburlah mereka apabila suatu ketika mengalami kegagalan dengan memberikan kata-kata penyemangat.
2. Perlihatkan rasa percaya diri kita kepada anak
Sangat sulit menumbuhkan rasa percaya diri pada anak jika orangtua kurang mampu bersikap percaya diri di hadapannya. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi teladan bagi anak sehingga mereka memiliki patokan dasar dalam mengambil sikap.
3. Menunjukkan perhatian kepada anak
Pada saat anak sedang terpuruk sebab suatu hal, jangan lantas bersikeras mencari-cari kesalahannya. Langkah yang terbaik adalah membantu dan memberinya dukungan penuh. Dukungan orangtua sangatlah besar pengaruhnya bagi anak. Sebab, dari dukungan orang tua, anak dapat merasakan bahwa dirinya masih memiliki arti dalam kehidupannya.
4. Selalu bersikap sopan dan mesra
Tips berikutnya adalah selalu bersikap sopan dan mesra kepada anak agar tumbuh rasa percaya diri pada dirinya. Tidak hanya anak yang harus sopan kepada orangtua. Sebaliknya, orang tua juga harus bersikap sopan kepada anak, seperti tidak menjelek-jelekkan dirinya, tidak menghina dengan perkataan kotor dan sedapat mungkin orang tua bersikap mesra dengan anak, seperti memeluk saat meraih prestasi, dan lain sebagainya.
5. Memberi apresiasi yang positif
Terkadang anak memiliki keinginan untuk berbuat sesuatu kepada orangtuanya, seperti tiba-tiba mau membantu pekerjaan rumah dan sebagainya. Jika demikian, apresiasi atau berilah sambutan positif kepadanya. Jangan abaikan anak ketika memiliki keinginan untuk berbuat positif di rumah. Sebab, hal tersebut dapat membuat anak merasa kurang dipercaya oleh kita.
Itulah lima tips untuk menumbuhkan rasa percaya diri pada anak. Silakan bisa langsung dicoba dan dipraktikkan. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
Huawei Nova 14 Pro Resmi Rilis di Indonesia: Andalkan Kamera Ultra Chroma, Harga Mulai Rp 8 Jutaan
-
Tecno Camon 50 Series Siap Meluncur ke Indonesia, Dukung SuperZoom 20X dan Sensor Sony LYTIA 700C
-
4 Rekomendasi Tablet Murah untuk Anak SD, Bisa Belajar Lewat Video dan Aman Nonton Konten
-
4 Rekomendasi HP Badak untuk Anak: Perangkat Tangguh Tahan Banting, Harga Mulai Rp 1 Jutaan
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?