Hayuning Ratri Hapsari | Angelia Cipta RN
Poster Drama Korea 'Dream to You' (Viu)
Angelia Cipta RN

Drama Korea fenomenal 2026 'Dream To You' hadir dengan formula yang cukup akrab bagi penonton pencinta romansa,  cinta pertama, reuni setelah bertahun-tahun, mimpi yang pernah dikubur, serta kesempatan kedua untuk memperbaiki kehidupan.

Namun, drama yang dibintangi Hwang In Youp dan Lee Hye Ri ini tidak hanya menjual kisah mantan kekasih bertemu kembali di waktu tak terduga.

Di balik romansa keduanya, 'Dream To You' justru membawa pertanyaan yang lebih dekat dengan kehidupan orang dewasa apa yang terjadi ketika seseorang berhasil mengejar impiannya, sementara orang lain justru kehilangan impian tersebut karena keadaan?

Drama ini tayang mulai 13 Juli 2026 dan memiliki total 12 episode. Serial ini disutradarai Yoo Seon Dong dan ditulis Rachel Eunbea Chung, dengan Hwang In Youp sebagai Woo Su Bin dan Lee Hye Ri sebagai Ju Yi Jae.

Sinopsis 'Dream To You' Ketika Cinta Pertama Kembali Membawa Mimpi Lama
Drama Korea ini mempertemukan kembali Woo Su Bin dan Ju Yi Jae setelah mereka berpisah selama 15 tahun.

Ketika masih remaja, keduanya memiliki mimpi yang sama, yaitu membuat film. Yi Jae dikenal sebagai sosok penuh energi dan berani mengejar apa yang diinginkannya. Sementara itu, Su Bin menjalani kehidupan yang banyak ditentukan oleh keluarganya. Pertemuan dengan Yi Jae menjadi salah satu titik yang membuat Su Bin mulai berani memiliki mimpi sendiri.

Namun, kehidupan membawa mereka ke jalan berbeda.

Su Bin berhasil mengejar impiannya hingga menjadi sutradara film yang sukses. Sebaliknya, Yi Jae harus berhadapan dengan realitas kehidupan yang perlahan membuatnya meninggalkan ambisi masa mudanya. Ketika dewasa, ia bekerja sebagai reporter dan menjalani kehidupan yang jauh dari impian yang dahulu pernah ia perjuangkan.

Pertemuan kembali keduanya menjadi pemicu konflik sekaligus kesempatan baru. Su Bin datang membawa keberhasilan yang dulu mereka impikan, sedangkan Yi Jae harus berhadapan dengan bagian dirinya yang selama ini ia tinggalkan.

Menariknya, hubungan mereka tidak langsung berjalan mulus. Ada luka masa lalu, rasa kecewa, kecanggungan, dan pertanyaan mengenai mengapa Su Bin pergi begitu saja. Ketegangan tersebut menjadi salah satu daya tarik utama drama.

Keduanya kemudian kembali bersinggungan melalui dunia perfilman. Mereka berusaha menyelesaikan proyek film yang pernah mereka mulai bersama, sekaligus perlahan menghadapi perasaan yang ternyata belum benar-benar selesai.

Chemistry Keren Hwang In Youp dan Lee Hye Ri Jadi Kekuatan Utama
Kekuatan terbesar Dream To You berada pada hubungan dua karakter utamanya.

Hwang In Youp tampil sebagai Su Bin yang terlihat tenang dan sukses dari luar, tetapi menyimpan persoalan emosional yang tidak sederhana. Karakternya bukan sekadar pria sempurna yang kembali setelah menjadi sukses. Ada sisi rapuh yang perlahan terlihat ketika ia berhadapan dengan Yi Jae.

Sementara itu, Lee Hye Ri memberikan warna berbeda melalui Yi Jae. Karakter ini terasa lebih membumi karena hidupnya tidak berjalan sesuai rencana. Ia pernah memiliki mimpi besar, tetapi realitas membuatnya memilih bertahan daripada terus mengejar ambisi.

Di sinilah chemistry keduanya terasa menarik. Hubungan mereka tidak hanya dibangun melalui adegan romantis, tetapi juga melalui percakapan dan konflik mengenai masa lalu.

Beberapa ulasan awal bahkan menilai chemistry keduanya menjadi salah satu alasan drama ini menarik untuk diikuti. Disadur dari laman Gulf News pada Minggu (9/8/2026) menyebut empat episode awalnya berhasil menghadirkan kisah hangat mengenai mimpi yang hilang dan kesempatan kedua, sementara Soompi menyoroti bagaimana keduanya perlahan menjadi tempat saling menguatkan.

Namun, ini bukan drama tanpa kekurangan.

Pada beberapa bagian awal, alurnya terasa cukup lambat dan membutuhkan kesabaran penonton. Beberapa konflik juga sengaja ditahan untuk menjaga misteri masa lalu kedua karakter. Bagi penonton yang terbiasa dengan rom-com cepat, pendekatan ini mungkin terasa kurang menggigit.

Rating episode perdana di Korea juga berada di angka 2,7 persen menurut Nielsen Korea. Angka tersebut memang lebih rendah dibandingkan drama yang mengisi slot sebelumnya, tetapi terlalu dini menjadikan angka tersebut sebagai ukuran kegagalan karena serial masih dalam tahap awal penayangan.

Bukan Sekadar Kisah Cinta, tetapi Cerita tentang Mimpi yang Hilang
Hal paling menarik dari Dream To You justru bukan pertanyaan “apakah Su Bin dan Yi Jae akan bersama?”, melainkan “apakah Yi Jae bisa menemukan kembali dirinya sendiri?”

Tema tersebut membuat drama ini terasa relevan bagi penonton usia 20-an hingga 30-an.

Tidak semua orang gagal karena tidak memiliki kemampuan. Sebagian orang berhenti bermimpi karena terlalu lama berhadapan dengan tuntutan kehidupan. Pekerjaan, keluarga, ekonomi, kegagalan, dan rasa takut membuat impian yang dahulu terasa penting akhirnya dianggap tidak realistis.

Yi Jae menjadi gambaran dari orang-orang tersebut.

Sementara Su Bin merepresentasikan sisi lain: seseorang yang berhasil mencapai mimpi, tetapi tetap membawa luka dari masa lalu. Kesuksesan ternyata tidak otomatis membuat seseorang selesai dengan dirinya sendiri.

Karena itu, romansa dalam Dream To You terasa lebih menarik ketika ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan pemulihan, bukan sekadar tujuan akhir.

Drama ini juga cukup berani memperlihatkan bahwa “kesempatan kedua” tidak selalu berarti kembali kepada orang yang sama. Kesempatan kedua juga bisa berarti kembali kepada diri sendiri kepada mimpi yang pernah ditinggalkan dan keberanian untuk memulai lagi.

Secara keseluruhan, K-Drama ini cocok bagi penonton yang menyukai romansa dengan nuansa nostalgia dan cerita healing. Chemistry Hwang In Youp dan Lee Hye Ri menjadi daya tarik kuat, sementara tema tentang mimpi yang tertunda membuat ceritanya memiliki lapisan emosional lebih dari sekadar kisah cinta.

Meski ritmenya belum selalu stabil dan beberapa konflik terasa ditahan terlalu lama, drama ini masih memiliki ruang untuk berkembang.

Drama Korea 2026 'Dream To You' mengingatkan bahwa menjadi dewasa bukan berarti harus mengubur semua mimpi masa muda. Terkadang, kita hanya membutuhkan seseorang atau sebuah peristiwa untuk mengingatkan bahwa mimpi yang lama ditinggalkan belum tentu benar-benar mati.