Mengutip dari webmd.com, otak adalah salah satu organ terbesar dan terpenting dalam tubuh manusia. Otak terdiri dari 100 miliar saraf yang berkomunikasi dalam triliunan koneksi yang disebut dengan sinapsis. Sungguh menakjubkan, bukan?
Otak memegang peranan penting dalam kelangsungan hidup manusia. Sebab, seluruh organ dalam tubuh kita dikendalikan oleh otak. Mengingat betapa pentingnya otak, maka kita harus menjaganya dengan baik. Namun, ternyata beberapa kebiasaan sehari-hari dapat berdampak negatif bagi kesehatan serta fungsi otak. Lantas, apa saja kebiasaan buruk itu?
1. Terlalu Banyak Duduk
Mungkin kebiasaan terlalu banyak duduk ini kerap kali dianggap sepele. Padahal ternyata dapat berakibat negatif bagi otak kita. Menyadur dari health.harvard.edu, sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2018 menemukan bahwa terlalu banyak duduk berhubungan dengan perubahan di bagian otak yang penting untuk memori.
Sehingga, hal ini bisa menjadi awal dari penyebab menurunnya fungsi kognitif dan terjadinya demensia.
2. Sering Begadang
Kita tahu begadang itu bukan sesuatu yang baik. Namun, terkadang sulit sekali untuk menghindarinya. Sayangnya, begadang masuk dalam list kebiasaan buruk yang dapat merusak otak. Sebab, saat begadang, otak yang seharusnya bisa beristirahat justru dipaksa untuk bekerja lebih keras.
3. Kurang Bersosialisasi
Manusia adalah makhluk sosial. Sehingga, otak kita juga terprogram untuk melakukan kontak sosial dengan orang lain. Ini bukan tentang seberapa banyak followers yang kita punya di Instagram. Akan tetapi kontak sosial yang lebih nyata.
Orang yang memiliki sedikit teman, tetapi melakukan interaksi yang nyata lebih bahagia dan produktif. Serta cenderung memiliki resiko yang rendah terhadap penurunan fungsi otak dan Alzheimer.
4. Terlalu Banyak Makan Junk Food
Kandungan nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi sangat berpengaruh bagi kesehatan otak kita. Untuk dapat menjalankan fungsinya dengan baik, maka kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi. Terlalu banyak makan junk food dapat menyebabkan penurunan fungsi otak.
Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi junk food mengalami penurunan fungsi otak di bagian pembelajaran, memori, dan kesehatan mental.
5. Terlalu Lama Menggunakan Headphone
Selain berbahaya bagi pendengaran, terlalu lama menggunakan headphone juga akan mempengaruhi fungsi otak. Hal tersebut kemungkinan dapat terjadi karena otak harus bekerja lebih keras untuk dapat memahami bunyi-bunyian yang ada di sekitar kita. Sehingga otak tidak dapat menyimpan apa yang sudah didengar ke dalam memori.
Itulah 5 kebiasaan buruk yang dapat merusak otak. Mungkin, sebagian dari kebiasaan itu seringkali dianggap sepele. Namun, ternyata berpengaruh buruk bagi otak kita.
Baca Juga
-
Selain Menambah Ladang Cuan, Ini 5 Manfaat Side Hustle yang Jarang Disadari
-
Jangan Sampai Salah Perhitungan! Inilah 4 Strategi Cermat untuk Berhemat
-
3 Kebiasaan Buruk dalam Mengelola Keuangan, Salah Satunya Pakai Pay Later
-
Merasa Stres Menjelang Ujian? Simak 4 Cara untuk Mengatasinya!
-
Kuasai Satu dari 3 Hard Skill Ini biar Bisa Menghasilkan Cuan di Era Digital
Artikel Terkait
-
Jangan Abaikan 5 Perilaku Buruk Anak, Begini Cara Mengatasinya
-
4 Kebiasaan yang Dapat Menghambat Cepat Kaya, Pernah Merasakannya?
-
4 Kebiasaan Buruk Harus Ditinggalkan Jomblo Sebelum Menikah
-
4 Kebiasaan Sederhana yang Bisa Memberikan Banyak Manfaat, Sering Membaca!
-
3 Dampak Negatif Kurang Tidur, Hindari Sekarang!
Lifestyle
-
Cegah Penuaan! 4 Serum Anti-Aging Korea Kunci Wajah Awet Muda dan Kenyal
-
Semarak HUT RI, Ini 5 Lomba Tradisional dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Presentasi Pakai iPad? Ini 4 Cara Mudah Menyambungkannya ke Proyektor
-
4 Rekomendasi HP Samsung RAM 12 GB Terbaik Agustus 2026, Performa Ngebut untuk Multitasking
-
HP 64 GB Mulai Lemot? Coba 6 Trik Sederhana Ini sebelum Ganti Ponsel
Terkini
-
Ulasan Film Seni Merayu Tuhan: Refleksi Sunyi Anak Muda Mencari Arah Hidup
-
Dentuman Sound Horeg di Kuburan dan Masjid: Hiburan atau Sudah Kelewat Batas?
-
Review Kung Fu Soccer: Terlalu Absurd Disebut Film Tentang Sepak Bola, Apakah Layak Ditonton?
-
Bli Nyoman dan Desa Les: Ketika sebuah Desa Tumbuh tanpa Kehilangan Akarnya
-
Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong