Di saat banyak produsen mulai “main aman” dengan HP flagship yang seimbang di semua sisi, Nubia justru memilih jalan berbeda lewat RedMagic 11 Pro.
Ini bukan HP yang dibuat untuk menyenangkan semua orang. Sejak awal, RedMagic 11 Pro jelas menargetkan satu segmen spesifik, yaitu gamer hardcore yang menginginkan performa tanpa kompromi.
Bukan sekadar kencang, tetapi benar-benar dilepas hingga batas maksimal. Hasilnya, RedMagic 11 Pro sukses mencatat sejarah sebagai HP komersial pertama dengan skor AnTuTu tembus 4 juta poin.
Di tengah anggapan bahwa HP gaming mulai kehilangan relevansi karena flagship mainstream sudah sangat kencang, RedMagic 11 Pro justru hadir sebagai bukti bahwa “HP gaming” masih memiliki identitas kuat, asalkan berani tampil berbeda.
Secara tampilan, RedMagic 11 Pro langsung terlihat berbeda. Desainnya tegas, kotak, dan unapologetically gaming.
Nubia masih mempertahankan ciri khas bodi transparan di bagian belakang, yang kali ini benar-benar fungsional karena memperlihatkan jalur liquid cooling berisi cairan biru. Ini bukan sekadar hiasan atau LED animasi; cairannya nyata dan dapat bergerak saat HP dimiringkan.
Bagian belakang menggunakan lapisan kaca, sementara rangkanya dibuat dari aluminium space-grade yang terasa kokoh dan dingin di tangan.
Bobotnya berada di kisaran 230 gram—cukup berat, tetapi terasa seimbang dengan ukuran bodi yang besar. Menariknya, modul kamera dibuat benar-benar rata tanpa tonjolan sama sekali, sesuatu yang kini semakin jarang ditemui pada HP modern.
RGB masih menjadi bagian penting dari identitas RedMagic. Logo, area kipas, hingga shoulder trigger dilengkapi pencahayaan yang dapat dikustomisasi. Tidak terlalu mencolok di ruangan terang, tetapi tetap memberi sentuhan “gaming gear” yang khas.
Salah satu nilai jual utama RedMagic 11 Pro ada pada layarnya. Panel AMOLED 6,8 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 144 Hz ini tampil tanpa punch hole atau notch. Kamera depan disembunyikan di balik layar, membuat pengalaman visual benar-benar penuh.
Untuk gaming, hal ini terasa signifikan. Tidak ada elemen yang mengganggu pandangan, baik saat bermain FPS, MOBA, maupun gim open world. Respons sentuhan cepat, animasi halus, dan tingkat kecerahan yang memadai membuat layar ini sangat memanjakan mata, terutama saat dipadukan dengan gamepad atau shoulder trigger bawaan.
RedMagic 11 Pro ditenagai Snapdragon 8 Elite Gen 5, dipadukan dengan RAM 16 GB LPDDR5T dan penyimpanan 512 GB UFS 4.1.
Di atas kertas, spesifikasinya memang kelas atas. Namun, yang membuatnya berbeda adalah cara Nubia mengatur performanya.
Dalam pengujian benchmark, skor AnTuTu menembus 4,1 juta poin, sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan HP lain dengan chipset serupa. Hal ini bukan karena prosesornya lebih unggul, melainkan karena RedMagic berani mendorong performa hingga titik ekstrem tanpa terlalu membatasi suhu sejak awal.
Dalam stress test 3DMark, suhu RedMagic memang dapat menyentuh 50 derajat Celsius lebih. Namun, di sisi lain, skor puncaknya jauh lebih tinggi dan performa tinggi dapat dipertahankan lebih lama sebelum akhirnya menurun. Berbeda dengan beberapa flagship yang langsung menurunkan clock demi menjaga suhu, RedMagic memilih strategi “gas dulu, urusan panas belakangan”.
Menariknya, saat digunakan untuk gim nyata seperti Genshin Impact pada pengaturan tertinggi, perilakunya justru berbeda. FPS stabil di angka 60, suhu berkisar di bawah 40 derajat Celsius, dan HP terasa adem. Artinya, sistemnya cukup cerdas membedakan kapan harus brutal dan kapan harus efisien.
RedMagic 11 Pro menjadi HP komersial pertama yang benar-benar menggunakan sistem liquid cooling aktif. Cairan fluorinasi yang dipakai umumnya digunakan pada server dan superkomputer karena tidak menghantarkan listrik serta sangat efisien dalam memindahkan panas.
Namun, dari pengujian, efek liquid cooling ini tergolong tipis. Perbedaan skor antara kondisi kipas aktif, liquid cooling aktif, atau keduanya dimatikan hanya berada di kisaran 1–5 persen. Artinya, skor tinggi RedMagic bukan semata karena liquid cooling, melainkan karena strategi performa yang agresif.
Meski demikian, keberadaan liquid cooling tetap memberi nilai inovasi dan membantu distribusi panas ke seluruh bodi agar tidak terfokus di satu titik.
Sebagai HP gaming sejati, RedMagic 11 Pro dibekali kipas aktif, shoulder trigger sentuh, game space, bypass charging, hingga dukungan gamepad resmi. Seluruh fitur ini benar-benar terasa manfaatnya saat bermain dalam durasi lama.
Sebaliknya, sektor kamera jelas bukan prioritas. Kamera utama 50 MP dan ultrawide 50 MP cukup untuk dokumentasi harian, tetapi kualitasnya masih setara kelas menengah. Kamera depan under-display juga menghasilkan efek berkabut, terutama pada video. Hal ini wajar dan seharusnya tidak mengejutkan untuk HP di segmen ini.
Nubia RedMagic 11 Pro adalah HP paling berani di kelasnya. Bukan yang paling dingin, bukan yang paling seimbang, tetapi yang paling jujur dengan identitasnya sebagai HP gaming ekstrem. Ia diciptakan untuk mereka yang menginginkan performa mentah, desain unik, dan pengalaman gaming tanpa kompromi.
Jika kamu mencari kamera terbaik atau HP serba bisa, RedMagic 11 Pro jelas bukan pilihan ideal. Namun, jika yang kamu cari adalah sensasi “konsol gim dalam bentuk HP”, lengkap dengan performa brutal dan fitur khusus gamer, RedMagic 11 Pro menjadi salah satu HP paling menarik pada 2026.
Baca Juga
-
Advan Macha: HP 5G Tipis yang Diam-Diam Punya Banyak Kejutan
-
5 Router Dual Band Terbaik 2026: Internet Ngebut Tanpa Bikin Kantong Jebol
-
5 Rekomendasi Charger 25W, Aman dan Tidak Bikin Baterai Cepat Rusak
-
Pantau Rumah dari HP, Ini 5 CCTV Outdoor Murah yang Layak Dibeli
-
Bukan Kaleng-Kaleng! 5 Webcam 100 Ribuan untuk Zoom dan Kelas Online
Artikel Terkait
Lifestyle
-
Affordable dan Tahan Lama, 5 Varian Parfum Bonavie yang Cocok Semua Suasana
-
4 Sunscreen Lokal Green Tea untuk Kulit Sehat Bebas Sunburn dan Jerawat
-
Mengenal Grooming Lewat Kisah Nyata Aurelie Moeremans di Buku Memoarnya
-
5 Parfum Wanita Beraroma Fresh yang Cocok Dipakai Sehari-hari
-
Effortless, 4 Ide OOTD Semi Formal ala Moon Ga Young yang Chic Abis!
Terkini
-
Manga Dark Romance Firefly Wedding Diadaptasi Anime oleh David Production
-
Perjalanan 25 Tahun BoA di SM Entertainment: Dari Pionir Hallyu Hingga Direktur Perusahaan.
-
Pelukan yang Salah
-
Hangat dan Menyentuh, I Lost My Adventurer's License Dapat Adaptasi Anime
-
Anatomy of Curiosity: Saat Kemalangan Orang Lain Menjadi Kepuasan Otak Kita