Banyak orang berpikir bahwa ketika mereka ingin menikah, tinggal menikah saja. Terdengar mudah sekali, ya. Namun bagaimana sesuatu terbangun adalah perihal bagaimana kesiapan dalam membangun semua itu. Ketika sebuah bangunan di bangun dengan kesiapan yang matang, perhitungan yang baik, maka bangunan akan berdiri kokoh dalam tegak dalam waktu yang lama. Begitu juga hubungan antara dua orang manusia, butuh kesiapan.
Kesiapan dalam menjalin hubungan pernikahan salah satunya adalah menuntaskan beberapa kewajiban sebelum menikah. Apa saja itu?
1. Tanggung jawab pribadi saat ini
Apakah kamu memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri yang belum bisa kamu tuntaskan? Maka tuntaskanlah hal tersebut terlebih dahulu sebelum kamu menyelami tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri itu misalnya, tanggung jawab menyelesaikan pendidikan, memiliki tabungan sekian, membeli ini dan itu, bekerja dan menghasilkan banyak uang, dan lain sebagainya.
Apa yang menjadi keinginan dan cita-cita dalam dirimu untuk dirimu sendiri, harus segera di selesaikan.
2. Berdamai dengan diri sendiri
Apakah kamu masih memiliki sebuah pertarungan dengan diri sendiri? Seperti misalnya masih berkutik dengan rasa sakit di masa lalu, belum bisa melupakan beberapa hal pahit yang membuat kamu merasa trauma dan penuh dengan penyesalan, rasa bersalah dalam dirimu mengenai suatu hal, dan beberapa hal lain semacamnya?
Sebelum kamu beranjak kepada kehidupan pernikahan yang mengharuskanmu untuk menyelami jauh lebih dalam mengenai arus kehidupan, akan lebih baik jika kamu benar-benar berdamai dengan diri sendiri.
Ikhlaskan segala sesuatu yang tidak berhasil kamu dapatkan, lupakan beberapa hal yang tidak layak menghuni ingatan. Ketika kamu berhasil untuk bangkit dan siap membuka lembaran baru, barulah kamu melangkah. Sebelum kesiapan dalam dirimu tumbuh dan kamu rasakan keberadaannya, jangan sampai kamu mengambil keputusan yang salah.
3. Interaksi dengan orang tua
Sebelum kamu menikah, apakah kamu merasa masih memiliki kesalahan dengan orang tua? Tentu saja, kita pasti memiliki ribuan kesalahan bahkan tak bisa terhitung dengan angka.
Sebelum kita melangkah dan berubah status karena memiliki keluarga sendiri, akan lebih baik jika kita memperbaiki hubungan dengan orang tua.
Fokus membahagiakan orang tua sebelum akhirnya kamu harus membagi kebahagiaan itu kepada pasangan dan keluargamu sendiri. Puas-puaskan momen dan setiap kesempatan yang hadir untuk merangkul orang tua dan membahagiakannya.
Ingat, orang tualah yang selalu ada untuk kamu, yang selalu membantu kamu tanpa mengharapkan timbal balik apapun. Ketika kamu berhasil meraih sesuatu, semua itu tidak lepas dari doa yang orang tuamu hanturkan, siang dan malam.
Bahkan ketika nanti kamu sudah berkeluarga sendiri, kasih sayang mereka tidak akan pernah berubah. Maka dari itu, kamu harus memaksimalkan hubunganmu dengan orang tua sebelum nantinya kamu berumah tangga.
Itu dia 3 hal yang harus kamu tuntaskan sebelum menikah. Ingat baik-baik, ya!
Baca Juga
-
5 Dampak Keuangan yang Tidak Transparan: Bom Waktu dalam Rumah Tangga
-
Rumah Besar, Napas yang Sempit
-
Tepuk Sakinah Viral, Tapi Sudahkah Kita Paham Maknanya?
-
Bertemu Diri Kecil Lewat AI: Percakapan yang Tak Pernah Kita Siapkan
-
Dari Flu hingga Leptospirosis: 8 Penyakit Musim Hujan yang Harus Diwaspadai
Artikel Terkait
-
Desy Ratnasari Ungkap Alasan Belum Menikah Lagi, Malah Tuai Pro Kontra
-
Takut Ditertawakan Cucu, Mpok Atiek Ogah Kawin Lagi
-
Pacarnya Tiba-Tiba Menolak Berhubungan Seks, Pria Ini Jadi Ragu Lanjut ke Pelaminan
-
Indah Permatasari Minta Maaf Gegara Ibunya Memaki, Sikap Arie Kriting Malah Tak Terduga
-
Joo Min Ha dan Yoo Il Bakal Menikah Bulan Depan
Lifestyle
-
Game Ngebut, Kamera Tajam! Ini 5 HP 4 Jutaan Terbaik
-
4 Serum Retinal Korea Rahasia Kulit Kencang, Tekstur Halus, dan Awet Muda
-
Deretan Anime Yang Tayang Bulan Maret 2026, Wajib Dinantikan!
-
Samsung Galaxy S26 Series Masuk Indonesia, Pre-Order Resmi Dibuka
-
4 Padu Padan OOTD Long Sleeve ala Kim Min Ju, Modis dan Effortless!
Terkini
-
Menjual Keranda di Malam Ganjil
-
Atas Nama Sahur, Sampai Kapan Kebisingan yang Kehilangan Adab Dimaklumi?
-
Minta Maaf di Era Broadcast: Kegelisahan Pribadi Menjelang Idulfitri
-
Ulasan Film Rajah: Teror Mistis Jawa yang Intens dan Mencekam!
-
Rangkap Jabatan dan Hukum: Mengapa Guru Honorer yang Dipidanakan?