Karena target kerja yang belum tercapai, banyak orang dewasa yang memutuskan untuk bekerja lembur demi mencapainya. Padahal, terlalu sering kerja lembur itu bukan hal yang baik. Terutama bagi kesehatan tubuh kita secara fisik. Istirahat yang kurang bisa menyebabkan gaya hidup yang tidak seimbang.
Daripada terus melakukan hal yang menyiksa diri sendiri, ada baiknya mencari strategi agar hidup kita menjadi lebih baik lagi. Ini dia lima tips kerja cerdas untuk siasati kebiasaan kerja lembur.
1. Matikan Ponsel
Hal pertama ini adalah yang paling berpengaruh di zaman sekarang. Faktor penyebab orang-orang harus bekerja lembur, biasanya karena dia terlalu sering mengecek ponselnya saat jam kerja. Alhasil, pekerjaan pun tidak selesai tepat waktu.
Supaya tidak greget untuk mengecek ponsel terus dan menyebabkan pekerjaan terbengkalai, lebih baik matikan ponsel di jam yang seharusnya kita pakai untuk fokus bekerja.
2. Menakar Pekerjaan Berdasarkan Hasil, Bukan Waktu
Sering kali ketika kita mematok pekerjaan dengan berdasarkan waktu, yang terjadi malah kita menunda-nunda pekerjaan bahkan hingga ujung waktu. Akhirnya, waktu yang ditetapkan habis, tapi pekerjaan belum selesai.
Meskipun belum selesai, kita tetap harus bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan bukan? Ujung-ujungnya kerja lembur bagai kuda menyelesaikan pekerjaan.
3. Dapatkan Istirahat yang Sesuai
Kita boleh ambisius dan menjadi seorang pekerja keras. Tapi harus tetap disertai dengan istirahat yang cukup. Daripada bekerja melebihi waktu yang seharusnya, lebih baik maksimalkan energi kita dengan mendapat jam tidur yang reguler. Hasil kerja yang didapat akan sama kok dengan melembur.
4. Selalu Terorganisir
Kalau kamu seorang pekerja kreatif, hal-hal yang berantakan bisa saja mengganggu konsentrasi kerjamu. Karena kurang fokus, pekerjaan pun memakan waktu lebih lama untuk bisa diselesaikan.
Jadi, jangan lupa untuk selalu mengorganisir segala hal yang mempengaruhi proses kerjamu agar selesai lebih cepat. Susun rentetan tugas-tugasmu dan rapikan meja kerjamu juga.
5. Selesaikan Apa yang Kamu Mulai
Biasakan kerjakan satu tugas sampai selesai terlebih dahulu sebelum berpindah ke tugas lain. Dengan begitu, kita bisa menceklis satu poin yang sudah kita tulis di buku rencana kerja kita.
Ketika melakukan hal tersebut, biasanya kita merasa senang dan lebih bersemangat untuk bekerja agar bisa menceklis poin berikutnya.
Itu tadi lima tips kerja cerdas yang bisa bantu kurangi jam lembur kamu. Apa yang paling efektif untukmu?
Baca Juga
-
Berlatar Dunia Musik Klasik, Drama 'Four Hands' Umumkan Pemeran Utama
-
Hadirkan Keceriaan! NCT WISH Resmi Debut Jepang dengan Mini Album WISHLIST
-
19 Tahun Bekerja Sama, Taeyeon Perbarui Kontrak dengan SM Entertainment
-
Choi Woo Shik dan Gong Seung Yeon Akan Bintangi Film Baru, Number One
-
Joo Won Dikabarkan Bergabung dengan Park Bo Gum Bintangi Film Tema Sejarah
Artikel Terkait
-
'The Power of Doa', Satu Tahun Mengganggur, Warganet Akhirnya Dapat Kerja dengan Gaji Fantastis, Publik: Semoga Nular!
-
4 Hal yang Menjadi Sebab Pekerjaan Tidak Selesai Tepat Waktu
-
Kang Dedi Mulyadi Ingatkan Wanita Harus Normal
-
4 Hal yang Akan Terjadi ketika Kamu Selalu Membawa Pekerjaan ke Rumah
-
3 Cara Menghindari Orang Toxic di Lingkungan Kerja, Jangan Merugikan Diri Sendiri!
Lifestyle
-
Trend 2026 is the New 2016 Viral di TikTok, Gen Z Nostalgia Era Jadul
-
Bocoran Samsung Galaxy S26 Series: Spek Canggih, Bikin Tech Enthusiast Gak Sabar
-
Suzzanna Tantang Danur Saat Lebaran 2026: Duel Calon Ratu Film Horor Indonesia
-
4 Rekomendasi Tablet Dukung SIM Card Paling Worth It di 2026, Harga Terjangkau Mulai Rp 1 Jutaan
-
4 Sunscreen Matcha, Penyelamat untuk Cegah Kulit Kemerahan dan Breakout
Terkini
-
Bedah Makna Lagu Bernadya "Kita Buat Menyenangkan": Seni Memaafkan Hal Kecil
-
Ramadhan Sananta Bidik Jalan Pulang ke Liga 1, Persebaya Surabaya Siap Menampung?
-
Mengenal Virus Nipah (NiV): Bahaya Buah Terkontaminasi dan Cara Mencegah Infeksinya
-
Demon Slayer Infinity Castle dan Gundam GQuuuuuX Raih Best Picture TAAF 2026
-
Dokumen Jeffrey Epstein Sebut Nama Donald Trump dan Bill Clinton, Apa Kasusnya?