Dalam keseharian, seringkali kita menjumpai anak yang menunda-nunda aktivitasnya. Seperti mandi, beribadah, belajar, makan, atau hal yang lainnya. Hal tersebut tentu sedikit menyadarkan kita untuk memperbaiki sikap anak yang seperti itu. Karena kita memahami bahwa menunda-nunda bukanlah hal yang baik. Sayangnya, anak-anak adalah anak-anak. Kalau kita tidak bisa sabar, bagaimana dengan anak kita. Maka kita harus menarik nafas panjang dan berusaha untuk memikirkan solusi. Jangan hanya marah-marah, karena marah tidak menyelesaikan masalah. Beberapa poin di bawah ini merupakan hal yang bisa kita terapkan untuk mengatasi anak yang senang menunda-nunda aktivitasnya.
1. Komunikasikan
Cara pertama, kita harus mengajak anak berbicara. Mencari situasi yang pas dan meraba moodnya yang semoga sedang baik. Kita harus mulai memberinya pertanyaan yang membuatnya menjelaskan kenapa dia senang menunda-nunda kegiatannya.
Ingat, jangan marah. Kita hanya sebatas bertanya sebagai pengamatan terhadap alasan anak melakukan hal itu. Apapun jawabannya, terima dan telan.
2. Pahami alasan
Ketika anak sudah berkenan mengatakan alasannya, maka waktunya kita untuk menelaah apa yang dirasakan anak dan bagaimana solusi yang tepat untuk membantunya mengubah kebiasaan yang buruk itu.
Misalnya, karena alasannya adalah malas, maka kita harus mengajarkan kepada anak dengan lebih menyenangkan dan cara yang berbeda. Kalau anak menunda-nunda sesuatu karena mencontoh seseorang, maka kita harus memberikan contoh yang baik untuk anak dan menjauhkan contoh yang buruk.
3. Ajari kedisiplinan
Mengajarkan kedisiplinan kepada anak bisa dimulai dengan membiasakan sesuatu secara rutin dan teratur setiap hari. Butuh waktu, tapi jangan langsung menyerah hanya karena belum berhasil selama satu minggu.
Sebagai orang tua kita harus sabar dan banyak menelan sabar. Kuatkan diri kita dan landasi niat tersebut adalah demi kebaikan.
Aktivitas yang harus dilakukan dengan rutin tersebut tidak mengapa jika diberikan sanksi ketika tidak bisa menyanggupinya. Tentu saja, sanksi yang menyenangkan dan lagi-lagi membuat anak mau belajar untuk disiplin.
4. Ajarkan memecahkan masalah
Kita juga harus mengajarkan kepada anak untuk memecahkan masalahnya sendiri. Misalnya ketika anak membuat masalah seperti menumpahkan makanan, maka kita harus mengajarkan bagaimana cara membersihkannya. Suatu saat ketika anak mengulangi masalah yang sama, dia akan bisa menyelesaikannya sendiri.
Menyayangi anak bukan berarti terlalu memanjakannya. Anak juga harus belajar memecahkan masalah. Sehingga ketika dia memiliki sebuah masalah, dia tidak akan bergantung kepada orang lain.
Itu dia 4 cara mengatasi anak yang suka menunda-nunda aktivitasnya. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Inspo OOTD Modern Street ala Yeosang ATEEZ, Minimalis tapi Eye-Catching!
-
4 Micellar Water Green Tea Solusi Lawan Pemicu Jerawat pada Kulit Berminyak
-
Classic Vibes! 4 Padu Padan Dress ala Gawon MEOVV yang Menarik untuk Dicoba
-
5 Rekomendasi HP Rp5 Jutaan: Performa Ngebut, Kamera Jernih, dan Memori Lega
-
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Sepatu Lari Lokal Terbaik untuk Daily Run
Terkini
-
Review The Lost Library: Misteri Perpustakaan Hilang yang Penuh Kejutan
-
Review Drama Light to the Night, Kasus Hilangnya Ayah dan Anak di Tahun 90
-
Review Welcome to Samdal-ri: Saat Kegagalan Bukan Akhir dari Segalanya
-
High School Queen Konfirmasi Pemeran Utama, Premis Segar Jadi Daya Tarik?
-
Hidup di Layar: Mengapa Kita Cepat Lelah di Era yang Serba Mudah?