Narkoba memang tidak pernah habisnya di negeri ini, tidak hanya merusak generasi muda bangsa, narkoba telah membuat banyak para selebriti yang harus kembali berurusan dengan hukum karena kepemilikan barang haram tersebut.
Ditangkapnya kembali Revaldo Fifaldi Surya Permana menambah kembali deretan beberapa jajaran artis yang kembali harus mendekam masuk penjara karena terkena kasus kepemilikan narkoba, aktor yang terkenal lewat film Sayap-Sayap Patah tersebut, dengan tegas meminta maaf kepada orang-orang yang telah dia kecewakan termasuk teman-teman yang sudah menaruh kepercayaan kepadanya selama ini, hal tersebut dia ungkapkan di depan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Jumat (13/1/2023).
Artis berusia 40 tahun itu sendiri diketahui telah tiga kali berurusan dengan kasus hukum karena masalah yang sama, dan 3 cara terhindar dari penggunaan barang haram tersebut mungkin bisa kamu terapkan untuk tidak terjebak dalam kerusakan yang lebih besar lagi.
1. Dekat dengan keluarga
Banyak pengguna narkoba yang merupakan sosok kesepian, sehingga melampiaskan kesepiannya selama ini dengan mengkonsumsi barang haram tersebut, ini semua bisa dicegah apabila kita selalu dekat dengan keluarga, dan secara rutin menjalin tali kekeluargaan dengan orang yang kita sayangi.
2. Tidak coba-coba
Jangan sekali mencoba-coba jika kamu tidak ingin masuk ke dalam jurang yang dalam untuk selamanya, narkoba tidak hanya menjadikan pemakainya kecanduan tapi kemudian merusak sistem otak yang akan mengurangi kemampuan untuk dapat berpikir dengan jernih.
BACA JUGA: Geram Sudah, Sarwendah Komentari Netizen yang Menuding Betrand Peto Sentuh Area Sensitifnya
Tidak coba-coba adalah langkah terbaik agar tidak terjebak dalam satu rantai yang akan membuatmu tidak bisa keluar dari semua yang telah terjadi, dan harus terus berhati-hati untuk tidak termakan rayuan dari orang yang tidak kita kenal baik selama ini.
3. Terbuka dengan orang terdekat
Terbukalah dengan orang terdekat, terutama kepada orang yang kita kasihi, agar semua hal positif bisa kita rasakan ketika kita menjalin hubungan dengan orang yang menaruh kepercayaan kepada kita.
Membiarkan diri kita terbuka kepada orang yang bisa kita percayai akan sedikit menutup ruang kamu terjerumus dalam hal yang berkaitan dengan penggunaan barang-barang haram tersebut.
Jauhi narkoba adalah langkah yang tepat untuk terus bisa berkarya dengan baik, jangan terjebak dalam alibi bahwa untuk menghasilkan satu karya kamu harus menggunakan pelarian dalam penggunaan obat-obatan terlarang yang jelas-jelas akan membunuhmu secara perlahan.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
5 Karakter di Anime Naruto Shippuden yang Jarang Bicara, Dingin!
-
5 Film yang Menceritakan Seorang Stalker dengan Teror Mengerikan
-
Anime Your Name: 5 Bukti Cinta Itu Tak Mesti Berada di Satu Dimensi
-
5 Cara Mengatasi Acrophobia yang Tepat, Lawan Ketakutan Terbesarmu!
-
Terlihat Konyol, 5 Karakter Anime yang Lucu dan Suka Bercanda tetapi Kuat
Artikel Terkait
-
Soal Amnesti, Menkum: Kemungkinan Napi Narkoba Hanya Ada 700 Orang yang Dapat
-
Produksi Vape Narkotika Jenis Baru di Apartemen Mewah Jakpus Dibongkar, Disebut Sulit Dideteksi
-
Aktor Revaldo Sindir Ustadz Das'ad Latif Videokan Fariz RM di Penjara: Kenapa Harus Direkam Sih?
-
Jaringan Narkoba Sumatera-Jawa Dibongkar! Polda Metro Sita 34 Kg Ganja di Jakarta
-
Profil AKBP Fajar Widyadharma, Eks Kapolres Ngada yang Diduga Cabuli Anak, Jual Video Syur ke Australia
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?