Soft skill adalah kemampuan seseorang yang harus dimiliki dimana kemampuan itu mencakup akal sehat, kemampuan untuk berurusan dengan orang, dan sikap fleksibel yang positif. Soft skill ini menjadi tolak ukur bagi perusahaan untuk menyeleksi calon karyawannya. Nah, tentu jika kamu ingin cepat diterima ketika melamar pekerjaan kamu harus memiliki soft skill ini. Berikut adalah tips membangun soft skill
1. Prioritaskan keterampilan mana yang akan dikembangkan
Sebelum kamu dapat meningkatkan, kamu perlu mengetahui keterampilan mana yang kurang kamu miliki. Cara sederhana dan efektif untuk menemukan kelemahanmu adalah dengan bertanya kepada orang lain yang mengenalmu.
Untuk mendapatkan umpan balik jujur mereka, minta mereka untuk mengikuti semacam kuis atau pertanyaan kejujuran. Berdasarkan tanggapan mereka dan tanggapanmu tentang dirimu, kamu bisa menghitung tingkat kesadaran diri atau penilaian terhadap diri sendiri.
Jika kamu masih tidak yakin, mulailah dengan membuat daftar soft skill yang paling kamu inginkan. Misalnya, beberapa soft skill yang harus kamu miliki yaitu:
- Komunikasi.
- Organisasi (manajemen waktu).
- Kerja tim (kolaborasi).
- Selalu tepat waktu (manajemen waktu).
- Berpikir kritis (memecahkan masalah).
- Keterampilan sosial (kolaborasi).
- Kreativitas (memecahkan masalah).
- Komunikasi interpersonal.
- Adaptasi (kepemimpinan).
- Berkepribadian ramah (kolaborasi).
Setelah kamu memutuskan keterampilan apa yang akan difokuskan, sisihkan waktu untuk meningkatkannya.
2. Dedikasikan waktu untuk meningkatkan soft skill tersebut
Sama seperti kamu harus terus mempelajari keterampilan keras yang berlaku untuk pekerjaanmu, kamu juga harus membuat kemajuan yang stabil untuk soft skill yang kamu miliki. Faktanya, beberapa ahli mengatakan bahwa kita dapat mencapai tingkat kompetensi yang mengesankan dalam suatu topik dengan hanya berlatih selama 20 jam. Jadi jika kamu melatih soft skill-mu hanya lima menit per hari, kamu akan mencapai 20 jam itu dalam waktu yang singkat.
3. Temukan sumber daya untuk belajar
Seperti halnya hard skill, soft skill dapat dipelajari melalui pembelajaran, latihan, dan aplikasi. Tapi bagaimana seharusnya kamu belajar?
Lewatlah sudah hari-hari ketika kamu harus membaca buku teks yang cringe untuk mempelajari sesuatu yang baru. Dengan teknologi saat ini, kamu bisa mendapatkan saran terbaik dari pakar utama dunia tentang topik apa pun, dalam berbagai format.
Beberapa sumber daya gratis yang bisa kamu nikmati meliputi:
- Podcast. Kamu dapat menemukan podcast di hampir semua topik yang dapat dibayangkan, termasuk instruksi tentang cara mengembangkan soft skill apa pun. Sebagian besar podcast memiliki pembicara tamu yang memberikan wawasan unik, plus analisis dan konten dari pembawa acara.
- Artikel blog. Blogosphere penuh dengan saran cara. Lihat, khususnya untuk panduan mendalam dengan penelitian. Siapa pun dapat memposting pemikiran mereka di internet, tetapi hanya penulis berkualitas tinggi akan memberikan data untuk mendukung apa yang mereka usulkan untukmu.
- Video daring. Untuk melihat soft skill beraksi, tonton videonya! Kamu dapat menemukan instruktur dari seluruh dunia di YouTube, TikTok, dan situs lainnya. Tidak seperti membaca atau mendengarkan, kamu dapat belajar dengan observasi.
4. Berlatihlah dengan cerdas
Tidak peduli keterampilan apa yang ingin kamu tingkatkan, kamu dapat menggunakan waktumu untuk latihan. Untuk latihan secara maksimal, kamu memerlukan beberapa komponen utama, seperti:
- Mencapainya dan mengulangi. Cobalah teknik baru yang menantang tingkat pemahamanmu saat ini, lalu ulangi sesering mungkin. Misalnya, bereksperimen dengan strategi analisis data baru di setiap spreadsheet yang kamu tinjau selama seminggu penuh.
- Pemangkasan. Pastikan kamu memangkas latihan agar tetap tertarik. Misalnya, jika kamu berjuang dengan kesimpulan yang meyakinkan untuk sebuah presentasi, praktikkan hanya kesimpulannya, bukan sisa pidatonya.
- Realistis. Berlatihlah dengan cara yang berhubungan langsung dengan area kelemahanmu. Misalnya, jika kamu kesulitan berbicara dengan kelompok besar, berlatihlah berbicara dalam kelompok yang lebih kecil daripada hanya berlatih sendiri.
- Umpan balik yang kuat dan cepat. Minta seseorang untuk meninjau keterampilanmu dan memberikan area untuk perbaikan sesering mungkin. Misalnya, mintalah pelatihmu memberimu umpan balik kepemimpinan secara lisan tepat setelah rapat.
Seiring waktu, jenis latihan aktif ini akan menunjukkan peningkatan yang terukur dalam soft skill-mu. Dan karena soft skill memprediksi kesuksesanmu dalam hidup, hal itu adalah investasi yang akan bertahan bertahun-tahun yang akan datang.
Baca Juga
-
Bukan Malas, Ini 4 Hal yang Harus Kamu Ketahui tentang Manfaat Slow Living
-
6 Tips Mengatasi Keadaan Finansial yang Terpuruk, Hindari Utang!
-
7 Tips Ampuh untuk Mencintai Pekerjaan yang Kamu Lakukan
-
5 Efek Berbahaya Ponsel bagi Remaja, Bisa Menyebabkan Teen Trigger Tumb!
-
9 Tips Berbicara dengan Crush-mu Tanpa Menjadi Canggung
Artikel Terkait
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
KPPli: Kepemimpinan Pengelolaan Perubahan dan Langkah Strategis Hadapi Transformasi di Era Digital
-
Nissan Tengah 'Cari Jodoh' untuk Kembangkan Bisnisnya, Sudah Move-on dari Honda?
-
Rocky Gerung Bongkar Borok Tim Komunikasi Prabowo: Justru Mendelegitimasi Presiden
-
Hasan Nasbi Suruh Jurnalis Tempo Masak Kepala Babi, Ustaz Felix Siauw: Gak Ada Adab!
Lifestyle
-
Gaya Street Style ala Moon Sua Billlie, Ini 4 Ide OOTD yang Bisa Kamu Coba!
-
4 OOTD Minimalis ala Yerin GFRIEND, Cocok untuk Gaya Harian yang Effortless
-
Penalaran Kata 'Mundhut': Sama-sama Predikat Kalimat, tapi Dilarang Ambigu!
-
Mudah Ditiru! 4 Gaya Hangout ala Bona WJSN yang Wajib Dicoba
-
4 Inspirasi Gaya Harian dari Yeri RED VELVET, Kece untuk Outfit Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'TwinWar': Pertarungan Harga Diri di Balik Wajah yang Sama
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia Kembali Gendong Marwah Persepakbolaan Asia Tenggara
-
Ulasan Webtoon Our Secret Alliance: Perjanjian Palsu Ubah Teman Jadi Cinta
-
Pemain PC Kini Bebas dari PSN! Sony Ubah Kebijakan Akun PlayStation
-
Timnas Indonesia, Gelaran Piala Asia dan Bulan April yang Selalu Memihak Pasukan Garuda