Orang yang sudah mengenal siapa dia serta mempertahankan jati dirinya umumnya lebih bahagia. Orang yang punya jati diri tidak akan mudah terpengaruh oleh omongan orang lain, serta hidupnya akan sulit disetir orang lain.
Ini disebabkan kesadaran akan nilai dirinya sendiri, serta apa yang ingin diraih dalam hidup ini. Hal tersebut yang membuat orang yang hidup sesuai jati dirinya umumnya akan terarah.
Orang yang kehilangan jati diri umumnya tidak bahagia. Ada beberapa penyebab kenapa seseorang bisa kehilangan jati diri, seperti yang akan dibahas berikut ini.
1. Tidak memiliki ketegasan
Hal pertama yang bisa jadi penyebab hilangnya jati diri, yaitu tak adanya ketegasan. Gak hanya ketegasan terhadap orang lain, tapi juga tegas pada diri sendiri.
Ketegasan terhadap orang lain, misalnya tidak menoleransi perilaku buruk yang sudah di luar batas. Sementara tegas pada diri sendiri, misalnya ketika sudah berkomitmen untuk belajar, maka tidak akan tergoda melakukan hal lain dan berusaha melaksanakan apa yang sudah direncanakan.
2. Selalu mengikuti opini orang lain
Alasan lain seseorang kehilangan jati diri, yaitu selalu mengikuti opini orang lain. Ini bisa disebabkan kemalasan untuk berpikir, minder dengan pendapat sendiri, atau merasa tidak enak bila bertentangan dengan opini mayoritas.
Bila kamu termasuk yang sering melakukan ini, sebaiknya segera dihentikan, deh. Gak hanya akan membuatmu terlihat lemah di mata orang lain sehingga mereka gak lagi menghormatimu, kamu pun pasti gak bahagia karena tahu mestinya bisa punya pendapat sendiri.
3. Menjadi ‘hamba’ tren
Selalu mengikuti tren memang bisa menguntungkan, misalnya bila diaplikasikan pada bisnis. Akan tetapi, kalau urusan personal sebaiknya jangan sampai menjadi ‘hamba’ tren, semua hal yang populer selalu diikuti tanpa berpikir dulu apakah tren itu layak diikuti atau tidak.
4. Tidak ada prinsip hidup
Tak adanya prinsip hidup yang kamu pegang juga bisa jadi penyebab kenapa bisa kehilangan jati diri. Prinsip hidup ibarat jangkar yang akan menahanmu dari arus pergaulan ataupun perubahan zaman. Tanpa itu, kamu akan mudah sekali terombang-ambing tanpa arah.
Semoga dengan uraian tadi bisa jadi pembelajaran bagi kita semua untuk bisa tegas terhadap diri sendiri dan memiliki prinsip. Karena sejatinya tiap individu itu unik!
Video yang mungkin Anda suka:
Baca Juga
-
Anak Sering Berbohong? 4 Hal yang Bisa Orangtua Lakukan untuk Mengatasinya
-
4 Alasan Komunikasi yang Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting
-
4 Jenis Makanan Terbaik untuk Program Hamil, Perhatikan Kata Pakar!
-
4 Kualitas Ini Sering Dimiliki oleh Mereka yang Jago Jualan, Pelajari!
-
4 Jenis Makanan agar Tubuh Tetap Terhidrasi Meski Cuaca Terik
Artikel Terkait
-
Stop Galau, Ini 4 Rekomendasi Buku untuk Menemani Fase Pencarian Jati Diri!
-
4 Anime Slice of Life yang Mengajarkan Pentingnya Mencari Jati Diri
-
Film The Call of the Wild: Perjalanan Panjang Mengikuti Panggilan Alam
-
Temukan 13 Prinsip agar Hidup Lebih Berarti dalam Buku The Lazy Genius Way
-
Menjadi Pribadi Berpengaruh dalam Buku 'Berpikir Cerdas Bertindak Tegas'
Lifestyle
-
4 Mix and Match Outfit ala Wendy Red Velvet, Keren dan Mudah Ditiru!
-
3 Pelembab untuk Skin Barrier Ramah di Kantong Pelajar, Harga Rp40 Ribuan
-
3 Rekomendasi Serum Lokal yang Mengandung Mugwort, Ampuh Hempaskan Jerawat
-
3 Produk Eksfoliasi dari Cleora Beauty untuk Kulit Sensitif hingga Jerawat
-
5 Ide Mix and Match Denim ala Mim Rattanawadee untuk Tampilan yang Trendi
Terkini
-
Review Buku Tuhan, Maaf Aku Kurang Bersyukur Karya Malik Al Mughis
-
Lagu NewJeans How Sweet: Manisnya Karma Baik dan Terusirnya Orang Toksik
-
Lapor Mas Wapres ala Gibran: Kebijakan Strategis atau Populis?
-
Debut Box Office Red One Resmi Geser Venom 3 Usai Raup Rp539 Miliar
-
Ulasan Buku Imung: Siulan Kematian, Misteri Kematian Pengarang Nyentrik