Komedian Daus Mini kini sedang ramai diperbincangkan karena masalah hak asuh anak yang ternyata bukan anak kandungnya bersama Shelvie Hana, melainkan anak angkat yang telah mereka adopsi dan asuh sejak kecil.
Berbicara soal mengadopsi anak, calon orang tua angkat tidak bisa membawa anak tersebut secara serta merta sebelum mendapat putusan yang sah dari pengadilan, selain itu calon orang tua angkat juga harus memenuhi beberapa syarat serta melewati prosedur yang telah ditentukan.
Dilansir oleh laman Indonesia.go.id, inilah syarat dan prosedur adopsi anak yang harus dilakukan.
1. Persyaratan
- Pasangan harus berstatus menikah dengan usia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun.
- Bukti pernikahan yang sah, minimal 5 tahun. Artinya, orantua angkat yang pernikahannya kurang dari 5 tahun, tidak diizinkan mengadopsi anak.
- Surat keterangan sehat jasmani rohani dari rumah sakit.
- Surat keterangan tidak pernah melakukan pelanggaran hukum atau Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).
- Surat keterangan penghasilan sehingga layak mengangkat anak.
2. Prosedur
Orangtua yang hendak mengadopsi anak mengirimkan surat permohonan
Jika adopsi terjadi antara orangtua WNI-WNI dan WNI single parent maka surat permohonan adopsi anak disampaikan ke Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi. Bila adopsi terjadi antara orangtua WNI-WNA, maka permohonan pengangkatan anak disampaikan ke Kementerian Sosial (Kemensos).
BACA JUGA: Sering Meeting Lewat Zoom Jadi Pengen Perawatan Tarik Benang? Apa Aja yang Harus Diperhatikan?
Setelah surat permohonan pengangkatan anak diterima Dinsos dan Kemensos, selanjutnya akan dibentuk Tim Pertimbangan Perizinan Pengangkatan Anak (Tippa)
Tim Tippa di Dinsos diketuai kepala dinas atau kepala bidang rehabilitasi sosial. Semnetara di Kemensos, tim Tippa diketuai Dirjen Rehabilitasi Sosial dengan anggota dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kemenkum HAM, Kemenkes dan Polri.
Tim Tippa mengirim Tim Pekerja Sosial (Peksos) ke rumah calon orangtua angkat
Tim Peksos mengadakan dialog dengan calon orangtua angkat kelayakan secara psikologi, sosial, ekonomi dan melihat segala aspek kelayakan untuk bisa mendapatkan hak asuh. Tim Peksos mengunjungi calon orangtua angkat selama 2 kali dalam masa 6 bulan.
Tim Peksos menyampaikan hasil ke tim Tippa
Berdasarkan rekomendasi tim Peksos, tim Tippa akan meminta kelengkapan orangtua angkat seperti yang telah dicantumkan di atas.
BACA JUGA: Reza Arap Dituding Blackfishing karena Mendadak Berkulit Hitam, Apa Arti Sebenarnya?
Jika surat rekomendasi pengangkatan anak sudah terbit. Orangtua angkat mendapatkan hak pengasuhan sementara selama 6 bulan
Setelah masa pengasuhan sementara selama 6 bulan dan hasilnya baik, maka pengangkatan anak akan ditetapkan oleh pengadilan.
Itulah syarat dan prosedur yang perlu diketahui sebelum melakukan adopsi anak. Jadi, kita tidak bisa serta merta membawa anak orang tanpa izin resmi dari negara, ya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
MotoGP Australia 2026 Gagal Total: Selamat Tinggal Phillip Island!
-
Marc Marquez Pimpin Klasemen Sementara, Gelar Juara Dunia Sudah di Tangan?
-
Butterscotch Minggir Dulu! Sudah Coba Markas Sebatok Jahe Merah di Nganjuk?
-
Jadwal MotoGP Malaysia 2026: Apakah Jorge Martin Bisa Membalikkan Keadaan?
-
Motor MotoGP akan Ikut Tampil di Ajang F1 Amerika 2026, Balapan Bareng?
Artikel Terkait
Lifestyle
-
5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten
-
Segarkan Kulit Kusam! 4 Pilihan Masker Semangka untuk Wajah Cerah Berseri
-
4 Milky Toner Korea Bikin Wajah Auto Kenyal, Terhidrasi, dan Cerah Seketika
-
Honor Pad X10 Mini Mengandalkan Layar 90 Hz, Bodi Metal, dan Baterai untuk Aktivitas Seharian
-
4 Hydrating Cleanser Buat Melembapkan Kulit yang Sedang Kering dan Sensitif
Terkini
-
Siap Debut Jepang, Baby DONT Cry Akan Rilis Single "Replay" di 2 Negara!
-
Pursuit of Jade: Drama dengan Role Reversal Baru Zhang Linghe & Tian Xiwei
-
Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia
-
Review Laut Bercerita: Kisah Pilu Perjuangan Aktivis Melawan Orde Baru
-
Bias Dunia Kerja Modern: Menyoroti Gengsi CV Bahasa Inggris di Mata Gen Z