Bagi kamu yang pecinta drama atau budaya Korea, kamu pasti tidak asing dengan jeon, pancake gurih dengan berbagai topping. Ada beberapa macam jeon yang disesuaikan dengan topping yang digunakan. Misalnya pajeon menggunakan daun bawang dan kimchi-jeon dengan topping kimchi.
Nah, ada satu jenis jeon yang baru-baru ini sering di-recook oleh para kreator media sosial, yaitu padakjeon. Seperti namanya, padakjeon menggunakan daging ayam dan irisan daun bawang sebagai bahan utamanya. Meski tampilannya sederhana, hidangan rumahan ini punya cita rasa yang gak kalah lezat. Yuk, kenali 5 fakta menarik padakjeon yang berbeda dari jeon Korea lainnya!
1. Dibuat dari Endapan Tepung Kentang
Kalau kebanyakan pancake dibuat dari tepung terigu, padakjeon justru memiliki ciri khas pada bahan pelapisnya. Dari resep aslinya, daging ayam yang sudah dipotong kecil-kecil dan dipipihkan, dicampur dengan endapan tepung kentang. Endapan ini dibuat dari tepung kentang yang dilarutkan dengan air lalu didiamkan 30 menit - 1 jam hingga terbentuk endapan di dasar wadah.
Penggunaan endapan tepung kentang ini menghasilkan tekstur renyah yang khas namun tetap mempertahankan daging ayam yang juicy. Karena lapisan tepungnya tipis, dakjeon tetap terasa ringan saat dimakan dan tidak mendominasi cita rasa ayam. Inilah yang membuat hidangan ini berbeda dari jeon lain yang umumnya menggunakan adonan tepung lebih banyak.
2. Bertaburan Daun Bawang di Dalam dan Luar
Kata 'pa' pada padakjeon berarti daun bawang, yang artinya daun bawang jadi salah satu elemen penting dalam makanan ini. Selain potongan daging ayam, adonan padakjeon dicampur dengan irisan bagian putih dari daun bawang. Bagian ini akan menghasilkan rasa manis dan aroma khas saat jeon dimasak dengan sedikit minyak. Setelah matang, bagian hijau pada daun bawang diiris tipis memanjang sebagai topping di atasnya. Bagian hijau ini tetap disajikan mentah untuk menambah kesegaran saat menyantap padakjeon yang berlemak.
3. Camilan Gurih dan Tinggi Protein
Berbeda dengan kebanyakan jeon yang didominasi tepung atau sayuran, padakjeon menggunakan irisan daging ayam sebagai bahan utamanya. Daging ayam, terutama bagian dada, dikenal sebagai salah satu sumber protein yang tinggi sehingga cocok dijadikan lauk untuk memenuhi kebutuhan protein harian.
Selain itu, lapisan tepung pada padakjeon cenderung tipis sehingga kandungan karbohidratnya tidak sebanyak jeon pada umumnya. Biasanya, padakjeon disajikan bersama nasi, sayuran, dan beberapa banchan lainnya sebagai menu rumahan yang sederhana, tetapi tetap mengenyangkan. Padakjeon juga sering disajikan sebagai camilan dengan cocolan dari kecap asin dan cuka yang sering disebut cho-ganjang.
4. Dibuat Oleh Penyanyi Korea Selatan yang Akhirnya Jadi Viral
Padakjeon belakangan kembali menjadi perbincangan setelah salah satu penyanyi trot Korea, Lee Chan Won, membagikan proses memasaknya melalui media sosial yang memperlihatkan cara membuat padakjeon dengan bahan-bahan sederhana. Berkat tampilannya yang menggugah selera dan proses memasaknya yang terlihat mudah, banyak orang mulai ikut mencoba membuatnya di rumah dan membagikan hasilnya di media sosial. Sejak saat itu, padakjeon mulai dikenal oleh lebih banyak orang, termasuk pencinta kuliner Korea di luar negeri.
5. Sering Dijadikan Teman Minum Alkohol
Di Korea, padakjeon juga cukup sering disajikan sebagai anju, yaitu makanan pendamping yang disantap bersama minuman beralkohol. Tekstur lembut dengan cita rasa gurih membuat padakjeon cocok dipadukan dengan minuman seperti makgeolli, arak beras tradisional Korea, maupun soju. Tak heran, hidangan ini kerap disajikan di restoran, bar, hingga acara kumpul bersama keluarga atau teman.
Seperti pajeon dan kimchi jeon, padakjeon juga punya keunikannya sendiri yang membuatnya disukai banyak orang. Mulai dari penggunaan endapan tepung kentang, kandungan protein yang tinggi, hingga cara penyajiannya sebagai lauk maupun anju. Jadi, kalau kamu sedang ingin mengeksplorasi kuliner Korea selain tteokbokki atau kimchi, padakjeon bisa menjadi salah satu menu yang wajib masuk dalam daftar incaranmu.
Baca Juga
-
Mengenal Kimpul, Umbi Lokal Pengganti Nasi yang Sedang Viral Jadi Seblak hingga Tteokbokki
-
Jangan Dibuang, 5 Tips Membuat Tteok dari Nasi Sisa, Irit dan Gluten Free!
-
Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea
-
Gak Cuma Cookies, Ini Dia 4 Olahan Dubai Chewy yang Wajib Kamu Coba!
-
Bukan Jadul, 5 Alasan Makanan Kukusan Digemari Anak Muda untuk Sarapan
Artikel Terkait
-
Butter Tteok Jadi Tren Baru Kuliner Korea di Indonesia
-
Sensasi Seoul di Lombok, Nikmati Kuliner Korea Otentik dan Pengalaman Belanja Kekinian di Sini
-
Lewat "60 Seconds to Seoul", Archipelago Mengangkat Fenomena Kuliner Korea
-
K-Food Halal Ikut Meriahkan SIAL INTERFOOD 2025 di Jakarta
-
Bukan Cuma K-Pop, Ramyun Kini Jadi Pintu Masuk Baru Korean Wave di Indonesia
Lifestyle
-
4 Parfum Aroma Nanas yang Menyegarkan, Cocok Dipakai Saat Cuaca Panas!
-
Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian
-
Awas Boncos! Ini 8 Biaya Tersembunyi Pesta Pernikahan yang Sering Luput dari Anggaran
-
4 Inspirasi Daily OOTD ala Minnie i-dle, Youthful dan Modis!
-
4 Body Serum dengan Kandungan Superfood untuk Kulit Cerah Bernutrisi
Terkini
-
Big, Buku Anak yang Mengingatkan Bahaya Body Shaming Sejak Dini
-
Skill Serba Bisa, Bayaran Seadanya: Pergeseran Makna UMR di Dunia Kerja
-
Takut Diremehkan Jadi Aktris, Inde Navarrette Rela Hapus Konten di Twitch
-
The 5 Second Rule: Buku yang Wajib Dibaca Mahluk Overthinking!
-
Buku One Day This Tree Will Fall, Kisah Indah Tentang Hutan dan Kehidupan