Hikmawan Firdaus | Galih Kenyo Asti
Ilustrasi anak kecil (unsplash.com/Jonathan Borba)
Galih Kenyo Asti

Speech delay adalah sebuah kondisi dimana seorang anak mengalami keterlambatan berbicara di usianya yang sudah cukup untuk mulai bercakap-cakap di keseharian. Situasi ini menyebabkan anak kesulitan untuk memahami pembicaraan sekaligus ikut dalam obrolan di rumah. Dilansir dari New folks, berikut beberapa gejala speech delay yang perlu diwaspadai oleh para orang tua:

1. Kesulitan dalam mengimitasi suara

Anak bayi yang memasuki usia 18 bulan ke atas lumrahnya dapat menirukan suara yang ada di sekitarnya. Suara atau bunyi pengulangan seperti "Ma-ma" atau "Pa-pa" mulai diucapkan oleh anak seumuran tersebut. Kata-kata tersebut umumnya diucapkan karena memiliki nada yang sama dan berulang.

Berbeda dari kata-kata rumit lainnya yang memiliki banyak susunan. Oleh karena itu bagi para orang tua penting untuk memperhatikan aktif tidaknya anak dalam mengucapkan pengulangan dalam sebuah kata begitu usia anak bayi memasuki 18 bulan ke atas.

Jika anak belum lancar dalam pengulangan orang tua dapat mencoba mencontohkan dan memancing anak untuk mengucapkan kata-kata tersebut. 

2. Anak cenderung menyukai memberikan gestur daripada suara

Tanda isyarat menjadi langkah pertama dalam berbicara dalam bahasa sehari-hari. Hal ini juga berlaku pada anak bayi. Utamanya anak bayi akan memberikan gestur-gestur kecil sebagai tanda mereka sedang berkomunikasi dengan orang di sekitar mereka. Namun jika usia bayi sudah beranjak dewasa dan belum menunjukkan ketertarikan dalam bercakap menggunakan suara bisa jadi hal tersebut adalah tanda dari speech delay. 

3. Kesulitan mengikuti instruksi verbal dari orang tua

Di usia dua tahun bayi di bawah usia tiga tahun umumnya sudah memahami dan mampu mengikuti arahan sederhana dari orang tua seperti pertanyaan simple mengenai "Sudah makan atau belum?" atau permintaan tolong untuk mengambilkan barang.

Sementara jika anak belum bisa memahami permintaan bisa jadi anak tersebut masuk dalam kategori speech delay. Usahakan untuk aktif mengajak anak dalam obrolan-obrolan ringan di keseharian agar dia terpancing untuk ikut berbicara. 

Itulah tiga gejala yang dapat diwaspadai oleh speech delay. Bila anak masih sulit untuk diajak berkomunikasi baiknya segera mencari tenaga profesional kesehatan agar kondisi tersebut tidak menghalangi kegiatan anak-anak di keseharian. Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

Cek berita dan artikel lainnya di GOOGLE NEWS.