Kebiasaan childish atau kekanak-kanakan dikenal dengan citra seseorang yang bertingkah sesuka hatinya seperti perilaku anak-anak. Meski pada awalnya dianggap sebagai pribadi yang santai namun jika terus dilakukan akan menimbulkan rasa tidak nyaman lho terutama di saat pacaran.
Pasangan yang mulanya tidak keberatan bisa berubah sebal dan nantinya berpotensi mengganggu hubunganmu ke depannya. Berikut beberapa kebiasaan childish yang bisa memicu rasa kesal dari pasangan:
1. Memainkan ponsel saat sedang quality time
Quality time utamanya digunakan untuk mempererat hubungan antara pasangan. Maka dari itu untuk melakukan quality time bersama sering kali rencana mengenai kencan secara detail dibuat agar tidak ada waktu yang terbuang dihabiskan untuk berpikir akan kegiatan yang ingin dilakukan.
Namun, rencana untuk quality time bersama bisa jadi tidak berarti apa-apa bila kamu fokus memainkan ponsel saat diajak bicara. Mungkin sesekali kamu perlu melihat ponsel untuk mengetahui apakah ada panggilan mendesak namun jika berkali-kali dilakukan pasangan kemungkinan besar akan merasa kesal dan tidak dihargai usahanya.
2. Sering memberi jawaban yang menggantung
Meminta pendapat antara satu sama lain sudah menjadi hal biasa bagi pasangan pada umumnya. Pendapat mengenai hal-hal sederhana seperti menu masakan harian hingga bertanya perihal barang apa yang bagusnya dibeli saat sedang promo besar-besaran bisa jadi bentuk bahwa pasangan ingin melibatkanmu di segala keputusan yang ia buat.
Sayangnya terkadang kamu tanpa sadar suka memberi jawaban yang menggantung. Kamu tidak memberi jawaban yang mengarah pada hal spesifik karena menganggap pasanganmu mampu menjawabnya sendiri padahal yang dia cari adalah pertimbangan yang matang dari opinimu. Pasangan akan mudah merasa kecewa dan tidak dihargai karena kamu sibuk dengan urusanmu sendiri.
3. Selalu minta dihubungi duluan ketika bertengkar atau beda pendapat
Memiliki perbedaan pendapat saat berpacaran memang tak terhindarkan. Sebagai orang yang dewasa kita baiknya menghormati perbedaan satu sama lain agar hubungan tetap berjalan lancar. Namun terkadang ada beberapa masalah yang membuatmu dan pasangan harus mempertahankan opini satu sama lain dan bersikeras pada keinginan masing-masing hingga akhrinya muncul pertengkaran.
Pertengkaran memanglah hal lazim tetapi jika kamu ingin selalu dinomorsatukan tiap ada masalah terjadi lama kelamaan pasangan akan merasa jenuh dan lelah karena kamu tidak mau mengalah.
Itulah kebiasaan-kebiasaan childish yang beresiko menyebabkan pasangan kesal. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di hubungan kalian ke depannya ada baiknya kamu mengubah sikap kekanak-kanakan tadi dan mengubah diri menjadi lebih baik.
Baca Juga
-
4 Kiat Kerja Kelompok dengan Efektif, Anti-Ribet dan Drama!
-
4 Rekomendasi Drakor Dibintangi Park Hae Jin, Terbaru Ada The Killing Vote
-
4 Film dan Drama yang dibintangi oleh Ahn Jae Hong, Terbaru Ada Mask Girl
-
4 Rekomendasi Drama Korea yang Angkat Kisah Vampir, Tidak Selalu Seram!
-
Ungkap Sisi Gelap, Ini 4 Rekomendasi Drama Korea dengan Tema Pendidikan
Artikel Terkait
-
Langsung Ciut, Tabiat Buruk Venna Melinda Terbongkar
-
4 Green Flags pada Pasangan, Ada Masalah Selalu Dikomunikasikan!
-
Bisa Bikin Hubungan Rusak, Perhatikan 4 Tanda Pasangan sedang Overthinking
-
4 Zodiak yang Cenderung Pelupa dan Tidak Teratur, Gemini Terdepan!
-
4 Zodiak yang Dikenal Easy Going dan Gak Jaim di Depan Pasangan, Ada Libra
Lifestyle
-
4 Pelembab Bamboo, Perbaiki Skin Barrier Kulit Sensitif yang Mudah Iritasi
-
4 Parfum Lokal dengan Sentuhan Aldehydes, Cocok Dipakai saat Bukber
-
Butuh Ide Outfit Bukber? Intip 4 Ide Gaya Hijab Elegan ala Sashfir Ini
-
6 Varian Pisang Manis yang Pas untuk Takjil Buka Puasa
-
Ngabuburit Anti-Gabut: 5 Ide Kegiatan Seru Menjelang Buka Puasa
Terkini
-
Tarawih Terakhir Ibu
-
Novel Kita dan Mereka, Usaha untuk Meruntuhkan Tembok Prasangka
-
Rantau 1 Muara: Perjalanan Mencari Makna, Misi Hidup, dan Tempat Pulang
-
Adu Nasib Antar Generasi: Romantisasi Derita dan Retaknya Empati di Rumah
-
Dinamika Emosi Remaja dalam Konflik Cinta dan Keluarga pada Novel Rasa