Perawatan kulit tidak selalu harus mahal atau bergantung pada produk berbahan kimia. Banyak bahan alami yang tersimpan di dapur rumah ternyata memiliki manfaat besar untuk kesehatan kulit.
Salah satunya dapat dimanfaatkan sebagai scrub alami yang berfungsi mengangkat sel kulit mati, membersihkan pori-pori, serta membuat kulit terasa lebih halus dan segar. Scrub alami juga cenderung lebih ramah di kulit karena minim bahan tambahan sintetis.
Lima bahan scrub aman dan ramah kantong yang biasanya ada di dapur rumahmu yang dilansir dari moodysisters.com:
1. Gula
Gula merupakan bahan alami dengan tekstur kasar yang efektif untuk mengangkat sel kulit mati. Butiran gula membantu proses eksfoliasi secara lembut, sehingga kulit terasa lebih halus setelah pemakaiaan.
Selain itu, kamu bisa mencampurkan gula dengan minyak zaitun untuk mendapatkan kelembapan dan kulit terasa halus dan tidak kering.
2. Kopi bubuk
Kopi bubuk sering dimanfaatkan sebagai scrub alami karena teksturnya yang pas untuk eksfoliasi. Kandungan kafein di dalam kopi dipercaya mampu membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi tampilan kulit kusam.
Selain itu, aroma kopi memberikan efek relaksasi saat digunakan. Scrub kopi sangat populer untuk perawatan tubuh, terutama bagi yang ingin mendapatkan kulit terasa lebih kencang dan segar.
3. Garam dan madu
Garam memiliki sifat antibakteri alami yang membantu membersihkan kulit dari kotoran dan bakteri. Butiran garam berfungsi sebagai eksfoliator yang efektif, terutama untuk kulit tubuh.
Ketika dipadukan dengan madu, scrub ini menjadi lebih seimbang karena madu berperan sebagai pelembap alami. Madu juga dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan mampu menenangkan kulit.
4. Oatmeal
Oatmeal dikenal sebagai bahan alami yang lembut dan aman untuk berbagai jenis kulit, termasuk kulit sensitif. Teksturnya yang halus membuat oatmeal cocok digunakan sebagai scrub wajah maupun tubuh.
Selain mengangkat sel kulit mati, oatmeal juga membantu menenangkan kulit yang iritasi. Scrub oatmeal sering dipilih bagi yang memiliki kulit kering atau mudah kemerahan.
Kandungan nutrisi di dalamnya membantu menjaga kelembapan alami kulit.
5. Beras dan susu
Beras telah lama digunakan dalam perawatan kulit tradisional karena kemampuannya mencerahkan kulit secara alami. Beras yang dihaluskan memiliki tekstur scrub yang lembut namun efektif. Ketika dicampur dengan susu, manfaatnya semakin optimal karena susu mengandung asam laktat yang membantu proses eksfoliasi ringan.
Scrub beras dan susu cocok digunakan untuk perawatan wajah maupun tubuh. Kombinasi ini membantu membersihkan kulit sekaligus memberikan nutrisi tambahan.
Scrub alami dari dapur rumah membuktikan bahwa perawatan kulit tidak harus rumit atau mahal.Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan, perawatan kulit tetap bisa dilakukan secara optimal. Kulit jadi lebih sehat dan kamu bisa berhemat banyak uang hanya untuk membeli skincare dan produk perawatan tubuh lainnya.
Baca Juga
-
4 Film yang Menyindir Patriarki Secara Langsung, Bentuk Diskriminasi Gender
-
5 Tanda Otakmu Lelah karena Terlalu Banyak Melakukan Multitasking
-
Lebih dari Sekadar Sensasi: 5 Film Romansa Dewasa dengan Cerita Mendalam
-
5 Tips Ampuh Mengusir Kucing Liar dan Gak Balik Lagi, Jangan Disakiti!
-
Lelah Drama dalam Percintaan? 5 Alasan Quiet Dating Cocok untuk Pekerja Sibuk
Artikel Terkait
Lifestyle
-
4 Cara Simpan Opor dan Rendang Tanpa Takut Basi, Sisa Lebaran Tetap Aman
-
5 Trik Jitu Jaga Kue Kering Lebaran Tetap Awet Renyah!
-
Mau Laptop Baru Saat Lebaran? Ini 5 Laptop Rp8 Jutaan Paling Worth It
-
Panduan Lengkap: Dari Keringkan Sampai Jadi Bubuk, Cara Mengolah Bunga Telang di Rumah
-
Bibir Kering dan Pecah-Pecah? Ini 4 Lip Serum Vitamin E yang Layak Dicoba
Terkini
-
Menggugat Salam Tempel Saat Lebaran: Kenapa Anak Kecil yang Sering Dapat?
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Novel Man Tiger, Misteri Pembunuhan Anwar Sadat dan Labirin Pengkhianatan
-
Tommy Shelby Kembali! Film Peaky Blinders: The Immortal Man Sajikan Fan Service yang Tajam
-
Bukan Tips Diet: Membedah Stigma dan Kebebasan dalam Novel Amalia Yunus