Musim kampanye sudah tiba yang berarti pemilu sudah di depan mata. Biasanya banyak sekali pihak-pihak tak bertanggungjawab yang memanfaatkan momentum ini untuk menyebarkan berita hoaks alias berita bohong. Media sosial dan grup WhatsApp menjadi beberapa media yang rentan sekali penyebaran berita hoaks.
Agar kita tidak dicap sebagai golongan IQ rendah yang mudah terhasut berita hoaks, ada baiknya kita simak beberapa cara menangkal berita hoaks di media sosial yang dilansir dari situs resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) berikut ini:
BACA JUGA: Persiapan Pernikahan Itu Bukan Tenda, MUA, dan Gaun Pengantinnya, Tapi Persiapkan Hal Ini
1. Waspada Judul Berita Provokatif
Jujur saja kita cenderung tertarik dengan berita yang menampilkan judul bombastis, provokatif dan berlebih-lebihan. Sayangnya, hal tersebut menjadi salah satu cara yang paling mudah bagi pelaku penyebar hoaks untuk beraksi.
Mulai sekarang hindarilah menyimpulkan informasi berdasarkan judul yang terpampang di portal berita. Bukalah informasi tersebut dan telisik kebenarannya dengan membuka sumber berita yang kredibel atau terpercaya.
2. Cek Alamat Situs
Teliti kembali alamat situs atau URL dari berita yang dibaca. Sumber berita yang terpercaya adalah yang sudah terverivikasi dewan pers dan bisa dimintai pertanggungjawaban.
3. Bedakan antara Fakta atau Opini
Sering kali kita tergocek berita fakta atau opini. Berita fakta biasanya berisi peristiwa dengan kesaksian dan juga bukti-bukti dari sumber yang kredibel, sementara opini hanya berupa pendapat atau argumen dari si penulis berita sehingga hasilnya lebih ke arah subyektif.
BACA JUGA: Sebagai Mahasiswa, Sejauh Mana Kita Harus Berkontribusi untuk Menghadapi Pemilu 2024 Ini?
4. Cek Keaslian Foto atau Video
Tempo hari Presiden Jokowi sempat menjadi korban kejahatan kecerdasan buatan atau AI yang membuat seolah-olah Presiden Jokowi bisa berbahasa Mandarin dengan fasih. Padahal hal tersebut terjadi berkat bantuan kecanggihan kecerdasan buatan deepfake.
Karena itu kita harus segera memeriksa kebenaran informasi melalui sumber terpercaya dan tidak hanya dari satu sumber saja. Untuk mengecek keaslian foto, kita bisa memanfaatkan Google dengan cara drag and drop ke pilihan Google Images.
5. Mengikuti Grup Diskusi Anti-Hoaks
Saat ini cukup banyak grup diskusi yang menyediakan informasi apakah suatu berita itu hoaks atau bukan. Di antaranya ada Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage Indonesian Hoaxes Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Grup Sekoci dan sebagainya.
Agar kita tidak termakan berita hoaks ada baiknya kita harus mengikuti cara tersebut di atas. Selain itu berhenti untuk menyebarkan informasi melalui media sosial jika informasi tersebut belum diketahui kebenaranya. Yuk sama-sama kita tangkal berita hoaks dengan cerdas agar tidak tersesat di kemudian hari.
www.kominfo.go.id/content/detail/11347/cara-cerdas-mencegah-penyebaran-hoaks-di-medsos/0/sorotan_media
Baca Juga
-
Sinopsis Whalefall, Kisah Mencekam Bertahan Hidup di Perut Paus
-
FOMO Beli HP Mahal: Rela Utang Demi Gengsi
-
Mulai Rp21 Jutaan, iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur dengan Kapasitas Tembus 2TB!
-
Apple Resmi Luncurkan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, Segini Harganya
-
Trailer Film Artificial Dirilis, Tampilkan Sisi Gelap Teknologi AI
Artikel Terkait
-
Kampanye di Riau, Anies Tekankan Pentingnya Etika Calon Pemimpin Negara
-
Cara Menambahkan Direct Debit BRI di Tokopedia, Mudahkan Proses Pembayaran
-
Kominfo Pelototi Ancaman AI di Pilpres 2024, Penyebar Bisa Dihukum!
-
Cara Top Up Brizzi di Tokopedia, Lengkap dengan Detail Harga!
-
2 Cara Top Up Dana Lewat BRImo, Mudah dan Anti Ribet Isi Ulang Dompet digital
Lifestyle
-
Kulit Bebas Breakout! 5 Low pH Cleanser Tea Tree yang Ramah Skin Barrier
-
Berkaca dari Konten Maudy Ayunda, Mengapa Stoikisme Sangat Relevan Menjaga Kewarasan?
-
Capek Pantau Medsos tapi Susah Berhenti? Kenali yang Namanya Doomscrolling!
-
Kulit Remaja Bebas Jerawat Tanpa Kuras Dompet! 4 Acne Serum Rp30 Ribuan
-
Auto Glowing! 5 Rekomendasi Brightening Ampoule Pembasmi Noda Jerawat
Terkini
-
SSS-Class Revival Hunter Dapat Adaptasi Anime, Tayang Januari 2027
-
Membongkar Rapuhnya Pendidikan Indonesia: Masihkah Kita Mau Menyangkal?
-
Kapan Nikah? Bukan Sekadar Basa-basi, Melainkan Beban Ekspektasi Tak Kasat Mata
-
Review Practical Magic: The Book of Magic: Saat Perempuan Menulis Takdirnya
-
VR46 Rilis Buku Baru, Marc Marquez Ngaku Baru Mau Baca Kalau Sudah Pensiun