Aulia Hafisa | Safitri Dina Prameswari
Ilustrasi mengendarai mobil (Pexels.com/Gustavo Fring)
Safitri Dina Prameswari

Berkendara mobil adalah aktivitas sehari-hari bagi banyak orang, namun sering kali kita dihadapkan pada pertanyaan apakah aman atau tidak mengemudi dengan kaca jendela mobil terbuka. Beberapa pengemudi merasa nyaman dengan udara segar yang masuk melalui jendela terbuka, sementara yang lain mungkin ragu karena potensi risiko yang terlibat. 

Berkendara dengan kaca jendela terbuka memberikan sensasi udara segar yang menyenangkan, terutama ketika cuaca cerah dan menyenangkan. Udara yang mengalir dapat membantu mengurangi rasa sumpek dalam kabin mobil dan memberikan perasaan yang lebih terhubung dengan lingkungan di sekitar.

Menyadur dari Journal of the Acoustical Society of America, berikut adalah beberapa resiko keselamatan yang perlu dipertimbangkan.

1. Ablasi Otot Telinga Tengah

Ketika berkendara pada kecepatan tinggi dengan kaca jendela terbuka, aliran angin yang kuat dapat menyebabkan perubahan tekanan di telinga tengah, yang dikenal sebagai ablasi otot telinga tengah. Hal ini dapat menyebabkan sensasi rasa penuh di telinga dan bahkan menyebabkan gangguan pendengaran sementara.

2. Stabilitas Aerodinamis

Membuka kaca jendela dapat mempengaruhi stabilitas aerodinamis mobil, terutama saat berkendara pada kecepatan tinggi. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan resistensi angin dan mengurangi pengendalian kendaraan, khususnya saat berbelok.

3. Peningkatan Kebisingan

Berkendara dengan kaca jendela terbuka menyebabkan peningkatan kebisingan dari lalu lintas atau lingkungan sekitar. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi pengemudi dan mengurangi kesadaran terhadap suara dari klakson atau bahkan sirene kendaraan darurat.

4. Paparan Polusi

Berkendara dengan kaca jendela terbuka di daerah dengan polusi udara tinggi dapat meningkatkan paparan terhadap partikel polutan dan bahan kimia berbahaya. Paparan terus-menerus dapat berdampak negatif pada kesehatan pernapasan dan kesehatan umum.

Keamanan berkendara dengan kaca jendela terbuka juga tergantung pada kondisi jalan dan cuaca. Berkendara dengan kaca jendela terbuka mungkin lebih aman di lingkungan perkotaan dengan kecepatan rendah, jalan raya yang padat, atau cuaca yang nyaman. Namun, di jalan raya dengan kecepatan tinggi atau kondisi cuaca buruk seperti hujan atau debu, disarankan untuk menutup kaca jendela demi keamanan dan kenyamanan.

Ingatlah, keselamatan selalu menjadi prioritas utama saat berkendara.