Samsung Galaxy S26 Ultra dikabarkan akan diluncurkan pada akhir Januari 2026. Ponsel ini diharapkan menawarkan kapasitas baterai yang serupa dengan S25 Ultra, tetapi mungkin mendukung pengisian daya yang lebih cepat. Sebuah data baru didapat dari situs sertifikasi 3C, kini telah mengkonfirmasi kecepatan pengisian daya ponsel tersebut.
Sebuah ponsel pintar Samsung dengan nomor model SM-S9480 telah terdaftar di situs sertifikasi 3C China. Pada data tersebut mengungkapkan bahwa perangkat ini akan mendukung pengisian daya cepat hingga 60 watt.
Dilansir dari laman GSMArena, Jumat (12/12/2025) Galaxy S26 Ultra yang akan rilis ini, akan memiliki baterai 5.200 mAh, tetapi situs sertifikasi mengungkapkan bahwa ponsel tersebut akan tetap menggunakan baterai 5.000 mAh. Sementara itu, ponsel ini diharapkan menawarkan pengisian daya nirkabel yang lebih cepat.
Smartphone ini menjalankan Android v15 dan memiliki sensor sidik jari dalam layar untuk akses yang aman. Ia memiliki layar Dynamic AMOLED 2X 6,9 inci dengan refresh rate 144Hz, dukungan HDR10+, dan desain punch-hole melengkung. Resolusi 1800 × 3440 piksel memastikan visual yang tajam, dilengkapi dengan kepadatan 566 ppi dan perlindungan Corning Gorilla Glass Victus Plus.
Mengutip dari laman Gizmochina, Rabu (10/12/2025) untuk fotografi, Samsung Galaxy S26 Ultra memiliki kamera belakang quad 50 MP dengan OIS dan perekaman video 4K UHD, sementara kamera depan 50 MP menangkap foto selfie yang detail. Di bawah kap, terdapat prosesor octa-core yang dipadukan dengan RAM 12 GB dan penyimpanan internal 256 GB (tidak dapat diperluas).
Opsi konektivitas meliputi 4G, 5G, VoLTE, Vo5G, Bluetooth v5.3, WiFi, dan USB-C v3.2. Perangkat ini ditenagai oleh baterai 5000 mAh (berbeda dengan data dari GSMArena) dengan pengisian cepat 45 watt, pengisian nirkabel 35 watt, dan pengisian balik 10 watt untuk kenyamanan tambahan.
Samsung Galaxy S26 Ultra telah menjadi bahan perbincangan selama berbulan-bulan, tetapi satu pertanyaan yang terus muncul: apakah ponsel ini akan ditenagai oleh prosesor Snapdragon terbaru, atau kembali ke strategi Snapdragon-Exynos? Kini kita akhirnya memiliki jawaban yang jelas, berkat daftar FCC terbaru.
Dua model, SM-S948B dan SM-S948U, baru saja muncul di basis data FCC, dan keduanya terkait dengan Galaxy S26 Ultra. Data tersebut bahkan menyebutkan nama chipsetnya secara langsung: SM8850, yang merupakan kode internal Qualcomm untuk Snapdragon 8 Elite Gen 5.
Dengan kata lain, Samsung memberi sinyal kepada pengguna yang mengincar S26 Ultra bahwa mereka dapat mengharapkan peningkatan kinerja dan efisiensi yang signifikan dibandingkan dengan S25 Ultra.
CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca Juga
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
MacBook Air M4 13 Inci: Laptop Tipis dengan Tenaga yang Tak Terduga
-
Novel Kotak-Kotak Ingatan: Kotak yang Tak Pernah Benar-Benar Terkunci
-
HONOR Win H9: Laptop Gaming yang Mengurangi Rasa Pusing hingga 58%
-
Mengulik Amanat dalam Novel Bukan Semillah: Jejak Hidayah di Meja Judi
Artikel Terkait
-
4 HP Rp1 Jutaan Terbaik Tahun 2025 Versi David GadgetIn, Murah tapi Gak Murahan
-
Honor Win Muncul di Toko Online: Desain Mirip iPhone, Baterai 10.000 mAh
-
8 HP Snapdragon Termurah Desember 2025 untuk Daily Driver, Mulai Sejutaan!
-
6 HP RAM 8 GB Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Produktivitas Sehari-hari
-
Bocoran Spek Poco M8 Pro: Snapdragon 7s Gen 4, Dukung Fast Charging 100 W
Lifestyle
-
4 Low pH Cleanser Panthenol Rp30 Ribuan, Perkuat Skin Barrier Kulit Kering
-
4 Clay Mask Centella untuk Pori Bersih Tanpa Bikin Kulit Kering
-
5 Cushion Lokal dengan Niacinamide: Cerah dan Flawless Seharian
-
MacBook Air M4 13 Inci: Laptop Tipis dengan Tenaga yang Tak Terduga
-
5 Rekomendasi Micellar Water Buat Remaja: Aman di Kulit, Pas di Kantong!
Terkini
-
Di Balik Centang Biru: Kecemasan Baru dalam Komunikasi
-
Review Film Monster: Refleksi Diri tentang Prasangka Kita pada Orang Lain
-
Tragedi Hutan Gambut dan Ilusi Pemulihan yang Kita Percaya
-
Potret Hidup yang Perih dan Berisik dalam Novel Jakarta Selintas Aram
-
Bukan Lagi Dilan yang Kita Kenal: Mengapa 'Dilan ITB 1997' Lebih Sunyi dan Penuh Luka?