Memiliki hewan peliharaan di rumah menjadi pilihan bagi sebagian orang. Banyak sekali jenis hewan jinak dan lucu yang bisa dijadikan peliharaan favorit. Sebut saja kucing, anjing, ikan, hamster dan masih banyak yang lainnya.
Tapi tahukah anda, memelihara hewan peliharaan memiliki banyak manfaat yang baik untuk si kecil. Apa sajakah manfaatnya? Berikut ini ada beberapa manfaat memelihara hewan peliharaan bagi si kecil seperti yang dikutip dari Verywell Family.
1. Menghilangkan stres
Memiliki peliharaan di rumah bagi si kecil dapat menghilangkan stres yang ditimbulkan akibat aktivitas di sekolah dan tugas yang menumpuk. Jika si kecil bermain-main dengan hewan peliharaannya, maka dapat menurunkan hormon kortisol serta meningkatkan pelepasan dopamin dan oksitosin, yang merupakan hormon anti-stres atau perasaan senang, terutama oksitosin, demikian penjelasan dari Dr. Moore seperti yang dikutip dari Verywell Family.
2. Mengurangi kesepian
Memelihara hewan juga bisa membantu si kecil yang tidak banyak memiliki teman di sekitaran rumah agar tidak merasa kesepian dan bisa menjadikan peliharaan sebagai teman bermainnya seperti hewan kucing atau anjing.
3. Membangun empati dan kasih sayang
Hewan peliharaan tentu berbeda dengan manusia yang bisa menyiapkan makanannya sendiri. Untuk itu si kecil bisa dilatih agar memperhatikan hewan peliharaannya dengan mengurus makan, minum, mandi, dan menjaga kebersihan kandangnya. Hal-hal tersebut bisa melatih empati dan menumbuhkan kasih sayang terhadap hewan peliharaannya.
4. Membantu si kecil melakukan olahraga
Mengajak hewan peliharaan setiap sore hari atau akhir pekan, bisa sembari melakukan olahraga kecil seperti jogging atau jalan santai, tentu saja hal tersebut sangat bermanfaat untuk mendapatkan tubuh yang bugar. Dengan mengajak hewan peliharaan berjalan-jalan, si kecil bisa mendapatkan manfaat lain juga untuk dirinya.
5. Melatih tanggung jawab
Hewan peliharaan membutuhkan pemilik yang bertanggung jawab untuk mengurus semua keperluannya. Jika si kecil ingin ke sekolah, maka ia harus memastikan bahwa peliharaannya itu sudah disiapkan makan dan minumnya sehingga ia bisa meninggalkannya dengan tenang.
Para orangtua bisa mencoba untuk membelikan si kecil hewan peliharaan yang bisa dijadikan teman disaat merasa kesepian. Semoga bisa melatih si kecil agar bertanggung jawab dan memberikan kasih sayang terhadap hewan peliharaannya. Wah kira-kira tertarik mau pelihara hewan apa nih mam?
Baca Juga
-
Siap Tahan Napas! Film Dont Breathe 3 Resmi dalam Pengerjaan
-
Hidden Gem Sarapan di Tangerang! Wajib Coba Nikmatnya Katupek Pitalah di Bopet Nan Katuju
-
Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai
-
Sinopsis Ray Gunn, Detektif Swasta Bongkar Konspirasi Besar Kota Futuristik
-
Teaser 5 cm: Revolusi Hati Dirilis, Ungkap Kisah Zafran saat SMP
Artikel Terkait
-
Pulang ke Rumah Orang Tua Usai Alami KDRT, Potensi Cerai Lesti Kejora dan Rizky Billar Makin Besar?
-
Orang Tua Patut Hindari 3 Hal Ini saat Menghadapi Anak yang Sedang Rewel
-
10 Potret Ayu Ting Ting Duet dengan Bilqis di Panggung, Tampil Memukau Bikin Kagum Semua Orang
-
'Aku Makannya Kayak Orang Kaya', Reaksi Bocah Penjual Tisu Keliling Ditraktir Makan Steak Bikin Haru
-
Bukan Hanya di Indonesia, Aktor Hollywood Brad Pitt Ternyata Pernah Lakukan KDRT, Sampai Mencekik Anak!
Lifestyle
-
Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja
-
Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!
-
Bibir Makin Cerah dan Fresh! 4 Rekomendasi Lip Tint Mengandung Vitamin C
-
Bahaya Makanan Ultra-Proses Bagi Gen Z: Bikin Kenyang Sesaat, Merusak Mental Kemudian
Terkini
-
Fenomena Split Bill Gen Z: Mengurai Relasi Kuasa Patriarki di Meja Makan
-
Ulasan Novel 'Partikel': Formula Hollywood di Balik Karya Dee Lestari
-
Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles
-
Rela Lepas Cuan Jutaan Dolar demi Privasi Anak, Keputusan PewDiePie Patut Ditiru Ortu Zaman Now!
-
Dari Warkop DKI hingga Pandji: Menelusuri Komedi Sebagai Alat Perlawanan