Fixed mindset merupakan cara pandangan ajek, artinya seseorang berkeyakinan bahwa keadaannya gak bisa diubah sama sekali. Orang yang berpikir seperti ini umumnya pasrah saja dengan nasib dan gak termotivasi untuk menjadi lebih baik.
Kebalikan dengan growth mindset, yakni cara pandang bertumbuh yang meyakini bahwa seseorang bisa terus berkembang dan mengubah kondisinya asalkan ada kemauan untuk berusaha. Pola pikir seperti inilah yang dibutuhkan bagi seseorang jika ingin maju.
Lalu, bagaimana cara mengubah fixed mindset menjadi growth mindset? Untuk melakukannya, ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan. Simak terus baik-baik, ya.
1. Sering membaca buku mengenai self development
Hal paling mudah yang bisa kamu lakukan untuk mengubah pemikiran ajek menjadi pemikiran yang bertumbuh, yakni dengan membaca buku atau artikel-artikel mengenai pengembangan diri. Buku seperti ini biasanya bisa memotivasi sekaligus mengubah cara pandang bahwa manusia dapat menentukan nasibnya sendiri asalkan ada kemauan kuat (tentu dengan kuasa Tuhan).
Buku-buku mengenai self development juga biasanya disertai berbagai biografi yang bisa menjadi bukti nyata dan menginspirasi bahwa kamu bisa mengubah situasimu saat ini. Maka dari itu, mulai sekarang pandai-pandai memilih buku, ya. Sertakan bacaan yang dapat membuatmu maju, sehingga masa depan bisa cemerlang.
2. Mengubah monolog menjadi lebih positif
Setiap hari pasti kamu sering berpikir sekaligus berbicara ke diri sendiri. Seseorang dengan fixed mindset biasanya tercermin dari bagaimana monolog sehari-hari. Biasanya kata-kata yang dipikirkan atau diucapkan ke diri sendiri bernada negatif.
Hal itu sebenarnya sama saja menyabotase diri sendiri, lho. Oleh sebab itu, coba deh mulai sekarang mengubah monolog menjadi lebih positif. Selain bisa bikin mood kamu lebih baik, bicara ke diri sendiri dengan lebih positif juga dapat mengubah cara pandangmu lebih optimis.
3. Berhenti menengok ‘rumput tetangga’
Langkah selanjutnya agar pola pikirmu jadi bertumbuh, yaitu dengan fokus ke diri sendiri dan berhenti menengok ‘rumput tetangga’ yang biasanya selalu terlihat lebih hijau. Memang gak ada salahnya melihat pencapaian orang lain. Hanya saja, biasanya hal ini akan memicu sikap membanding-bandingkan diri, dan itu yang gak baik.
Dengan fokus ke diri sendiri kamu jadi lebih rileks dalam menyikapi hidup ini. Gak hanya itu, kamu pun akan jauh lebih optimis karena yang kamu kejar adalah goals sendiri, bukan pencapaian orang lain.
Mengubah pola pikir memang gak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, dengan ketekunan untuk menjadi lebih baik, pasti kamu bisa melewatinya. Semoga beberapa tips tadi dapat membantumu mengubah mindset lebih baik agar masa depan bisa cemerlang, ya!
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.
Baca Juga
-
Hottest Merapat! Lee Jun Ho 2PM Umumkan Tur Konser pada Januari 2025 Mendatang
-
Min Hee-jin Mantap Ambil Langkah Hukum Usau Tinggalkan ADOR
-
Sejarah Baru! ATEEZ Jadi K-Pop Artist Ketiga dengan Album No. 1 Billboard
-
Jeongnyeon: The Star Is Born, Puncaki Peringkat Drama Korea dan Aktor Terbaik
-
Nantikan! Ji Seung Hyun dan Jung Hye Sung Siap Menghibur di Film Aksi Komedi Baru
Artikel Terkait
-
Ulasan Buku Mindset: Rahasia Pola Pikir yang Bisa Mengubah Cara Hidupmu
-
Buku Mindset Orang Kaya: Mengadopsi Pola Pikir dan Tindakan Orang Sukses
-
Ulasan Buku Seni Mengubah Nasib, Memperbaiki Mindset tentang Keuangan
-
Mengatasi Batasan Diri dengan Konsep dari Buku Summary of Mindset
-
Ulasan Buku How to Grow Rich: Saat Kekayaan Dimulai dari Pola Pikir
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?