Hayuning Ratri Hapsari | Nugraha Nugraha
Xiaomi 15T (xiaomi)
Nugraha Nugraha

Pasar smartphone sekarang makin menarik. Istilah flagship killer bukan lagi sekadar gimmick marketing, tapi benar-benar jadi segmen serius yang diisi banyak brand. Konsepnya sederhana, performa mendekati flagship belasan juta, tetapi dengan harga yang masih bisa diterima akal sehat.

Tahun ini, ada beberapa model yang layak disebut sebagai paket paling rasional buat kamu yang ingin rasa premium tanpa harus menjual motor. Berikut lima pilihan terbaik yang dapat Anda pertimbangkan sebelum membeli HP.

1. Xiaomi 15T

Xiaomi 15T (xiaomi)

Xiaomi 15T bisa dibilang sebagai definisi modern dari flagship killer. Kolaborasi dengan Leica langsung menaikkan daya tariknya, terutama bagi pengguna yang peduli pada kualitas fotografi.

Kamera utamanya menghasilkan karakter warna yang kontras, detail, dan punya nuansa artistik khas Leica. Efek bokeh terlihat natural, tidak berlebihan, dan cocok untuk portrait maupun street photography.

Untuk video, dukungan 4K 60 fps dengan perekaman 10-bit Log memberi fleksibilitas lebih bagi yang suka color grading.

Di balik bodinya yang ramping sekitar 7,5 mm, Xiaomi menyematkan Dimensity 8400 Ultra. Chipset ini bukan sekadar kencang di atas kertas, tetapi juga stabil saat dipakai gaming berat.

Game kompetitif bisa dijalankan dengan frame rate tinggi tanpa hambatan berarti. Layarnya berukuran 6,83 inci dengan panel AMOLED tajam dan refresh rate 120 Hz. Memang bukan 144 Hz seperti sebagian pesaing, tetapi secara kualitas warna dan ketajaman sudah sangat memuaskan.

Sebagai paket keseluruhan, Xiaomi 15T terasa matang. Ia bukan hanya unggul di satu sisi, tetapi seimbang antara kamera, performa, desain, dan layar. Itulah alasan kenapa posisinya layak di urutan pertama.

2. Motorola Edge 60 Pro 5G

Motorola Edge 60 Pro 5G (motorola)

Jika Xiaomi 15T unggul karena kolaborasi Leica, Motorola Edge 60 Pro 5G menawarkan pendekatan berbeda dengan triple kamera 50 MP yang konsisten.

Sensor utama Sony LYT-700C dengan OIS mampu menghasilkan foto yang tajam dan stabil, bahkan dalam kondisi cahaya minim. Warna yang dihasilkan cenderung natural dengan detail yang terjaga. Untuk perekaman video, hasilnya terlihat sinematik dan minim getaran.

Dapur pacunya mengandalkan Dimensity 8350 Extreme yang dipadukan RAM 12 GB dan memori internal 256 GB. Performanya cukup untuk kebutuhan berat sehari-hari, termasuk gaming kelas menengah hingga tinggi. Yang menarik, meski membawa baterai 6000 mAh berbasis silikon carbon, bodinya tetap terasa ramping.

Motorola juga menyematkan fast charging 90W dan wireless charging 15W, kombinasi yang jarang ditemui di kelas harga ini. Sertifikasi IP68, IP69, hingga standar ketahanan militer membuatnya terasa sebagai perangkat premium yang siap dipakai jangka panjang.

3. Poco F7

Poco F7 (xiaomi)

Poco F7 hadir dengan pendekatan yang lebih agresif. Material kaca di bagian belakang dan frame aluminium memberi kesan solid dan premium. Di dalamnya, Snapdragon 8s Gen 4 menjadi otak utama yang sanggup menjalankan game berat dengan lancar. PUBG di 120 FPS terasa mulus tanpa frame drop signifikan, meski suhu bodi memang sedikit meningkat saat sesi panjang.

Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,5K dengan refresh rate 120 Hz, serta dukungan Dolby Vision dan HDR10+. Visual yang ditampilkan tajam dan kaya warna, cocok untuk streaming maupun gaming. Varian memori 12/512 GB memberi ruang luas untuk multitasking dan penyimpanan besar.

Sektor kamera mengandalkan sensor Sony IMX882 50 MP dengan OIS, menghasilkan foto stabil dan detail. Baterai 6000 mAh dipadukan fast charging 90W membuat pengisian daya terasa cepat. Tambahan rating IP68 menjadi nilai plus karena tidak semua flagship killer berani membawa fitur tahan air resmi.

4. iQOO Neo 10

iQOO Neo 10 5G (iqoo)

iQOO Neo 10 jelas menyasar pengguna yang mengutamakan performa. Snapdragon 8s Gen 4 menjadi jantungnya, didukung chip tambahan Q1 untuk optimasi grafis. Hasilnya, game berat seperti Genshin Impact dapat dijalankan di pengaturan tinggi dengan frame rate stabil.

Keunggulan paling mencolok ada di baterai 7000 mAh. Kapasitas sebesar ini membuat sesi gaming panjang terasa lebih aman tanpa harus sering mencari colokan. Walaupun baterainya besar, pengisian daya tetap cepat berkat fast charging 120W. Sayangnya, fitur wireless charging belum tersedia.

Layarnya AMOLED 144 Hz dengan tingkat kecerahan sangat tinggi, membuat pengalaman bermain terasa lebih responsif. Kamera memang bukan fokus utama, tetapi tetap cukup untuk kebutuhan dokumentasi harian.

5. Poco X7 Pro

POCO X7 Pro 5G (shopee)

Di posisi kelima ada Poco X7 Pro yang tetap menarik karena kombinasi harga dan spesifikasi. Dimensity 8400 Ultra memberikan performa yang bersaing di kelas atas. RAM 12 GB dan memori 512 GB membuatnya terasa lega untuk penggunaan berat.

Layarnya AMOLED 120 Hz dengan resolusi 1,5K dan kecerahan hingga 3.200 nits, nyaman dipakai di luar ruangan. Kamera utama Sony IMX882 dengan OIS mampu merekam hingga 4K 60 fps, sementara baterai 6000 mAh dengan fast charging 90W menjamin daya tahan yang solid.

Bobotnya yang masih di bawah 200 gram membuatnya nyaman digenggam, sehingga tetap ergonomis meski membawa baterai besar.

Secara keseluruhan, lima perangkat ini menunjukkan bahwa pasar flagship killer semakin kompetitif. Kamu tidak lagi harus mengeluarkan dana belasan juta untuk merasakan performa kencang, layar tajam, dan kamera berkualitas.

Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan, apakah kamu lebih condong ke fotografi, gaming, atau paket allrounder yang seimbang.