Kebun teh menjadi salah satu opsi paling ideal ketika ingin berkunjung ke wisata alam tanpa memerlukan usaha yang bikin tubuh terlalu lelah. Dengan mempertimbangkan kapasitas diri, serta menjaga diri agar tetap safety.
Kebun teh juga menyajikan seraut pemandangan indah yang segar di mata dan bagus untuk dokumentasi. Namun walaupun begitu, aware terhadap sekitar masih perlu dilakukan. Terutama jika menyangkut tentang alam. Segala tentangnya tidak selalu bisa diprediksi.
Sering Terlupa, Berikut 5 tips berkunjung ke kebun teh!
BACA JUGA: 5 Tips Nyaman dan Aman Mengunjungi Destinasi Wisata saat Lebaran
1. Sedia Minum dan Makanan
Hal paling fatal ketika kamu meremehkan wisata alam adalah lupa membawa perbekalan air minum dan stok makanan. Terutama jika kamu punya riwayat penyakit Maag atau gerd. Meski kebun teh hanya memakan waktu beberapa menit saja untuk berjalan, jalanan yang menanjak juga bisa bikin kamu kehausan.
Apalagi kalau sudah sampai di atas dan ternyata tidak ada warung. Lemes duluan dong sebelum turun? Jadi jangan lupa membawa air minum dan makanan ringan sebagai pengganjal perut.
2. Sedia Payung atau Jas Hujan
Satu hal yang sering terjadi di kebun teh dan diluar prediksi adalah hujan. Jadi jangan lupa untuk membawa payung atau jas hujan dalam tas. Karena dataran tinggi seringkali mengalami hujan atau gerimis. Baik musim hujan atau kemarau, hal ini tidak terlalu menjamin tidak akan terjadi hujan.
3. Gunakan Alas Kaki yang Memadai
Karena alasan jalan becek dan tanah liat yang bikin kotor. Orang-orang seringkali asal memilih alas kaki saat ke kebun teh. Cari sandal yang butut biar gak repot pas mencuci. Berdalih 'ah cuma kek kebun teh', kamu jadi mengabaikan keselamatan.
Untuk lebih safety, pakailah alas kaki yang dapat mencengkeram tanah. Meski jalan mudah dilewati, namun kalau becek dan hujan juga bikin tanah licin. Parahnya, jika lengah malah bikin tergelincir. Tetap usahakan pakai sepatu ya. Biar kakimu terlindungi dan gak terluka. Ingatlah, jatuh di tanah pun tetap sakit lho!
4. Bawa Kamera
Sudah capek-capek ke kebun teh, eh lupa tidak membawa kamera. Padahal salah satu aktivitas utama ke kebun teh adalah mengabadikan momen di hamparan kebun teh yang hijau. Biar gak menyesal pas pulang, bawa kamera yang bagus ya!
BACA JUGA: Hobi Membuat Konten? Hindari 4 Hal Ini saat Memotret di Malam Hari
5. Bawa Jaket
Karena rawan hujan dan berada di kawasan dataran tinggi, jaket juga menjadi hal yang cukup penting untuk dibawa. Jangan sampai terkena hipotermia yang bikin liburanmu jadi berantakan. Pastikan kamu mengerti kapasitas diri, jika memang tidak tahan dingin jaket dan obat menjadi barang yang wajib kamu bawa!
Sekian ulasan tentang 5 tips ke kebun teh. Semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca!
Baca Juga
-
5 Alasan Kamu Harus Nonton Film The Monkey, Kocak dan Sadis Abis!
-
6 Rekomendasi Tempat Makan Seblak Enak di Malang!
-
Pantai Batu Bengkung, Serpihan Surga di Malang Selatan!
-
Menikmati Indahnya Gunung Lorokan: Si Ramah Buat Kaum Mageran!
-
Mengintip Keindahan Gunung Tanggung: Solusi Hiking Kalau Minim Libur!
Artikel Terkait
-
Mengenal Post Holiday Blues, Sering Terjadi Usai Libur Lebaran dan Ketahui Cara Mengatasinya!
-
Liburan Usai, Mood Ambyar? Kenalan Dulu Sama Post Holiday Blues
-
Liburan Keluarga Hemat: Rekomendasi Kolam Renang di Karanganyar, Tiket Mulai Rp 8 Ribu!
-
Back to Nature, Panduan Praktis Liburan Outdoor untuk Pemula
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
Lifestyle
-
Elegan dan Manis! 4 Inspirasi Outfit Feminin ala Minnie (G)I-DLE
-
4 OOTD Minimalis ala Wooyoung ATEEZ yang Tetap Modis untuk Disontek!
-
Jadi Ibu Bijak, Ini 5 Tips Kelola Uang THR Anak
-
4 Skincare dengan Cactus Extract, Rahasia Hidrasi Kulit Tanpa Lengket!
-
4 Padu Padan Outfit Girly ala Wonyoung IVE, Cocok untuk Gaya Sehari-hari
Terkini
-
Review Novel 'Kerumunan Terakhir': Viral di Medsos, Sepi di Dunia Nyata
-
Bertema Olahraga, 9 Karakter Pemain Drama Korea Pump Up the Healthy Love
-
Fenomena Pengangguran pada Sarjana: Antara Ekspektasi dan Realita Dunia Kerja
-
Menelaah Film Forrest Gump': Menyentuh atau Cuma Manipulatif?
-
Krisis Warisan Rasa di Tengah Globalisasi: Mampukah Kuliner Lokal Bertahan?