Yes Man adalah sebutan untuk orang yang selalu mengatakan "Ya" atau tidak bisa menolak terhadap semua hal yang menghampiri dirinya. Dengan alasan tidak enak atau tidak ingin melewatkan kesempatan yang ada, Yes Man selalu mengorbankan kepentingan dirinya untuk sekadar menyenangkan orang lain atau menghindari konflik. Dalam beberapa kesempatan walaupun dirasa baik, tindakan Yes Man memiliki pengaruh buruk untuk kehidupan pribadinya sendiri.
Di dunia pekerjaan terkadang kita dapat menemui seseorang dengan karakter Yes Man tersebut, walau pada awalnya hanya ingin membantu rekan kerja atau atasan, namun jika seringkali tidak bisa menolak maka semua itu menjadi bumerang tersendiri karena dapat mengorbankan waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melakukan hal lain.
Berikut ini adalah beberapa hal negatif yang mungkin di rasakan oleh seseorang yang berpredikat Yes Man dalam dunia kerja
1. Pekerjaan Menumpuk
Karena terlalu sibuk membantu dan menuruti semua keinginan orang lain, Yes Man menjadi kualahan karena pekerjaan yang seharusnya selesai tepat waktu menjadi tertunda dan menumpuk sehingga merugikan dirinya sendiri dan membuatnya membutuhkan waktu ekstra untuk menyelesaikannya.
2. Susah Memenuhi Prioritas Pribadi
Setiap orang pastinya memiliki prioritas masing-masing dalam hidupnya. Namun bedanya ada orang yang bisa mendahului mana prioritasnya ada juga yang tidak bisa karena terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain. Hal itulah yang membuat Yes Man menggadaikan prioritasnya sendiri dibawah kepentingan orang lain dan hal itu bisa terjadi di dunia pekerjaan dimana ada tugas yang harus diprioritaskan terlebih dahulu malah tertunda akibat membantu orang lain.
3. Kehilangan Banyak Waktu Berharga
Terlalu fokus dengan membantu orang lain membuat Yes Man harus kehilangan banyak waktu berharga. Seperti yang kita tau waktu yang sudah digunakan tidak akan bisa kembali lagi. Jika seseorang dengan karakter Yes Man tersebut sudah tidak bisa memilah lagi mana yang menjadi prioritasnya, maka ia akan kehilangan waktu yang seharusnya bisa di manfaatkan untuk mengerjakan pekerjaan lain.
Melansir dari Leader Economics ada 3 cara untuk menghindar menjadi seorang Yes Man yaitu:
1. Ingatlah bahwa anda juga memiliki pilihan sendiri yang harus dipertanggung jawabkan
2. Ketahui apa yang menjadi proritasmu, dan perjuangkan itu
3. Ingatlah bahwa kejujuran adalah salah satu hal yang di puji dan bisa menjadi komunikasi yang penting dalam sebuah tim. Jika anda merasa keberatan untuk menolong rekan anda, jujur adalah kuncinya.
Demikianlah beberapa hal yang bisa di pahami dari seseorang dengan karakter Yes Man. Semoga kita bisa memilah mana yang bisa dijadikan prioritas dalam hidup sehingga dapat memanfaatkan waktu menjadi lebih berharga.
Baca Juga
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
-
Apple Resmi Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Segini Harganya
-
Trailer Film Artificial Dirilis, Tampilkan Sisi Gelap Teknologi AI
Artikel Terkait
-
Anggaran Pemilu dan IKN Jadi Prioritas Belanja APBN di 2023
-
Ada Aturan One Gate System, Wisatawan dari Bali Tak Bisa Langsung ke Gili Tramena
-
Proyek Pipa Transmisi Gas Bumi Cirebon-Semarang Tahap I Mulai Dibangun
-
Ini Alasan Waktu Terasa Lebih Cepat Bagi Orang Dewasa
-
5 Tanda Kamu Bekerja Optimal, Kamu Merasakannya?
Lifestyle
-
Anti Sumpek dan Lengket, Ini 4 Andalan Moisturizer Lotion untuk Kunci Hidrasi Wajah
-
5 Peptide Sheet Mask untuk Samarkan Garis Halus dan Bikin Kulit Kenyal
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
Terkini
-
Bedah MV Penggantine Happy Asmara: Angkat Pesona Kediri Lewat Bus Bagong hingga Jalan Dhoho
-
Bad Memory Eraser: Eksperimen Menghapus Ingatan Demi Mengubah Kehidupan
-
Kisah Orang Tua yang Berjuang untuk Pendidikan Anak di Novel Ibuk
-
Membongkar Ketimpangan Patriarki Tanpa Harus Membenci Laki-Laki, Bisakah?
-
Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam