Ibaratnya sebuah tanaman, terdapat fase menanam bibit, kemudian muncul tunas dan berkembang hingga berbuah. Seperti itu cinta yang kamu rasakan saat ini.
Masih ingat tidak, mengenai perasaanmu saat pertama kali merasa pasanganmu adalah orang yang spesial? Pastinya kamu saat itu sedang merasakan sebuah kasmaran dan kebahagiaan.
Seiring dengan berjalannya waktu, apakah saat ini kamu masih merasa kebahagiaan tersebut bersama pasangan? Jawabannya bisa iya atau tidak. Untuk bisa memahami fenomena tersebut, simak beberapa siklus rasa cinta yang sering dialami saat menjalani hubungan dengan pasangan.
1. Fase kasmaran, pasangan pusat kebahagiaanmu
Dilansir dari Hellosehat, hal yang pertama pastinya adalah fase kasmaran. Dirimu bisa melihat dia sebagai sosok yang spesial dan cenderung menjanjikan sebagai pusat kebahagiaanmu.
Apapun rasanya dapat kamu lakukan hanya untuk menyenangkan hati gebetan ini. Kamu juga cenderung menjaga image saat berada di depan gebetan.
Apapun tindakannya pasti kamu pikirkan, bahkan bahasa chatmu harus diperhitungkan sebelum dikirim ke gebetan. Di masa PDKT ini kamu akan sulit melihat celah pada diri gebetan. Ia akan terasa sebagai orang yang sempurna. Meskipun kamu merasa ada kekurangannya, di fase ini sangat mudah untuk memakluminya.
2. Fase awal jadian, waktunya melakukan kegiatan bersama
Apabila sudah berhasil melangkah ke arah yang lebih serius, cintamu kemungkinan masih bisa dirasakan. Namun pada fase ini, rasanya kamu ingin terus melakukan kegiatan bersama dengan pasangan.
Meskipun hanya sekadar jalan di mall atau makan pada weekend, hal itu sangat berkesan buatmu. Sepadat apapun jadwalnya, pastinya kamu sudah menyediakan waktu untuk quality time.
Dilansir dari Klikdokter, fase ini tentunya rasa rindu masih intens menghampiri. Sehingga kamu selalu ingin bertemu bersama pasangan.
Kamu juga cenderung ingin membawa pasangan masuk lebih dalam ke lingkungan sekitarmu. Misalnya saja ke keluarga atau teman sepermainan.
3. Fase menghadapi masalah dan menyadari karakter pasangan
Seiring berjalannya waktu, masalah mungkin mulai berdatangan. Umumnya, diiringi juga kamu mulai bisa mengenali karakter sesungguhnya dari pasangan.
Begitu sebaliknya pasangan melihat dirimu. Hal ini karena karakter asli seseorang bisa dengan mudah nampak saat menghadapi masalah.
Dari sini mulai muncul konflik dan kata maklum perlahan mulai sulit untuk bisa diucapkan. Kesalahan kecil saja dapat membuat pertengkaran di antara kalian.
Di masa ini, kamu akan mengurangi menjaga image di depan pasangan. Hal ini karena perasaan sudah memiliki status dengannya.
4. Fase memperkuat komitmen dan menerima pasangan
Hal yang bukan menjadi akhir, bisa menjadi pegangan untuk melangkah ke arah lebih serius. Ini merupakan fase saat kamu dan dia memutuskan untuk memperkuat komitmen.
Mungkin kamu bisa menikah atau bertunangan. Umumnya, kamu harus memahami sikap pasangan dan sudah bisa menerimanya.
Dilansir dari Halodoc, fase ini cinta sudah tidak jadi hal yang spesial, namun pasti kamu dan dia memiliki pertimbangan sendiri saat hendak melangkah ke arah pernikahan.
Di kehidupan pernikahan selanjutnya, kamu dan dia tentunya memiliki fase kehidupan sendiri. Namun, biasanya fasenya hampir sama saat masih pacaran.
Siklus dalam percintaan di atas bisa saja akan terus berulang. Saat sudah di fase bosan, tidak jarang kamu akan balik ke fase awal.
Tergantung dari bagaimana kamu dan pasangan merawat hubungan kalian. Kembali lagi, apa tujuan kamu dan dia dalam menjalani hubungan yang dapat membuat hubungan menjadi langgeng.
Video yang mungkin Anda lewatkan.
Baca Juga
-
4 Cara Meminta Maaf dengan Elegan Ketika Melakukan Kesalahan Pada Pasangan
-
4 Trik Ampuh Bikin Pasangan Selalu Nyaman Bersamamu, Jangan Overprotektif!
-
3 Cara Bijak yang Bisa Kamu Terapkan saat Menghadapi Pasangan Berselingkuh
-
4 Tips Ampuh Mengatasi Serangan Panik pada Diri Sendiri
-
3 Tips Berpacaran dengan Rekan Kerja di Kantor
Artikel Terkait
-
Sekufu Bukan Hanya Soal Jodoh: Mengapa Pertemanan Juga Butuh Kesetaraan
-
Anti-Putus! Intip Kekuatan Magis di Balik 7 Pasangan Shio Paling Kompak Ini
-
4 Pasangan Shio Paling Cocok, Hubungan Langgeng dan Jauh dari Drama
-
Mimpi Kuburkan Pasangan Disebut Tanda Selingkuh, Penjelasan Abah Romdhoni Viral
-
Usai PLN 'Dirujak', Masalah Meteran Pasangan Lansia Dicabut Berakhir Bahagia
Lifestyle
-
5 Rekomendasi HP Tangguh Terbaru 2026, Layar Dilapisi Gorilla Glass Victus yang Layak Diburu
-
Spek Makin Gahar Ada Lampu RGB di Belakang, Poco X8 Pro Tetap 4 Jutaan
-
8 Alasan Hubungan Lama Tak Seindah Awal Pacaran, Tanda Cinta Sudah Hilang?
-
Gwaenchana Berubah Jadi Kereta Kencana? Belajar Bahasa Korea ala Mun Ssaem yang Bikin Ngakak!
-
Kepribadian Si Langkah Cepat : Apa yang Terbaca dari Cara Kamu Berjalan?
Terkini
-
Buku Beauty and the Bis: Menyusuri Hikmah Perjalanan di Balik Deru Mesin
-
Parable karya Brian Khrisna: Menertawakan Nasib Buruk dengan Cara Berkelas
-
Sering Jajan sampai Harus 'Tirakat': Pelajaran Finansial di Semester Akhir
-
Gak Perlu ke Thailand! Jakarta Akhirnya Punya Festival Songkran Sendiri, Cek Lokasinya
-
Cinta Orang Tua yang Tak Adil, Luka yang Tak Terucap di Buku Katanya Kembar