Selalu memiliki kegiatan yang produktif mungkin saja menjadi kepuasan tersendiri bagi sebagian orang. Namun, siapa sangka bahwa bisa saja seseorang sudah terjebak dalam 'toxic productivity'. Toxic productivity, dilansir melalui situs Halodoc adalah sebuah keinginan tidak normal untuk menjadi produktif setiap saat.
Padahal, hal tersebut cukup berbahaya jika tidak dihentikan, terutama bagi kesehatan fisik dan mental. Untuk itu, kamu perlu menyadari apakah saat ini kamu sedang berada dalam 'toxic productivity' atau tidak. Kamu bisa simak 3 tanda terjebak dalam 'toxic productivity' di bawah ini.
1. Merasa Bersalah Saat Tidak Melakukan Hal Produktif dalam Sehari
Saat seseorang terkena toxic productivity, mereka cenderung merasa bahwa melakukan hal-hal produktif harus dilakukan setiap saat. Oleh karenanya, saat mereka tidak melakukan apapun dalam sehari, mereka akan merasa bahwa mereka sudah tertinggal. Padahal, melakukan kegiatan yang produktif tentu saja membutuhkan banyak tenaga.
Oleh karena itu, melakukan kegiatan yang produktif sudah pasti membutuhkan waktu untuk istirahat yang cukup. Sayangnya, saat berada di lingkaran toxic productivity, melakukan hal-hal yang tidak produktif seperti istirahat justru sangatlah dihindari.
2. Tidak Pernah Merasa Puas
Saat seseorang terkena toxic productivity, aktivitas produktif yang mereka lakukan dapat sangat berbeda dengan orang biasa. Kebanyakan, mereka memiliki tingkat ambisius yang tinggi atas sesuatu yang dihasilkan dari kegiatan produktif mereka.
Orang-orang yang terkena toxic productivity biasanya memiliki sebuah tujuan atau goals yang cukup besar sehingga mereka harus berusaha keras untuk mencapainya dengan melakukan banyak hal setiap harinya.
Oleh dari itu, orang-orang yang terkena toxic productivity cenderung sulit merasa puas dan ingin terus melakukan banyak hal produktif yang memiliki impact lebih besar.
3. Tidak Ingin Beristirahat
Seperti yang telah disinggung, orang-orang yang terkena toxic productivity biasanya enggan melakukan istirahat. Hal ini dikarenakan mereka merasa bahwa kegiatan berisitirahat tidak termasuk kedalam aktivitas yang produktif. Maka dari itu, melakukan istirahat justru adalah hal yang sangat dihindari oleh mereka yang terjebak kedalam toxic productivity.
Untuk itu, saat kamu merasa bahwa kamu harus memforsir tenaga kamu untuk melakukan banyak kegiatan produktif, maka, kamu perlu waspada dengan kemungkinan toxic productivity. Dengan demikian kamu dapat mencegah diri kamu terjatuh lebih dalam yang mana nantinya dapat menyulitkanmu.
Itulah tiga tanda kamu terjebak dalam toxic productivity. Bagaimana, apakah ada ciri-ciri di atas yang sedang kamu rasakan?
Video yang Mungkin Anda Suka.
Tag
Baca Juga
-
4 Tips Cara Belajar Efektif Tanpa Bimbel yang Wajib Kamu Coba
-
3 Tips Rencanakan Liburan Hemat, Manfaatkan Promo Aplikasi Travel!
-
4 Tips Mengolah Uang Lewat Investasi, Wajib Diketahui Sebelum Terjun
-
3 Tips Ampuh Belajar 'Conversation' dalam Bahasa Inggris, Sudah Tahu?
-
3 Tips Membuat Resume dari Artikel Ilmiah, Anti Stuck!
Artikel Terkait
-
Ketahui Tanda-Tanda Alam Datangnya Malam Lailatul Qadar
-
Ngabuburit Produktif? Ini 3 Cara Gen Z Ngabuburit sambil Upgrade Skill
-
Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Menurut Ulama: Jangan Lewatkan Berkahnya
-
Lebih Indah dari 1000 Bulan, Kenapa Malam Lailatul Qadar Dirahasiakan?
-
Tanda Tangan Digital Bisa jadi Pilihan Pegawai ASN dan BUMN saat WFA
Lifestyle
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
-
5 Serum Vitamin C dengan Formula Stabil, Cerahkan Kulit Tanpa Iritasi!
-
4 Tips Kelola THR, Cara Cerdas Supaya Uang Gak Cepat Habis!
Terkini
-
Webtoon My Reason to Die: Kisah Haru Cinta Pertama dengan Alur Tak Terduga
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
3 Tahun Hiatus, Yook Sung Jae Beberkan Alasan Bintangi 'The Haunted Palace'
-
Review Novel 'Kokokan Mencari Arumbawangi': Nilai Tradisi di Dunia Modern
-
Hanya 4 Hari! Film Horor Pabrik Gula Capai 1 Juta Penonton di Bioskop