Otak menjadi salah satu organ yang sangat kompleks dan berfungsi untuk mengatur segala proses dalam tubuh, termasuk dalam mengatur detak jantung, keseimbangan cairan, tekanan darah, keseimbangan hormon, dan suhu tubuh. Bahkan otak merupakan organ yang bertanggung jawab dalam hal terjadinya gerakan, kognisi, kemampuan belajar, mengingat, bahkan kesehatan manusia.
Namun kadang kala ada hal yang tak disadari justru dapat mengganggu dan merusak otak bahkan menggganggu fungsinya. Pernahkah kamu merasakan perasaan lelah, tidak konsentrasi, dan bahkan muda lupa? Mungkin salah satu penyebabnya karena kamu lupa merawat organ penting yang namanya otak tersebut.
Maka dari itu, penting kiranya bagi kamu untuk mengetahui penyebab yang bisa merusak kinerja otak. Mengutip dari akun instagram @animolife dan insightme.id, berikut ini setidaknya ada empat hal yang dapat merusak kinerja otak ditinjau dari sisi psikologi.
1. Pola makan kacau
Makan sembarangan setiap hari, selain bisa merusak badan, ternyata juga dapat merusak otak. Misalnya makanan tinggi gula, biasanya sel memori otak sulit regenerasi, dan makanan tinggi lemak, juga dapat mengakibatkan kecepatan otak menurun. Makanya sangat penting untuk menjaga pola makan yang sehat dan baik, selain karena memberikan efek kesehatan pada tubuh juga dapat memberikan kesehatan kepada otak.
BACA JUGA: 5 Tips Bijak Mengikuti Perayaan Waisak di Candi Borobudur, Utamakan Etika
2. Begadang
Sering begadang secara perlahan bisa menyebabkan hilangnya kemampuan kritis, menurunnya daya ingat, kesulitan untuk fokus. Mengapa demikian? Saat kamu sering begadang tentu dapat mengganggu aktivitas kamu di siang hari yang tidak bisa fokus dalam bekerja, selain itu otak juga akan bisa merasakan kelelahan.
3. Nonton film biru
Efek sering menonton film biru dapat menyebabkan ukuran otak akan mengecil, rusaknya prefrontal cortex (sulit berpikir logis dan kritis), dan gangguan hormon dopamine (disfungsi seksual hingga depresi). Makanya penting kiranya untuk melatih otak untuk mengonsumsi hal-hal yang bernilai positif dan produktif.
4. Stres kronis
Stres kronis yang diabaikan bisa mengakibatkan sel-sel otak lebih mudah rusak sehingga kamu bisa saja akan menjadi sering pesimis dan mudah cemas, sulit mengambil keputusan, dan terjadinya penurunan fleksibilitas berpikir.
Nah, itulah setidaknya ada empat hal yang dapat merusak kinerja otak dari sisi psikologi. Dari kebiasaan tersebut tentunya dapat diubah. Apabila kamu masih melakukan kebiasaan di atas hanya karena kebiasaan, maka penting bagi kamu untuk mengubahnya sebelum semakin terbiasa untuk melakukannya.
Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Laki-Laki Tidak Boleh Nangis? Siapa Sih yang Buat Aturan Aneh Itu?
-
Sampah dan Dosa Kecil yang Dianggap Biasa
-
Dompet Tak Berbunyi, Saldo Diam-Diam Mati: Dilema Hidup Serba Digital
-
Niat Jahat yang Tidak Sampai: Ketika Hukum Tidak Selalu Perlu Ikut Panik
-
Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan Adalah Kebohongan Terbesar yang Kita Percaya
Artikel Terkait
-
Tes Psikologi: Cari Tahu! Apakah Kamu Dianggap sebagai Orang yang Egois oleh Teman-Teman?
-
Tes Psikologi: Bentuk Jempol Mana Paling Mirip, Ungkap Ciri-ciri Kepribadian Anda yang Jarang Disadari, Cek di Sini!
-
Tes Psikologi: Cari Tahu Apakah Anda Orang yang Suka Selingkuh? Gambar Pertama Dilihat Bisa Mengungkapnya
Lifestyle
-
Bye-Bye Muka Tomat! Ini 4 Soothing Gel Mugwort Khusus Kulit Berminyak, Cuma 30 Ribuan
-
Bebas Kemerahan, 5 Sunscreen Korea Cica yang Bikin Kulit Calm dan Lembap
-
Lawan Kulit Kering! 4 Hydrating Mist Jaga Wajah Tetap Lembap Sepanjang Hari
-
Tak Perlu Mesin POS Mahal, 5 Tablet LTE Ini Cocok untuk Kasir Cafe dan UMKM
-
Cari Wangi Vanilla yang Gak Bikin Pusing? Coba 5 Rekomendasi Body Mist Ini!
Terkini
-
Indonesia Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026: Ujian Kedewasaan Tribun Sepak Bola
-
Hubungan Sempurna di Medsos Cuma Ilusi? Ini Bukti Gen Z Mulai Sadar!
-
Gebrakan Baru! Sinema Desa Resmi Disulap Jadi Motor Ekonomi Baru di 2026
-
Manga You Are a Four Leaf Clover Diadaptasi ke Anime
-
Skincare Routine ke Beauty Consumerism: Self-Care Dijadikan Alasan Belanja?