Sekar Anindyah Lamase | Nugraha Nugraha
Redmi Note 15 Series (xiaomi)
Nugraha Nugraha

Tahun 2026 baru berjalan, tapi atmosfer persaingan smartphone sudah terasa panas. Xiaomi Indonesia langsung tancap gas dengan meluncurkan Redmi Note 15 Series dalam empat varian sekaligus. Namun dari semua opsi yang ada, Redmi Note 15 Pro 5G justru menjadi varian yang paling menarik untuk dibahas. Bukan karena paling kencang atau paling mahal, melainkan karena satu hal sederhana, yaitu harganya terasa masuk akal di tengah kondisi pasar yang sedang tidak bersahabat.

Krisis global komponen, khususnya RAM, serta nilai tukar dolar yang terus menanjak membuat banyak brand terpaksa menaikkan harga. Bahkan Xiaomi sendiri sudah terang-terangan mengakui situasi ini. Karena itu, ketika Redmi Note 15 Pro 5G resmi dirilis dengan harga yang hanya naik sekitar Rp300 ribuan dibanding pendahulunya, kesannya justru positif. Kenaikan ini terasa wajar, apalagi jika dilihat dari upgrade yang benar-benar bisa dirasakan dalam penggunaan sehari-hari.

Secara visual, Redmi Note 15 Pro 5G masih membawa DNA desain Redmi Note Pro generasi sebelumnya. Modul kamera berbentuk squirkle tetap dipertahankan, dengan empat lingkaran kamera yang tersusun rapi. Namun kali ini, kesan yang ditampilkan lebih tegas dan kokoh. Sisi bodi dan layar dibuat rata, meninggalkan lengkungan halus ala Note 14 Pro.

Perubahan desain ini ikut berdampak pada ergonomi. Dengan layar 6,83 inci dan bobot sekitar 210 gram, Redmi Note 15 Pro resmi menjadi Redmi Note terbesar sepanjang sejarah. Untuk sebagian pengguna, ukuran ini mungkin terasa kebesaran dan menuntut adaptasi ekstra saat digenggam. Namun bagi yang menyukai layar lebar untuk streaming, multitasking, atau navigasi, dimensi besar ini justru menjadi nilai jual utama.

Material bodinya sendiri menggunakan polikarbonat, bukan kaca. Secara rasa mungkin kalah premium, tapi dari sisi durabilitas justru lebih aman. Xiaomi juga cukup gencar menonjolkan aspek ketahanan, mulai dari struktur rangka yang diperkuat hingga perlindungan terhadap cipratan air dan benturan ringan.

Ukuran besar layarnya untungnya dibarengi dengan kualitas panel yang solid. Redmi Note 15 Pro 5G menggunakan layar AMOLED 6,83 inci beresolusi 1,5K dengan refresh rate 120 Hz. Kerapatan pikselnya tinggi, bezel terlihat tipis, dan tingkat kecerahannya cukup untuk penggunaan di luar ruangan.

Dukungan Dolby Vision dan HDR10+ membuat pengalaman menonton terasa lebih hidup, sementara perlindungan Gorilla Glass Victus 2 memberi rasa aman ekstra. Sayangnya, optimalisasi refresh rate masih belum sempurna. Beberapa aplikasi seperti YouTube masih terkunci di 60 Hz kecuali diatur manual, sehingga potensi layar 120 Hz belum selalu terasa maksimal.

Inilah sektor yang paling membedakan Redmi Note 15 Pro 5G dari generasi sebelumnya. Kapasitas baterainya melonjak drastis menjadi 6.580 mAh berkat penggunaan teknologi silicon-carbon battery yang lebih padat energi. Dalam penggunaan nyata, daya tahannya memang impresif.

Streaming YouTube selama satu jam hanya menghabiskan sekitar 6–7% baterai, navigasi dengan data seluler sekitar 8% per jam, sementara gaming seperti Mobile Legends selama 30 menit berkisar di 8–9%. Bahkan untuk game berat seperti Genshin Impact, konsumsi dayanya masih tergolong hemat untuk kelas midrange.

Kecepatan pengisian dayanya memang masih di 45 watt, sama seperti generasi sebelumnya. Namun dengan kapasitas baterai yang jauh lebih besar, waktu pengisian yang hanya bertambah sekitar 15–20 menit masih tergolong cepat. Fitur reverse charging hingga 22,5 watt juga menjadi bonus yang jarang dibahas, tapi sangat berguna.

Dari sisi performa, Redmi Note 15 Pro 5G memilih jalur aman. Dimensity 7400 Ultra hanyalah peningkatan kecil dari 7300 Ultra, dengan lonjakan clock speed yang tipis. Skor AnTuTu berada di kisaran 800–900 ribuan, cukup untuk kebutuhan harian dan game populer, tapi jelas bukan untuk gamer berat.

Mobile Legends bisa berjalan di 90 FPS, sementara game berat seperti Genshin Impact harus puas di setting terendah dengan frame rate sekitar 35 FPS. Suhunya relatif stabil di kisaran 42–43 derajat, menandakan Xiaomi lebih memilih kestabilan daripada performa agresif.

Kamera utamanya tetap mengandalkan sensor 200 MP yang hasilnya konsisten. Warna khas Xiaomi yang kontras masih terasa, detail tajam, dan performa low light cukup bisa diandalkan. Kamera ultrawide 8 MP memang terasa tertinggal dari kamera utama, tapi masih sesuai ekspektasi di kelas harga ini.

Redmi Note 15 Pro 5G bukan HP yang mencoba mengejutkan pasar dengan spesifikasi gila-gilaan. Justru kekuatannya ada pada keseimbangan. Harga memang naik, tapi naiknya terasa logis dan dibacking oleh upgrade nyata, terutama di sektor baterai dan layar.

Jika Anda mencari HP midrange all-rounder dengan daya tahan baterai luar biasa, layar besar berkualitas, dan performa yang stabil untuk pemakaian harian, Redmi Note 15 Pro 5G masih sangat layak dipertimbangkan. Di tengah kondisi pasar yang serba mahal, Xiaomi berhasil menjaga Redmi Note Pro tetap berada di jalur “value for money” yang masuk akal.

CEK BERITA DAN ARTIKEL LAINNYA DI GOOGLE NEWS