Persis Solo dipastikan harus memulai perjalanan mereka di BRI Super League 2025/2026 dengan menghadapi tantangan berat. Laskar Sambernyawa akan bertandang ke markas Madura United FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan. Kick off dimulai pada Sabtu (9/8/2025) malam.
Jelang pertandingan, pelatih Peter de Roo memastikan anak asuhnya sepenuhnya fokus mempersiapkan diri untuk partai perdana nanti.
“Saat ini kami lebih melakukan fokus agar apa yang kami persiapkan untuk melawan Madura United nanti dapat dijalankan dengan baik,” kata Peter de Roo sebagaimana menyadur ileague.id, Jumat (8/8/2025).
Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa dirinya tidak mau terbebani hasil musim lalu. Fokus utamanya adalah memaksimalkan apa yang bisa ia dan tim kendalikan di musim baru.
“Tentunya, hal-hal dari musim sebelumnya tidak saya khawatirkan. Fokus saya adalah pada apa yang ada di depan mata, karena itulah satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan,” tambahnya tegas.
Kesebelasan asal Jawa Tengah tersebut akan datang ke Pamekasan dengan modal hasil pramusim yang cukup positif. Dari lima laga uji coba, mereka meraih kemenangan atas Kendal Tornado FC (2-0), PSIM Yogyakarta (1-0), Malut United FC (2-1), dan UNSA FC (6-0).
Satu-satunya kekalahan didapa saat menjamu Bali United FC, di mana Persis takluk 1-2. Kekalahan ini disebut Peter sebagai pelajaran penting untuk memperbaiki performa tim sebelum liga dimulai.
“Fokus kami 100 persen tertuju pada pertandingan besok melawan Madura United. Kami fokus pada hal-hal yang dapat kami kontrol, seperti cara kami bermain dan bagaimana saat kami menguasai bola, dan sebagainya. Saya cukup yakin akan hasil yang baik untuk pertandingan nanti,” pungkasnya.
Tekad Madura United Jaga Tradisi Kemenangan
Di sisi lain, tuan rumah Madura United juga menatap laga ini dengan optimisme tinggi. Pelatih Angel Alfredo Vera memasang target tiga poin di laga pembuka.
"Ya, persiapan sudah lama, kami masuk hari terakhir latihan, dan persiapan sudah sangat bagus. Mudah-mudahan, semua yang kami rencanakan untuk pertandingan besok bisa jalan lancar dan kami bisa dapat tiga poin," tuturnya.
Madura United memiliki catatan istimewa di laga pembuka liga. Mereka belum pernah kalah di laga pertama kompetisi domestik kasta tertinggi. Hasil terburuk yang diraih hanyalah seri, seperti melawan Malut United (1-1) pada 2024, Persib Bandung (1-1) pada 2023, dan Persikabo 1973 (1-1) pada 2021.
Juru taktik asal Argentina itu menambahkan, “Mudah-mudahan, kami jaga tradisi dan kami bisa menang di Pamekasan. Kami bisa menang untuk jaga tradisi."
Namun, Vera juga menyadari bahwa Persis Solo bukan lawan yang mudah. Dari enam pertemuan terakhir, Laskar Sambernyawa tiga kali berhasil mengalahkan Madura United.
Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat, mengingat kedua tim sama-sama ingin memulai musim dengan hasil positif. Madura United mengandalkan keuntungan bermain di kandang, sedangkan Persis mengusung semangat move on dari musim lalu.
Duel antara kedua kesebelasan menjadi sorotan karena kualitas skuad yang merata. Persis membawa modal permainan terorganisir dan mental yang diperkuat hasil uji coba, sementara Madura United mengandalkan pengalaman dan tradisi tak terkalahkan di laga pembuka.
Hasil dari pertandingan tersebut akan menjadi gambaran awal kekuatan kedua kubu di BRI Super League musim ini, sekaligus menjadi ujian mental untuk menatap pekan-pekan selanjutnya.
Persis Solo datang ke markas Madura United dengan fokus penuh dan semangat baru di bawah arahan Peter de Roo. Meski hasil pramusim cukup positif, lawan yang dihadapi punya catatan istimewa di laga pembuka.
Pertarungan di Pamekasan ini akan menjadi ajang pembuktian siapa yang lebih siap memulai musim, apakah Persis yang bertekad move on dari musim lalu, atau Madura United yang ingin menjaga tradisi kemenangan.
Baca Juga
-
Piala Dunia 2026: Hancur di Tangan Prancis, Langkah Irak di Kian Terjepit
-
Prediksi Prancis vs Irak: Singa Mesopotamia Janjikan Perlawanan Sengit
-
Jerman Lolos ke Babak Gugur, Nagelsmann Ungkap Ambisi Selanjutnya
-
Piala Dunia 2026: Tunduk di Tangan Jepang, Tunisia Jadi Tim Ketiga yang 'Mudik'
-
Sisi Lain Piala Dunia 2026: Mengapa Fanwar di Media Sosial Susah Diredam?
Artikel Terkait
Hobi
-
Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors
-
Portugal Unjuk Gigi Lumat Uzbekistan! Inikah Tahun Kejayaan Ronaldo di Piala Dunia Terakhirnya?
-
Analisis Taktik Afrika Selatan vs Korea Selatan, Siapa Melaju ke 32 Besar?
-
Maroko Incar Puncak Grup, Haiti Siap Beri Perlawanan Terbaik
-
Piala Dunia 2026: Cetak Brace, Cristiano Ronaldo Panaskan Perburuan Topskor
Terkini
-
Dari Fort Du Bus hingga Trikora: Membaca Papua dari Arsip Kolonial
-
Anime THE ONE PIECE Rilis Teaser Perdana, Mayumi Tanaka Kembali jadi Luffy
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
Memoar Getir Vabyo: Ketika Eksploitasi Kerja Dibungkus Ironi Komedi
-
Masih Hangat!Honor X80 Pro Max Resmi Debut 22 Juni:Usung Baterai 11.000 mAh dan Layar 10.000 Nits