Dalam sebuah pembelajaran, guru harus menyiapkan banyak hal. Dimulai dari menyiapkan rencana pembelajaran, menyiapkan bahan-bahan yang akan digunakan dalam pembelajaran, hingga hal-hal yang dapat mendukung sebuah pembelajaran.
Persiapan-persiapan ini harus dilaksanakan guru jauh-jauh hari sebelum pembelajaran dilaksanakan. Untuk mengantisipasi dan meminimalisirkan kesalahan dalam proses pembelajaran.
Setelah persiapan pembelajaran disediakan, saatnya untuk melaksanakan pembelajaran. Sebelum memulai pembelajaran hendaknya guru melaksanakan pembiasaan. Hal ini dilakukan untuk membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.
Selain itu, pembiasaan juga sebagai sarana mempersiapkan siswa sebelum dimulainya pembelajaran. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai 5 pembiasaan sebelum pembelajaran yang harus dilakukan oleh guru.
1. Berdoa
Pembiasaan pertama adalah berdoa, ajak peserta didikmu untuk memulai pembelajaran dengan berdoa. Hal ini dilakukan supaya pembelajaran yang berlangsung dapat berjalan dengan lancar, serta selalu dalam jalan Allah.
2. Menyanyikan Lagu Nasional
Pembiasaan yang kedua adalah guru harus mengajak anak untuk menyanyikan lagu wajib nasional. Adanya pandemi membuat anak tidak melaksanakan sekolah kurang lebih dua tahun. Hal ini menyebabkan pengetahuan anak mengenai lagu nasional berkurang.
Anak-anak akan lebih hafal lagu dangdut dan lagu yang sedang FYP di TikTok daripada lagu nasional. Maka dari itu, membiasakan mereka menyanyi lagu nasional sangat dianjurkan.
3. Cek Kehadiran
Setelah selesai menyanyi, saatnya guru mengecek kehadiran para siswa. Guru harus pro aktif dan harus tahu ada berapa siswa yang mangkir saat jam pembelajaran dimulai.
Ada berapa siswa yang sakit maupun ada berapa siswa yang izin. Dengan demikian, akan tumbuh kedekatan antara guru dan siswa.
4. Pemberian Motivasi
Pada poin keempat adalah pemberian motivasi. Sekeras-kerasnya batu apabila terus ditetesi air maka akan berlubang juga. Sama halnya hati, sekeras-kerasnya hati apabila selalu diberikan motivasi, maka akan lunak juga. Berikan motivasi pada setiap peserta didik sebelum memulai pembelajaran.
5. Apersepsi
Poin terakhir adalah apersepsi, yakni mengaitkan materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari. Guru bisa mengaitkan dengan kejadian atau benda sekitar. Hal ini dilakukan untuk mengingatkan kembali materi lalu yang telah anak pelajari.
Nah, itu dia kelima hal pembiasaan sebelum pembelajaran yang harus dilakukan guru. Semoga bermanfaat.
Baca Juga
-
Diet Pisang: Cara Menurunkan Berat Badan Menyenangkan Ala Sumiko Watanabe
-
Wisata Alam Posong: Rekomendasi Liburan Keluarga yang Ciamik
-
4 Ide Kegiatan Idul Adha di Sekolah, No 4 Implementasi Kurikulum Merdeka
-
Konsumsi 5 Makanan Ini, Bisa Turunkan Kolesterol Saat Idul Adha
-
Sisca Kohl Hamil! Mom, Yuk Simak Tanda Kehamilan pada Minggu Pertama
Artikel Terkait
-
Soal RUU Sisdiknas, Himpaudi Beri Dua Catatan Ini ke Pemerintah
-
Kamera Jurnalis Dirusak Oknum Guru saat Meliput Kericuhan Pertandingan Bola Voli Piala Bupati Jombang
-
Viral Rambut Siswa SD Ini Dipenuhi Kutu, Guru Inisiatif Potong Rambut Siswa Hingga Banjir Pujian
-
Terdampak Banjir, Para Guru Jemur dan Bersih-bersih Meja Sekolah
-
Pakai Modus Tes Kejujuran, 7 Fakta Mengerikan Guru Agama di Batang Cabuli Puluhan Siswi
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?