Hidup memang hanya satu kali, dan kita semua tentu mengharapkan perjalanan hidup yang menyenangkan. Rasanya sayang sekali jika hidup yang hanya satu kali ini tidak kita gunakan untuk melakukan pekerjaan yang kita sukai. Ketika suami mulai atau bahkan sudah jenuh dengan pekerjaannya sekarang, tidak heran jika terbesit dalam pikirannya untuk resign dari kantor dan memulai usaha baru dengan harapan dapat hidup yang lebih baik.
Sehingga, sebagai istri kita harus bersiap untuk menanggapi keputusan tersebut. Apakah kita kan mendukungnya, atau memberi saran lain yang dirasa lebih baik untuk keadaan saat ini. Untuk itu, ada hal-hal yang harus kamu sadari sebelum kamu mendukung keputusan suami untuk resign dari pekerjaannya.
1. Membangun bisnis tidak selalu menguntungkan
Membuka usaha bukanlah sesuatu yang dapat direncanakan dengan gegabah, meski terlihat sepele. Akan ada banyak kejadian-kejadian tak terduga yang tidak bisa dihindari saat awal membangun sebuah usaha, seperti kesalahan teknis yang dapat memicu kerugian. Semua orang yang sukses dalam berbisnis tentu pernah mengalami kerugian, dan kamu atau suami harus siap akan risiko tersebut.
2. Bisnis butuh modal untuk membangun dan mengelolanya
Memang, ada beberapa jenis bisnis yang bisa kita mulai tanpa harus mengeluarkan modal. Tapi seberapa cepat pertumbuhan bisnis tersebut? Karena bisnis yang bertumbuh, pasti membutuhkan biaya untuk mendukung pertumbuhan tersebut. Misalnya, biaya bahan baku produksi atau biaya pemasaran. Nah, untuk itu harus dipikirkan mau menggunakan uang apa untuk mendukung kemajuan bisnis yang baru saja kamu atau suami rintis.
3. Skill dan jam terbang mempengaruhi usia bisnis
Tidak dapat dipungkiri, dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis pasti membutuhkan skill yang harus dipelajari oleh owner atau orang-orang yang terlibat dalam sebuah bisnis. Sebab tanpa adanya skill atau pengalaman yang cukup, bisnis akan kesulitan untuk beradaptasi dengan pesaing-pesaingnya. Sehingga akan memicu kebangkrutan jika tidak segera diatasi.
Sadari, bahwa di setiap pilihan memiliki konsekuensinya masing-masing. Maka kita perlu banyak-banyak mempertimbangkan kembali tentang keputusan resign tersebut. Jika memang resign merupakan keputusan yang terbaik, maka sebaiknya kamu dan suami menyiapkan dana khusus yang dapat digunakan sewaktu-waktu ketika kondisi usaha sedang tidak baik. Semoga bermanfaat.
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
Hari Buruh Internasional: Seruan Perubahan untuk Dunia Kerja
-
Buka Kembali Kenangan Lama Lewat Google Maps dan Earth
-
Belajar Jadi Seru: 7 Cara Pilih Aplikasi AI yang Cocok untuk Anak
-
Chatbot vs Agen AI: Kenali Perbedaannya sebelum Memilih
-
Tren Masa Depan AI Action Figure: Mainan dengan Kecerdasan Buatan
Artikel Terkait
-
Tak Perlu Target Besar, Kebiasaan Hidup Aktif Bisa Dimulai dari Langkah Sederhana
-
Side Job: Pilihan atau Kewajiban untuk Bertahan Hidup?
-
Belajar Jadi Wirausaha Muda: Mulai dari Ide Sederhana hingga Usaha yang Berdampak
-
Pemerintah Siapkan Rp89 triliun untuk 33 PSEL, WALHI Pertanyakan Prioritas Pengelolaan Sampah
-
Navigasi Quarter-Life Crisis: Menemukan Ketenangan di Tengah Ketidakpastian
Lifestyle
-
Honor Magic9 Pro Max Resmi Meluncur, Bawa Kamera ARRI dan Snapdragon Generasi Baru
-
4 Sunscreen Collagen Kunci Cegah Kulit Cepat Menua dan Jaga Tetap Awet Muda
-
Lipatan iPhone Duo Nyaris Tak Terlihat, Apple Ungkap Rahasianya
-
Fenomena Sunday Scaries: Membedah Horor Hari Senin Bagi Para Pekerja
-
Profesi Unik 'Ghostwriter' Aplikasi Kencan: Dibayar Mahal Cuma Buat Balas Chat Cari Jodoh!
Terkini
-
Review Heart of the Beast: Trauma Disorot tapi Nggak Sedalam Petualangannya
-
Unik! Festival Musik 'Padepopan: Sweet Escape' Siap Guncang Terminal Jatijajar Depok
-
Rakyat Dipuji Tangguh, Negara Lupa Membenahi yang Rapuh
-
TXT Umumkan Comeback November dengan Mini Album Baru, "PERFECT STORM"
-
Jalan Terjal Timnas Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026: Wajib Menang!