Menjadi minimalis memang pilihan yang tidak bisa dipaksakan. Mungkin kita berniat untuk menjadi minimalis, hanya memiliki barang yang benar-benar kita butuhkan, tetapi terkadang bingung harus memulai dari mana.
Melalui bukunya yang berjudul Goodbye Things: Hidup Minimalis Ala Orang Jepang, penulis Fumio Sasaki mencoba membantu kita untuk berpisah dari barang-barang yang terlalu banyak.
Keberadaan barang-barang yang terlalu berlebihan hanya akan membuat kita repot dan menyita banyak waktu serta perhatian.
Berikut ini adalah beberapa kiat dan tips yang bisa kamu terapkan untuk berpisah dengan barang-barang.
1. Buang satu barang sekarang juga
Ketika sedang beres-beres, kita pasti menemukan sebuah barang yang ragu untuk dibuang atau disimpan kembali. Tidak usah berpikir panjang, jika kita masih memikirkan alasan untuk tidak membuangnya, berarti barang itu tidak cukup layak untuk terus kita simpan. Langsung saja masukkan ke dalam kantong sampah.
2. Kurangi barang-barang dengan fungsi sejenis
Jika kamu memiliki gunting kuku lebih dari satu, sudah saatnya kamu memutuskan untuk memilih satu yang harus dibuang. Pilihlah yang paling baik untuk disimpan, buang yang lainnya. Kita tidak mungkin menggunakan kedua gunting kuku di saat yang bersamaan, bukan?
3. Buang barang yang sudah tidak digunakan selama satu tahun
Memang ada beberapa barang yang disimpan dan hanya digunakan di waktu-waktu tertentu, seperti koper besar, peralatan liburan, dan lain sebagainya. Namun, jika barang-barang remeh lainnya teronggok begitu saja hingga berdebu, untuk apa dipertahankan. Segera buang barang tersebut.
4. Merapikan tidak sama dengan mengurangi
Merapikan barang-barang sama sekali berbeda dengan mengurangi barang. Merapikan hanya membuat susunan menjadi berbeda, sedangkan jumlah barang tetap sama. Sebelum merapikan, pilih dan pisahkan terlebih dahulu barang yang memang ingin dibuang agar tidak tercampur.
5. Berhenti berpegang pada kata 'kelak'
Salah satu godaan terbesar ketika ingin menyingkirkan sebuah barang adalah bayangan kita bahwa barang tersebut akan berguna di masa depan. Misalnya, ketika melihat kotak bekas kemasan, kita jadi berpikir mungkin bisa kita jadikan wadah sesuatu nantinya. Berhenti berpikir demikian. Hampir semua kotak yang tidak kita buang hanya akan membuat ruangan semakin berantakan.
Itulah lima kiat serta tips yang bisa kamu terapkan untuk berpisah dengan barang-barang yang ada di ruanganmu. Untuk mengetahui lebih banyak tentang kiat-kiat lainnya, kamu bisa membacanya di buku Goodbye Things. Mulai sekarang, cobalah untuk berbenah dan tidak lagi menumpuk barang tidak terpakai.
Baca Juga
-
Bukan Sekadar Novel Geng Motor, Novel Areksa Ajarkan Arti Pengorbanan
-
Dapat Komentar Jahat soal Debut 'HyoRiSoo', Begini Reaksi Menohok Yuri SNSD
-
Haechan NCT Pamer Parfum Favorit dari Brand Lokal, Ini 7 Alternatif Lainnya
-
Skin Barrier Rusak? Perbaiki dengan 5 Pilihan Moisturizer Ini!
-
Didominasi Genre Self-Help, Intip 4 Buku Rekomendasi Sungjin DAY6!
Artikel Terkait
-
3 Dampak Positif Gaya Hidup Minimalis, Hemat Waktu dan Tempat
-
Musnahkan Barang Bukti, Polda Sumbar Bakar Ganja Seberat 37,2 Kilogram
-
Gara-gara Barang Kecil Ini, 9 Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar Petugas Bandara
-
Emak-emak Tertangkap Basah Sembunyikan Kosmetik Curian di Dalam Gamis, Netizen Geram: Duh Malu Sama Hijab
-
Rekomendasi Barang Promo Diskon Supermarket yang Ada di Shopee 8.8
Lifestyle
-
4 Low pH Cleanser Berbahan Probiotic Buat Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
Fenomena Overproud Film Hollywood, Mengapa Netizen Indo Haus Validasi Barat
-
3 Fakta Menarik Songpyeon, Kue Beras Kukus Daun Pinus Khas Musim Gugur di Korea
-
4 Serum Anti-Aging Rp50 Ribuan Tanpa Alkohol Atasi Penuaan Kulit Sensitif
-
TECNO Megapad SE 2 Resmi di Indonesia: Layar 9,7 Inci, AI Tutor, dan Harga Rp3 Jutaan
Terkini
-
Gen Z dan Conscious Unbossing: Saat Karier Tidak Harus Naik secara Vertikal
-
Ilusi Kesantunan Pejabat: Di Balik Permintaan Maaf Wapres soal MBG
-
Kerasnya Aspal dan Tugas Domestik: Membedah Beban Ganda Ojol Perempuan
-
Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?
-
Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?