Tanggal 14 Februari semakin dekat, hari yang disebut-sebut sebagai Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang menjadi suatu momen untuk mengungkapkan rasa sayang terhadap pasangan atau lawan jenis. Di Indonesia sendiri saat valentine tiba biasanya banyak laki-laki maupun wanita yang memberikan cokelat atau bunga terhadap seseorang yang dirasa spesial.
Warna merah muda juga menjadi ciri khas dalam perayaan valentine. Lalu bagaimanakah tradisi Hari Valentine di berbagai negara dunia? Mari simak rangkumannya seperti yang dilansir dari Today.
1. Denmark
Di negara Denmark, tidak hanya pasangan kekasih yang bisa merayakan Hari Valentine, semua orang bisa mengikuti perayaan valentine dengan cara bertukar semacam surat cinta yang isinya bisa tentang pernyataan perasaan yang menyentuh, maupun hanya sebatas tulisan lucu.
Selain itu ada juga yang mengirimi surat lelucon tanpa nama atau anonim, si pengirim hanya membubuhkan titik sebagai pengganti tanda tangan yang disebut sebagai 'gaekkebrev'.
BACA JUGA: Mendadak Ukhti, Jennie BLACKPINK Foto Pakai Hijab di Masjid Terbesar Abu Dhabi
Jika si penerima tahu siapa yang mengirimi 'gaekkebrev' tersebut, maka si pengirim harus memberikan telur saat paskah, namun jika tebakannya salah, maka si penerima yang harus memberikan telur ke si pengirim.
2. Mexico
Merayakan valentine di Mexico juga tidak untuk pasangan kekasih saja, tanggal 14 Februari mereka sebut dengan 'El Día del Amor y Amistad,' yang jika diartikan menjadi 'Hari Cinta dan Persahabatan'. Pada hari itu orang-orang di Mexico akan memberikan dan bertukar hadiah seperti boneka, kartu, bunga dan sebagainya.
3. Korea Selatan
Di Korea Selatan para wanita memberikan cokelat kepada pria di Hari Valentine, lalu pria-pria tersebut akan membalasnya sebulan kemudian yang dikenal dengan istilah 'White Day'. Sementara untuk kaum lajang atau jomblo, mereka merayakan hari mereka pada 14 April dengan istilah 'Black Day' dengan semangkuk jajangmyeon.
4. Filipina
Tradisi yang dilakukan ketika Hari Valentine di Filipina ialah dengan memulai pernikahan massal gratis yang didukung dan ditanggung seluruhnya oleh pemerintah Filipina.
BACA JUGA: Rocky Gerung Sentil Orang Pakai Hermes Tapi Tak Tahu Sejarahnya, Ternyata Begini Asal-Usulnya
Ratusan pasangan yang menikah massal tersebut seluruh biayanya termasuk biaya resepsi pernikahan, karangan bunga dan kue pernikahan di tanggung oleh pemerintah daerah setempat.
5. Jerman
Setiap perayaan valentine, selain bunga dan cokelat, yang menjadi khas pasangan di Jerman adalah bertukar kado berbentuk babi. Ternyata, babi merupakan simbol cinta dan nafsu, jadi tidak jarang mereka memberi dan menerima patung babi, boneka binatang, serta kue jahe yang menampilkan ungkapan cinta.
Itulah lima tradisi perayaan Hari Valentine di berbagai negara. Menarik sekali ya perayaan valentine di berbagai negara di dunia, menurut kamu negara mana yang perayaannya paling unik?
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Tag
Baca Juga
-
7 Film Dokumenter Netflix, Angkat Kasus Pembunuhan hingga Kehidupan Artis
-
Tren Bahasa Gado-Gado ala Gen Z: Akankah Bahasa Indonesia Terasing di Negeri Sendiri?
-
Siap Uji Nyali? Ini 6 Film Horor Terbaik 2026 Buat Temani Malam Halloween
-
Sinopsis Allen, Film Fiksi Ilmiah tentang Persahabatan Manusia dan Alien
-
Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri
-
4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z