Lebaran adalah waktu di mana sanak saudara berkumpul untuk saling bersilaturahmi. Dari berbagai penjuru mereka pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. Berbagai celoteh dari sanak saudara terkadang membuat gelak tawa pecah di antara anggota keluarga. Terkadang pula ada celetukan yang membuat kita mati kutu dan kebingungan ketika hendak menjawabnya.
Salah satu pertanyaan yang ditakutkan saat lebaran dan kumpul bersama keluarga adalah pertanyaan kapan nikah. Pertanyaan tersebut akan dengan gampang dijawab oleh mereka yang telah memiliki pasangan, pacar, maupun tunangan. Namun, berbeda seseorang yang tak memiliki siapa-siapa di hidupnya akan kelimpungan menjawab pertanyaan tersebut.
Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai 5 jawaban logis yang bisa kamu jadikan opsi ketika sanak saudara menanyakan kapan menikah saat lebaran. Berikut merupakan 5 jawabannya:
1. Ingin Fokus Terhadap Pendidikan Terlebih Dahulu
Untuk kalian yang masih di bangku kuliah, masih bisa berlindung di balik pendidikan. Katakan bahwa kamu sedang fokus kuliah atau mengenyam pendidikan. Alasan ini masuk akal dan logis, sehingga pertanyaan kapan nikah dari saudara akan berhenti ketika kamu menjawab demikian.
2. Sedang Mengejar Cita-cita dan Karier
Setelah lulus kuliah kamu tidak bisa mengunakan alasan akan fokus kuliah, jadi gunakan opsi kedua. Apabila ditanya kapan menikah, kamu bisa menjawab “sedang fokus mengejar cita-cita dan karier. Supaya setelah menikah sudah memiliki pekerjaan tetap”. Dengan jawaban seperti itu sanak saudara kamu akan diam dan mengalihkan pembicaraan ke topik lain.
3. Sedang Menabung
Opsi ketiga ini bisa dipakai untuk kalian yang sudah memiliki calon, pacar atau tunangan tapi belum memiliki cukup uang untuk menikah. Ketika ada yang menanyakan kapan menikah, kamu bisa menjawab bahwa kamu dan pasangan sedang menabung untuk mempersiapkan pernikahan.
4. Calonya Masih Disimpan oleh Allah
Jawaban keempat ini bisa kamu gunakan saat kamu memang belum memiliki siapa-siapa atau belum memiliki calon. Saat ada salah satu keluarga bertanya kapan kamu menikah, kamu bisa menjawab “calonnya masih disimpan Allah” sembari melempar senyum. Setelahnya kamu bisa mengalihkan topik pembicaraan supaya tidak menerus diledek karena belum memiliki kekasih.
5. Insyaallah Lusa
Jawaban yang terakhir ini bisa kamu pakai ketika kamu sudak muak dengan pertanyaan kapan nikah yang terus membanjiri linimasa kehidupanmu. Jawaban ini semacam doa dan gurauan. Supaya tidak dicerca pertanyaan yang bahkan kamu tidak bisa memastikan jawaban tersebut.
Setiap orang mungkin punya keinginan untuk menikah. Namun, kita tidak pernah tahu kapan jodoh dan takdir akan membawa kita kepelaminan. Kapan ia akan datang melamarmu dan mengikrarkan ijab kabul. Jadi jangan risau ketika ada sanak saudara bertanya perihal kapan akan menikah kamu bisa meminta doa supaya lekas dipertemukan dengan jodohnya. Itulah beberapa jawaban yang bisa dipakai ketika dihadapkan pertanyaan kapan nikah.
Baca Juga
-
Diet Pisang: Cara Menurunkan Berat Badan Menyenangkan Ala Sumiko Watanabe
-
Wisata Alam Posong: Rekomendasi Liburan Keluarga yang Ciamik
-
4 Ide Kegiatan Idul Adha di Sekolah, No 4 Implementasi Kurikulum Merdeka
-
Konsumsi 5 Makanan Ini, Bisa Turunkan Kolesterol Saat Idul Adha
-
Sisca Kohl Hamil! Mom, Yuk Simak Tanda Kehamilan pada Minggu Pertama
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Mulai dari 50 Ribuan! 5 Pilihan Physical Sunscreen Terbaik untuk Kulit Berjerawat
-
JisuLife Ultra 2: Kipas Portable Premium dengan Berbagai Fungsi Menarik!
-
Bukan Karena Malas, 5 Hal Ini Jadi Alasan Utama Kenapa Kamar Anak Kos Cepat Berantakan
-
It Girl Vibes! 4 Ide OOTD Kasual ala Roh Yoon Seo yang Cocok Buat Gen Z
-
5 Hydrating Toner Under Rp50 Ribu: Lembap Maksimal Gak Bikin Kantong Bolong
Terkini
-
Piala Dunia 2026: Blunder Popovic Bikin Australia Harus Bertarung Keras Hingga Laga Pamungkas
-
RM Cempaka Sari: Oase Kuliner Minang di Jambi yang Menjaga Keaslian Resep Turun-Temurun
-
Dunia yang Menghakimi Sebelum Memahami: Pelajaran Berharga dari Film Saat Aku Bersuara
-
Hallan Tembus Festival, Kim Hyang Gi Datang ke New York Asian Film Festival
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd