Ucapan terima kasih sudah menjadi bagian dari etika sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, terdapat perbedaan antara mengucapkan terima kasih dan berterima kasih. Yang pertama merupakan bagian dari tata krama, sedangkan yang kedua merupakan ungkapan rasa syukur.
Makna syukur sangat luas. Tidak hanya terbatas pada hubungan kita antar sesama manusia, tetapi juga hubungan antara kita dengan Tuhan, lingkungan sekitar, bahkan dengan diri sendiri. Sayangnya, kebanyakan dari kita bisa jadi sering lupa untuk bersyukur. Padahal, rasa syukur dapat memberikan banyak kekuatan.
Apa saja kekuatan bersyukur? Yuk, simak penjelasan berikut ini.
Menyadur dari Manhattan Mental Health Counseling, berdasarkan penelitian, orang-orang yang bersyukur menunjukkan tingkat kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Mereka juga memiliki tingkat stress dan kecemasan yang rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa rasa syukur dapat memberikan kekuatan psikologis yang sangat besar.
2. Optimisme Tinggi
Rasa syukur dapat meningkatkan optimisme seseorang. Sebab, orang yang bersyukur selalu bisa melihat sisi positif dari berbagai hal yang terjadi. Sehingga ketika sedang dihadapkan pada sebuah permasalahan, ia merasa lebih optimis. Sikap optimisme ini menjadikan seseorang lebih cepat keluar dari suatu kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapinya.
3. Lebih Bijak
Orang yang bersyukur menghargai hal-hal kecil yang ada di sekitarnya. Seperti suara kicau burung di pagi hari, sinar matahari yang menghangatkan kulit, atau aroma masakan yang menggugah selera dari dapur.
Ia juga dapat memetik hikmah dari kejadian-kejadian yang kerap kali dianggap sepele. Hal-hal seperti itulah yang menjadikan orang beryukur lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan.
4. Berani Menghadapi Tantangan
Karena tidak mudah stres dan merasa cemas akan sesuatu, orang yang bersyukur lebih berani untuk menghadapi tantangan. Ia juga merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya. Bukan berarti orang yang bersyukur tidak memiliki rasa takut. Akan tetapi, ia jadi mempunyai lebih banyak stok keberanian dalam dirinya.
5. Meningkatkan Pertahanan Diri
Memupuk rasa syukur membuat seseorang tangguh secara mental. Pada saat kesulitan, perasaaan syukur dapat memberi dorongan positif yang kuat. Sehingga, ketika ditimpa suatu permasalahan yang pelik sekalipun, ia tidak akan terpuruk terlalu dalam.
Itulah 5 di antara sekian banyak kekuatan rasa syukur. Menanamkan perasaan bersyukur memang tidak selalu mudah. Namun, tetap dapat diusahakan sampai akhirnya kita bisa menjadi orang yang lebih bersyukur dari sebelumnya.
Baca Juga
-
Selain Menambah Ladang Cuan, Ini 5 Manfaat Side Hustle yang Jarang Disadari
-
Jangan Sampai Salah Perhitungan! Inilah 4 Strategi Cermat untuk Berhemat
-
3 Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Keuangan, Salah Satunya Pakai Pay Later
-
Merasa Stres Menjelang Ujian? Simak 4 Cara untuk Mengatasinya!
-
Kuasai Satu dari 3 Hard Skill Ini biar Bisa Menghasilkan Cuan di Era Digital
Artikel Terkait
-
4 Tips Menjadi Orang yang Lebih Optimis, Perbanyak Syukur!
-
Dengan Bersyukur, Mendag Zulkifli Hasan Luncurkan Minyak Goreng Sederhana Harga Rp 14 Ribu
-
5 Hal yang Dapat Kamu Lakukan dalam Hidup agar Menjadi Lebih Bahagia
-
4 Alasan Kamu Tidak Perlu Selalu Merasa Bahagia, Sedih Itu Normal!
-
4 Tips Jalani Hidup Lebih Sederhana dan Bahagia, Syukuri Hal-Hal Kecil!
Lifestyle
-
4 OOTD Edgy Streetwear ala Jihyo TWICE yang Siap Bikin Kamu Makin Pede!
-
Jangan Cuma Keripik! Ini 7 Pilihan Camilan Segar untuk Nonton Piala Dunia
-
Lenovo TA410: TWS Open Ear Murah dengan Bluetooth 7.0 dan Baterai hingga 48 Jam
-
Super Iconic, 4 OOTD Grungy Hip Hop ala Woojin LNGSHOT yang On Point!
-
Intip Bocoran iPhone 18 Pro, Hadir dengan Face ID di Bawah Layar dan Chip A20 Pro 2nm
Terkini
-
Salah Kaprah tentang Makna Benefit yang Tercantum di Iklan Lowongan Kerja
-
Karakter Lotso dan Romantisme terhadap Sosok Pemimpin Otoriter
-
Tayang 2 Juli, TOHO Gandeng Netflix Garap Versi Baru The Human Vapor
-
Mirah Singa Betina dari Marunda: Perjuangan dan Welas Asih Pendekar Wanita
-
Di Balik Kesuksesan The Glory: Potret Kelam Korban Bullying