Seringkali mengalami kesulitan tidur akan mengurangi efektivitas dalam beberapa kegiatan. Itu merupakan salah satu tanda insomnia atau kesulitan tidur. Beberapa orang sampai mengkonsumsi berbagai obat supaya bisa tidur nyenyak. Dalam artikel ini kami akan membahas mengenai cara memperbaiki kualitas tidur. Tidak harus mengkonsumsi obat tertentu, kamu bisa melakukan hal kecil yang dapat memperbaiki kualitas tidurmu.
Dilansir dari laman alodokter waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa sekitar 7-9 jam per malamnya. kualitas tidur yang baik adalah ketika kamu butuh waktu 30 menit untuk terlelap setelah mencoba tidur, dan sering terbangun di malam hari. Hal yang akan kamu alami ketika mengalami pola tidur yang tidak baik antara lain: sulit konsentrasi, sistem kekebalan tubuh tidak berenergi, kesulitan konsentrasi dan sistem kekebalan tubuh yang menurun.
Dari laman alodokter berikut merupakan 5 cara praktik sleep hygiene atau meningkatkan kualitas tidur:
1. Membuat rutinitas sebelum terlelap
Kamu bisa mengurangi beberapa aktivitas yang mengurangi kualitas tidurmu. Seperti bermain ponsel sebelum tidur. buatlah aktivitas yang membuatmu rileks, sehingga kamu bisa meningkatkan kualitas tidurmu.
2. Menciptakan ruang tidur yang nyaman
Ruang tidur yang nyaman tidak harus tercipta dari kemewahan dan kemegahan. Jadi untuk kamu yang belum memiliki kamar yang mewah dan megah jangan khawatir. Kenyamanan di tempat tidur bisa dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan tempat tidur. Mengganti sprei secara teratur. Hal ini dilakukan supaya kamu bisa tidur secara nyenyak.
BACA JUGA: RD Diramal Cerai, Denise Chariesta Ungkit Penyimpangan Seks RD: Istrinya Sudah Terima
3. Membuat pola tidur yang teratur
Kamu harus membuat jadwal untuk pola tidurmu. Mengurangi begadang apabila tidak ada kepentingan yang mendesak. Kamu juga harus tegas membuat jadwal tidur. Misalnya ketika jam 21.00 harus sudah menonaktifkan aktivitas, mulai tidur.
4. Memperhatikan pola makan
Hal keempat yang harus kamu lakukan adalah menjaga pola makan. Usahakan selalu mengkonsumsi makanan sehat. Dan tidak makan, makanan berat menjelang tidur. Kamu yang tahu badan dan porsi makanmu, maka dari itu kamu harus mulai mengontrol pola hidupmu.
5. Berolahraga
Hal terakhir yang harus kamu lakukan adalah berolahraga. Menjaga pola hidup sehat salah satu caranya adalah dengan berolahraga setiap hari. Menyisakan waktu untuk menggerakan tubuh supaya senantiasa bugar.
Itu merupakan 5 cara mengatasi insomnia dan memperbaiki kualitas tidur.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Diet Pisang: Cara Menurunkan Berat Badan Menyenangkan Ala Sumiko Watanabe
-
Wisata Alam Posong: Rekomendasi Liburan Keluarga yang Ciamik
-
4 Ide Kegiatan Idul Adha di Sekolah, No 4 Implementasi Kurikulum Merdeka
-
Konsumsi 5 Makanan Ini, Bisa Turunkan Kolesterol Saat Idul Adha
-
Sisca Kohl Hamil! Mom, Yuk Simak Tanda Kehamilan pada Minggu Pertama
Artikel Terkait
-
Urutan Merawat Kulit Wajah Sebelum Tidur: Rahasia Wajah Segar dan Bebas Jerawat
-
Jangan Cuma Ikut Tren! IDAI Ingatkan Bahaya Sleep Training Jika Ortu Malah Asyik Main Sosmed
-
Bahaya Mikroplastik di Kamar Tidur: Lakukan 7 Hal Ini Malam Ini Sebelum Terlambat!
-
15 Ucapan Selamat Tidur untuk Pacar Bahasa Inggris, Manis dan Romantis Bikin Baper
-
11 Alasan 'Menyesakkan' Mengapa Kamu Terlalu Sering Tidur dan Mudah Menangis
Lifestyle
-
Minimalisme 2.0: Cara Cerdas 'Melawan' Inflasi Tanpa Harus Hidup Sempit
-
6 Sunscreen Lokal Non Comedogenic yang Aman untuk Kulit Berjerawat
-
6 Pilihan Tablet Murah Terbaru 2026: Layar Lebar, Streaming Makin Puas
-
Wajah Lebih Cerah dalam 7 Hari: 5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka Anti-Flek Hitam
-
Hempas Kulit Kusam! 4 Scrub Mask Black Sugar Terbaik untuk Wajah Glowing
Terkini
-
Mencari Lorentz, Semeru, dan Monas: Ekspedisi Bola Epik dalam Novel Sebelas
-
Misteri Ringan dan Hangat: Catatan dari Toko Barang Bekas yang Mencurigakan
-
Antara Topeng Kasih dan Kewaspadaan: Refleksi dari Kasus Little Aresha
-
Belajar Ikhlas dari Macet: Psikologi Bertahan Hidup di Jalanan Jakarta
-
Polemik Penutupan Prodi Tak Relevan: Efisiensi atau Kematian Ilmu?